ABOUT ALIENDA SOPHIA

Manda (Mama Alienda) adalah seorang Mama pemula yang memiliki dua orang putri cantik berdekatan usia. Putri pertama, Nayyara lahir tahun 2015, dan Mysha lahir tahun 2017. Manda lulusan desain interior yang saat ini fokus bekerja dari dalam rumah. Manda kini menikmati kesehariannya, setelah sebelumnya memutuskan berhenti bekerja di ranah publik saat lahir Nayyara di tahun 2015.  Pemilik golongan darah langka (O rhesus negatif-) ini, sangat menyukai hal-hal yang indah dipandang. Kenal lebih dekat si pembelajar visual yang selalu bersemangat menceritakan gempita warna warni yang terekam dalam kepalanya.
Read More
Categories

Restoran yang ramai selalu memiliki keistimewaan tersendiri. Bisa dari rasa makanan, menu, konsep, interior Instagramable, sampai dengan teknik pemasaran yang out of the box. Namun viral belum tentu lancar bertahan. Bisa jadi viral setahun, dua tahun, lalu terpaksa gulung tikar. Melalui restoran yang telah bertahan semenjak tahun 2014, Manda mencoba mengupas kunci utama kelancaran bisnis Lacamera Coffee.



Lacamera Coffee terletak di Jl. Naripan No. 99 Bandung. Restoran yang menyediakan berbagai menu mulai dari western hingga menu khas Nusantara hadir di sini. Berkonsep interior tropis, Lacamera Coffee menyuguhkan nuansa kenyamanan tersendiri. Selain cocok untuk berkumpul bersama keluarga, Lacamera Coffee menjadi pilihan bagi pekerja kantoran maupun pelajar. Alasannya satu, sejak restoran ini dibuka, jaringan WiFi di sini sangat lancar. 

Rupanya bukan hanya diperuntukan bagi pelanggan, internet menjadi kunci utama kelancaran bisnis Lacamera.

Tidak dipungkiri lagi saat ini internet menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi bisnis kuliner. Sama halnya yang terjadi di  Lacamera Coffee. Menurut Bapak Trevi, manajer Lacamera Coffee, manfaat internet bagi restoran adalah pendukung utama bagi berjalannya operasional secara paripurna. Di sini, internet digunakan di hampir semua bagian operasional. Hal ini dikarenakan hampir semua operasional Lacamera didukung oleh berbagai aplikasi yang bersifat daring. Berikut adalah bagian dari operasional Lacamera Coffee yang dialiri internetnya Indonesia.

Buku Menu

Tampilan menu makanan dan minuman yang digunakan di Lacamera Coffee selain tersedia secara fisik, juga dapat dilihat melalui scan barcode yang tersedia di seluruh meja. Selain itu, barcode dapat diakses melalui akun Instagram resmi Lacamera Coffee. Hal ini dirasa sangat memudahkan. Terutama ketika kita berniat untuk melakukan reservasi menu terlebih dahulu. Menu jadi bisa diakses secara virtual di manapun dan kapanpun. 



Sistem Penjualan

Menu Lacamera Coffee selain bisa dinikmati secara langsung on the spot, juga menerima pelayanan Delivery Service melalui aplikasi Gofood dan Grabfood. Paket dan promo yang variatif dapat juga dinikmati sesuai dengan ketentuan dari aplikasi yang berlaku. Disaat kita merasa haus kemudian ngidam Bobba Laca, kita tinggal ambil ponsel dan pesan melalui aplikasi tersebut. 



Sistem Pembayaran

Cara pembayaran di Lacamera Coffee termasuk sangat lengkap. Selain melayani pembayaran secara tunai, Lacamera Coffee menyediakan cara pembayaran tunai yang aksesnya juga menggunakan internet. Untuk alat pembayaran non tunai, Lacamera Coffee menyediakan pembayaran kartu baik Debit maupun kredit menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture). 



