Hai hai TemaNda!
Bandung, 19 Agustus 2026 berasa jadi ajang seru pertemuan Manda dengan laptop yang bisa dibilang idaman sepanjang masa. Gak lebay! Karena memilih laptop untuk kebutuhan bisnis saat ini bukan lagi hanya soal mencari perangkat dengan prosesor cepat atau desain yang tipis. Bagi para profesional dan eksekutif, laptop juga harus mampu memberikan keamanan data, daya tahan, mobilitas, serta kemampuan AI yang dapat menunjang produktivitas sehari-hari.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam ASUS Bandung Media Gathering yang digelar di De Java Hotel Bandung, Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam acara yang berlangsung di Akasa 2, lantai 6 tersebut, ASUS memperkenalkan sekaligus mengajak media melihat lebih dekat ASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA), laptop bisnis flagship yang diposisikan sebagai “The Flagship of the Industry. Period.”
Period pokoknya no debat.
Ternyata pembuktian tagline tersebut bukan hanya melalui presentasi produk, para media juga diajak melihat technical presentation, mengikuti durability test, melakukan perbandingan dengan sejumlah laptop kompetitor dalam sesi round table, hingga mengikuti Kahoot Quiz. Kuy simak cerita lengkapnya!
ASUS ExpertBook Ultra untuk Profesional yang Membutuhkan Performa Tanpa Kompromi
Dalam sesi product update, ASUS menegaskan bahwa kebutuhan laptop bisnis kini semakin kompleks. Perangkat tidak hanya dituntut memiliki performa tinggi, tetapi juga harus mampu menangani berbagai pekerjaan secara bersamaan, termasuk pekerjaan yang melibatkan kecerdasan buatan.
ASUS ExpertBook Ultra hadir dengan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 388H serta dedicated Neural Processing Unit (NPU) hingga 50 TOPS. Secara keseluruhan, platformnya mampu mencapai hingga 180 TOPS.
Menurut Eric Khoven, Commercial Director ASUS Indonesia, kemampuan tersebut menjadi salah satu pembeda penting ExpertBook Ultra dibandingkan sejumlah laptop bisnis flagship kompetitor yang masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan kemampuan AI NPU hingga 48 TOPS.
Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS) - ujar Eric.
Kemampuan ini dirancang untuk menghadapi skenario kerja yang sangat multitasking. Misalnya, ketika pengguna harus mengikuti rapat melalui Microsoft Teams sambil mengolah ribuan baris data di Excel dan membuka ratusan halaman presentasi.
Pemrosesan AI juga dapat dilakukan secara lokal melalui NPU. Salah satunya melalui ASUS AI ExpertMeet, yang memungkinkan berbagai fungsi seperti transkripsi, penerjemahan bahasa, serta optimasi kamera web berjalan dengan memanfaatkan NPU.
Dengan pemrosesan lokal tersebut, pekerjaan berbasis AI dapat dilakukan dengan lebih efisien sekaligus membantu menjaga privasi data.
AI Lokal hingga Agentic AI
Tidak berhenti pada pemrosesan AI untuk kebutuhan meeting, ASUS juga membekali ExpertBook Ultra dengan Zenni Claw.
Tools tersebut memungkinkan pengguna menjalankan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud dengan menghubungkan berbagai tools AI, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google Gemini.
Kehadiran kemampuan ini menunjukkan bahwa laptop bisnis mulai bergerak dari sekadar perangkat untuk menjalankan aplikasi menjadi perangkat yang mampu membantu proses kerja berbasis AI.
Bagi pekerja profesional yang semakin sering menggunakan AI untuk membuat dokumen, menganalisis data, menerjemahkan informasi, hingga membantu pekerjaan kreatif, kemampuan pemrosesan AI secara lokal tentu menjadi nilai tambah.
Tandem OLED 1400 Nits untuk Bekerja di Luar Ruangan
Salah satu hal yang cukup menarik perhatian dalam ASUS ExpertBook Ultra adalah layarnya.
Laptop ini menawarkan layar 14 inci 3K dengan panel Tandem OLED, refresh rate hingga 120Hz, serta tingkat kecerahan HDR peak mencapai 1400 nits.
Kecerahan tersebut dirancang untuk memberikan visibilitas yang lebih baik ketika laptop digunakan di lingkungan dengan pencahayaan tinggi, termasuk ketika bekerja di luar ruangan.
Bayangkan seorang eksekutif harus membuka dokumen, melihat grafik finansial, atau melakukan presentasi secara spontan di area outdoor seperti kafe atau bandara. Kondisi tersebut tentu berbeda dengan bekerja di ruangan kantor yang pencahayaannya terkendali.
Teknologi Tandem OLED pada ExpertBook Ultra menjadi salah satu solusi ASUS untuk skenario tersebut.
ASUS juga menyebut struktur Tandem OLED dapat memberikan tingkat kecerahan tinggi sekaligus membantu mengurangi konsumsi daya dan risiko burn-in dibandingkan panel OLED konvensional.
Untuk pengguna yang sehari-hari banyak berpindah tempat, kombinasi layar berkualitas tinggi dan bodi ringan menjadi salah satu daya tarik utama perangkat ini.
Ringan, tetapi Dirancang untuk Mobilitas Tinggi
ASUS ExpertBook Ultra hadir dengan dimensi sekitar 31,09 x 21,28 x 1,09 cm.
Bobotnya juga sangat ringan. Versi dengan layar POLED memiliki bobot sekitar 0,99 kg, sedangkan versi Tandem OLED memiliki bobot sekitar 1,09 kg.
Dengan bobot tersebut, laptop ini memang menyasar pengguna yang sering membawa perangkat berpindah-pindah.
Menariknya, ASUS tidak hanya mengejar bobot ringan. Sasis ExpertBook Ultra menggunakan material CNC AZ31B magnesium-aluminum dan telah memenuhi standar ketahanan MIL-STD-810H.
ASUS juga melakukan berbagai pengujian internal terhadap perangkat, termasuk pengujian engsel dan tekanan.
Dalam sesi durability test pada media gathering, ASUS menekankan bahwa laptop bisnis harus mampu menghadapi kondisi penggunaan yang realistis.
Salah satu contoh yang diberikan adalah tekanan hingga sekitar 100 kg. Bukan berarti laptop ditujukan untuk menahan beban tersebut setiap hari, tetapi kemampuan ini relevan dengan situasi ketika laptop berada di dalam tas yang penuh dengan dokumen maupun perangkat lainnya.
Seperti yang disampaikan Eric, kerusakan laptop dalam perjalanan bisnis tidak selalu disebabkan oleh perangkat yang terjatuh. Tekanan dari barang-barang lain di dalam tas juga dapat menjadi risiko.
Keamanan Data Menjadi Prioritas
Untuk perangkat bisnis, performa tinggi saja tentu belum cukup.
Data perusahaan, dokumen klien, laporan keuangan, hingga informasi internal merupakan aset yang harus dilindungi. Karena itu, ASUS ExpertBook Ultra juga dibekali sistem keamanan ASUS ExpertGuardian.
Perangkat ini mendukung NIST SP 800-193 serta berbagai fitur keamanan enterprise, termasuk ASUS Security Processor, dual self-healing BIOS ROM, TPM 2.0, Microsoft Pluton, fingerprint sensor, Windows Hello IR, physical webcam shield, dan chassis intrusion alert.
Salah satu aspek yang menarik adalah perlindungan terhadap data yang tersimpan di dalam perangkat.
Dalam skenario kehilangan laptop, data tidak seharusnya otomatis dapat diakses hanya karena media penyimpanannya dipindahkan ke perangkat lain.
ASUS ExpertBook Ultra juga menawarkan opsi SSD dengan OPAL 2.0 Self-Encrypting Drive (SED) untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap data.
Bagi perusahaan, lapisan keamanan seperti ini menjadi semakin penting karena risiko kehilangan perangkat tidak hanya berarti kehilangan hardware, tetapi juga potensi terbukanya data perusahaan.
SSD Gen 5 dan RAM hingga 64 GB
Dari sisi spesifikasi, ASUS ExpertBook Ultra juga menawarkan konfigurasi yang cukup tinggi untuk sebuah laptop bisnis ultra-portabel.
RAM tersedia hingga 64 GB LPDDR5x 9600 MT/s, sementara penyimpanan dapat mencapai 2 TB M.2 PCIe Gen 5.0 x4 NVMe.
Penggunaan SSD PCIe Gen 5 memungkinkan kecepatan transfer data yang tinggi dan mendukung kebutuhan pekerjaan berat, mulai dari pengolahan data hingga pekerjaan kreatif.
Sementara itu, kapasitas RAM hingga 64 GB memberikan ruang yang lebih lega untuk menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
Bagi pengguna profesional yang terbiasa membuka browser dengan banyak tab, aplikasi Microsoft Office, software komunikasi, aplikasi analisis data, hingga tools AI secara bersamaan, konfigurasi seperti ini tentu memberikan fleksibilitas lebih.
Bukan Sekadar Laptop Tipis
Menariknya, ASUS ExpertBook Ultra tidak hanya mengandalkan prosesor dan layar sebagai daya tarik.
Sistem pendinginnya menggunakan ASUS ExpertCool Pro Technology, yang dirancang untuk menjaga performa tetap stabil sekaligus mengendalikan temperatur perangkat.
Laptop ini juga dilengkapi keyboard full-size dengan backlit dan fitur water spill-resistant, serta touchpad kaca haptic berukuran besar.
Untuk konektivitas, tersedia dua port Thunderbolt 4, dua USB-A 3.2 Gen 2, HDMI 2.1, serta audio combo jack.