Selain mesin EDC, Lacamera juga menerima pembayaran melalui uang elektronik seperti GoPay, OVO, dan ShopeePay.

Untuk pembayaran, Lacamera juga menggunakan aplikasi kasir yang terakses secara daring, Moka. Aplikasi kasir berbasis Cloud ini menyebut dirinya sebagai aplikasi yang dibangun untuk membantu dan meningkatkan sistem kasir yang ada dalam sebuah usaha. 

Baca juga tips wirausaha :

https://www.aliendasophia.com/2022/03/gaptek-tapi-mau-wirausaha-yuk-naik.html

Pembukuan

Selain itu, Lacamera memiliki catatan bisnis yang rapi dan tersentralisasi dalam perangkat lunak akuntansi berbasis daring, Mekari Jurnal. Fungsinya sebagai perangkat lunak pencatat, pengolah dan penampil data transaksi akuntansi bisnis (seperti pembukuan, laporan keuangan, pembuatan invoice, dan neraca keuangan) yang dapat diakses secara daring dan real-time. Hal ini sangat memudahkan bagi pengelola untuk memeriksa sesuai kebutuhan, kapan dan dari manapun.

Sistem Keamanan

Sistem keamanan Lacamera Coffee salah satunya melalui pemasangan CCTV yang dapat diakses juga secara real-time oleh pengelola. Sehingga pemeriksaan keamanan dapat dilakukan secara berkala dengan baik. 

Hiburan/Entertainment 

Lacamera Coffee menyajikan internet cepat WiFi yang dapat diakses oleh pelanggan. Tak heran bila Lacamera Coffee lalu kerap dijadikan pilihan terbaik untuk acara-acara berkumpul. Acara yang biasa diadakan di sini antara lain adalah acara kantor, rapat bisnis, arisan,  tugas kelompok mahasiswa, ulang tahun anak sampai dewasa, pertunangan, live streaming, konferensi pers, dan masih banyak lagi.


Lacamera juga menyediakan hari khusus bagi penikmat musik untuk menonton penampilan live band pada hari-hari tertentu. Persiapan live band seperti alat mixer juga menggunakan koneksi internet.




Semua teknis operasional ini membutuhkan kekuatan internet yang memadai. Salah satu penyedia layanan internet yang menyuguhkan kecepatan tinggi adalah IndiHome dari Telkom Indonesia. IndiHome memberikan berbagai paket terbaik yang dapat dipilih oleh para pelaku bisnis.




Saat duduk di bangku sekolah kita terbiasa mengenal penggolongan darah manusia antara lain A, B, O, dan AB. Itu saja. Tanpa memahami adanya beberapa varian lain di dunia ini. Terdapat juga penggolongan darah berdasarkan Rhesus yang dibagi ke dalam Rhesus positif dan Rhesus negatif.

Sebagian besar penduduk dunia memiliki golongan darah dengan Rhesus positif. Sementara berdasarkan Rhesusnegatif.com pemilik golongan darah Rhesus negatif hanya 15% dari populasi manusia di dunia dan 1% di Indonesia. Oleh karena itu para pemilik golongan darah Rhesus negatif biasa dikenal sebagai manusia langka. 



Tahun 2009 merupakan pertama kali bagi Manda untuk mengetahui sebuah fakta. Manda merupakan satu dari 15% manusia langka tersebut. Saat pertama kali mencoba menyumbangkan darah di PMI Kota Bandung, Manda diketahui memiliki golongan darah O Rhesus negatif. Saat itu, petugas setempat memberi pengertian singkat, bahwa Manda tidak bisa sembarangan mendapat transfusi. Saat itu, belum sedikit pun terbesit soal tantangan yang akan dihadapi.