Konektivitas nirkabelnya juga sudah mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0.
Untuk kebutuhan meeting hybrid, ASUS membekali perangkat dengan sistem 6-speaker spatial audio Dolby Atmos serta mikrofon dengan AI Noise-Canceling.
Dengan demikian, pengguna tidak selalu harus mengandalkan headset ketika mengikuti meeting dari tempat yang ramai.
Baterai hingga 26 Jam
Mobilitas tentu tidak lengkap tanpa daya tahan baterai.
ASUS ExpertBook Ultra dibekali baterai 70 Wh yang diklaim mampu memberikan daya tahan hingga 26 jam, tergantung konfigurasi dan skenario penggunaan.
Pengisian cepat juga memungkinkan baterai terisi hingga 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Fitur ini cukup relevan bagi profesional yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak selalu memiliki banyak waktu untuk mengisi daya di sela-sela agenda.
ASUS ExpertBook Ultra, Flagship untuk Era AI
Dari keseluruhan fitur yang diperkenalkan, terlihat bahwa ASUS mencoba membawa laptop bisnis ke level yang lebih tinggi.
ASUS ExpertBook Ultra bukan hanya mengejar spesifikasi tinggi. Perangkat ini menggabungkan performa AI, layar Tandem OLED, desain ultra-portabel, ketahanan fisik, keamanan enterprise, konektivitas modern, serta daya tahan baterai dalam satu perangkat.
Hal tersebut menjadi alasan ASUS menempatkan ExpertBook Ultra sebagai “The Flagship of the Industry. Period.”
Bagi profesional yang bekerja dengan data sensitif, sering berpindah tempat, menjalankan banyak aplikasi sekaligus, dan mulai mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan sehari-hari, laptop bisnis seperti ini memang menawarkan kebutuhan yang semakin relevan.
Pada akhirnya, laptop bisnis flagship bukan hanya tentang seberapa cepat perangkat dapat menjalankan sebuah aplikasi.
Lebih dari itu, laptop harus mampu menjadi partner kerja yang ringan dibawa, tangguh digunakan, aman menyimpan data, nyaman dipakai berjam-jam, dan siap menghadapi era AI.
Dan itulah posisi yang ingin diambil ASUS melalui ExpertBook Ultra.
Spesifikasi utama ASUS ExpertBook Ultra B9406CAA:
- Prosesor hingga Intel Core Ultra X9 388H
- NPU hingga 50 TOPS
- Total platform hingga 180 TOPS
- GPU hingga Intel Arc B390
- RAM hingga 64 GB LPDDR5x 9600 MT/s
- SSD hingga 2 TB PCIe Gen 5.0 NVMe
- Layar 14 inci 3K 120Hz Tandem OLED
- Kecerahan hingga 1400 nits HDR Peak
- Wi-Fi 7
- Baterai 70 Wh
- Daya tahan baterai hingga 26 jam
- Bobot mulai 0,99 kg untuk konfigurasi POLED
- MIL-STD-810H
- ASUS ExpertGuardian dan NIST SP 800-193
- Windows 11 Pro/Home/Pro Education
Untuk informasi produk lebih lanjut, kunjungi laman resmi ASUS ExpertBook Ultra.



Tools Zenni Claw nya itu menarik banget
ReplyDeleteJaman sekarang apa apa serba dibantu AI
Keberadaan tool yang bisa memungkinkan pengguna menjalankan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud dengan menghubungkan berbagai tools AI, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google Gemini ini pastinya sangat membantu dan menguntungkan.
Asus kali ini beneran menunjukkan kalo laptop bisnis mulai bergerak dari sekadar perangkat untuk menjalankan aplikasi menjadi perangkat yang mampu membantu proses kerja berbasis AI. Bikin mupeng ya...
Bagi pekerja profesional yang semakin sering menggunakan AI untuk membuat dokumen, menganalisis data, menerjemahkan informasi, sampe bikin pekerjaan kreatif, kemampuan pemrosesan AI secara lokal tentu menjadi nilai tambah. Cuss lah nabung buat maharnya. Hehe...
Kenapa sih ASUS canggih bangeet?? Jujur aku tertarik sama bobotnya yang mulai dari sekitar 0,99 kg, karena buat orang mungil yang sering bawa laptop ke mana-mana, ringan itu memang nilai plus banget. Tapi setelah baca sampai bagian durability test dan keamanan datanya, duuuh ko makin tertarik banget nih. Kemampuan AI lokalnya juga bikin penasaran. Ko bisa secanggih itu bantu transkripsi, penerjemahan, sampai kerjaan meeting. Kayanya praktis banget ya, apalagi buat kerjaan yang berhubungan sama data. Ditambah layar 3K Tandem OLED sampai 1400 nits dan baterai yang bisa sampai 26 jam...aku mau bangeeet toloooooong.
ReplyDelete