Perjalanan kemudian membawa Manda berkecimpung dalam dunia donor darah. Tentunya donor bagi para pemilik golongan darah langka yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

 Hai hai TemaNda bagaimana kabarnya hari ini? Liburan lebaran hampir berakhir tentunya menyisakan berbagai kenangan baru. Ada yang menjelajahi tempat baru, ada juga yang melakukan perjalanan bersilaturahmi dengan sanak saudara, seperti Manda. Perjalanan mudik Manda dan keluarga tahun ini terasa seru sekali. Tentunya perjalanan puasanya juga tidak kalah seru!


 Hai hai TemaNda bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu ya!

Semenjak pandemi hadir di tengah bumi pertiwi, rasanya kreativitas sebagai seorang ibu semakin ditantang untuk lebih melejit lagi. Budaya baru sekolah dan bekerja dari dalam rumah membuat setiap ibu dituntut untuk bertambah lentur menghadapi perubahan. Terutama saat kehidupan perekonomian keluarga turut terdampak pandemi. 

Peran ibu yang turut membantu perekonomian suami semakin bertambah. Tidak sedikit usaha menengah dan mikro (UMKM) yang baru hadir dan menjamur menyikapi maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).  Banyak diantaranya dirintis oleh ibu rumah tangga.

Sebagai pelaku usaha bidang jasa seperti Manda, sangat terasa efek pandemi ini. Sempat terbesit niatan membuka usaha di bidang kuliner kecil-kecilan. Bidang kuliner Manda rasa merupakan bidang usaha yang target marketnya signifikan. Tapi banyak keraguan untuk melanjutkan usaha ini karena merasa ilmu usahanya masih terlampau dangkal. 

Bagai gayung bersambut, Manda Qadarullah berkesempatan mengikuti Webinar yang keren banget. Tajuk Webinar ini adalah "UMKM Naik Kelas : Produksi Pangan Sesuai Standar dan Strategi Pemasaran Berbasis Digital". Webinar ini terselenggara berkat kolaborasi apik antara Frisian Flag dan Dapur Ibu Bersama. 

Webinar ini berfokus kepada peningkatan usaha di bidang kuliner. Berdasarkan presentasi Kak Stefanie Kurniadi, industri makanan dan minuman adalah industri yang sangat menjanjikan pada masa pandemi ini. Dibuktikan dengan peningkatan industri makanan dan minuman mencapai 2,45% pada kuartal I-2021. Pertumbuhan ini merupakan salah satu yang tertinggi di sektor industri pengolahan. Selain itu industri ini diyakini sebagai industri yang menyerap tenaga paling banyak.

Yuk simak keseruan dan rangkuman ilmu yang Manda dapat dari webinar keren ini untuk membuat usaha kita naik kelas.



 Hai hai TemaNda, pernah gak sih merasa bermasalah banget sama yang namanya rambut? Manda nih berasa banget saat kemarin pulang dari pantai. Rambut lepek banget setiap buka kerudung. Hawa panas membuat semakin seru deh rambut, ya rontok, ya bercabang, lepek-lepek gemas jadinya.

Kalau sudah begini bawannya tentu mempengaruhi mood. Kepala rasanya tidak nyaman dan bete deh. Lalu Manda berpikir lagi, jangan-jangan ini efek keseringan ganti shampoo yang kurang cocok.


 Hai hai TemaNda bagaimana kabarnya hari ini? Sudah mandi belum? Manda baru saja nyobain mandi pakai produk barunya Scarlett nih! Setelah sebelumnya keracunan berbagai produk Scarlett dari mulai Body Scrub, Lotion, sampai Face Care, ada lanjutannya nih. Manda sekarang mulai ketagihan mandi dengan varian barunya Body Scrub Scarlett yang viral. 


Setelah pulang dari pantai bulan lalu, kulit Manda terasa sekali kering dan mulai menggelap. Hawa panas pantai sepertinya sedikit mengikis usaha Manda untuk memutihkan kulit. Meskipun sudah melakukan langkah preventif seperti tidak keluar di tengah hari dan selalu menggunakan lotion sunscreen SPF 50, rupanya kulit Manda tetap terdampak.

Sebagai usaha mengembalikan kelembapan dan cahaya ilahi dari kulit Manda (ish maaf lebay), Manda mulai kembali merutinkan penggunaan rangkaian body care. Pastinya menggunakan produk Scarlett yang sudah membuat jatuh cinta beberapa bulan terakhir ya Bun.

 Hai hai TemaNda!

Pandemi saat ini telah mengubah berbagai kebiasaan dan kebutuhan hidup setiap masyarakat Indonesia. Masyarakat yang berprofesi sebagai karyawan akhirnya mencoba untuk membuka usaha ataupun mengambil kesempatan bekerja jarak jauh secara daring. Namun menjadi wirausaha tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Berbagai kebutuhan yang perlu dimiliki sebagai modal dasar, terkadang membuat kita berpikir ulang untuk memulai sebuah usaha.


Tidak adanya modal berupa uang, barang, maupun skill kerap menjadi tantangan tersendiri bagi siapa saja yang berminat membuka sebuah usaha. Selain itu tidak sedikit calon pengusaha yang terhambat oleh rasa khawatir akan kegagalan.

Hambatan ini rupanya telah dipahami pemerintah yang saat ini mulai menyalurkan pembiayaan melalui Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Melalui berbagai lembaga bukan bank, PIP telah menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp 17,16 triliun kepada 5,1 juta debitur sejak 2017 sampai dengan 9 Desember 2021.

Diketahui sesuai pemaparan Aditya Surya Permana, Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi BLU PIP, jangkauan penyaluran pembiayaan sudah pada 503 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Penyaluran biaya ini tidak begitu saja dilakukan tanpa adanya pendampingan. Setiap Local Hero yang mendapatkan pembiayaan dari PIP UMi juga berhak mendapatkan beberapa pelatihan yang disedikan oleh pihak BLU PIP.

Bermula dari ketertarikan ini, Manda akhirnya  berjumpa dengan seorang Local Hero yang telah berdaya dengan pembiayaan PIP UMi. Beliau adalah Ibu Midia Lena, seorang ibu dari tiga orang anak yang membuka usaha makanan ringan (snack box) dari dalam rumah. Yuk kenalan lebih jauh dengan Ibu Media Lena.

Dimulainya Perjalanan Usaha

Tahun 2003 merupakan perjalanan awal bagi Ibu Midia Lena. Setelah memutuskan pindah tempat tinggal dan berdomisili di daerah Panongan Tangerang pada tahun 2002, setahun berikutnya Ibu Midia Lena mulai merintis usaha keripik singkong. Diakui Ibu Midia Lena, usaha keripik singkongnya tergolong sukses dan memiliki banyak pelanggan. 

Setelah beberapa tahun berjalan, kondisi moneter negara membuat harga bahan baku usaha keripik singkong menjulang tinggi. Ibu Midia Lena terpaksa menghentikan usahanya memproduksi keripik singkong. 


Selain usaha keripik singkong, Ibu Midia Lena yang berasal dari Palembang juga merintis usaha pempek. Semenjak produksi keripik singkong berhenti, Ibu Midia Lena berfokus melakukan usaha pemesanan pempek dan berbagai makanan sejenis kue basah. Semua usaha dijalani tahun demi tahun dengan baik dan berkembang.

Usaha dilakukan sendiri oleh Ibu Midia Lena dengan bantuan anak gadisnya yang telah beranjak dewasa. Usaha yang dilakukan di kediaman pribadinya ini telah menjadi bagian dari keseharian Ibu Midia Lena selain mengurus rumah tangga. 

Saat masa lebaran tiba, pesanan dari para pelanggan untuk bingkisan lebaran cenderung meningkat. Pada saat meningkatnya pesanan, Ibu Midia Lena akan meminta bantuan kepada anak dan tetangganya.

Perkenalan dengan PIP UMi

Setelah bertahun-tahun menjalani usahanya, Ibu Midia Lena akhirnya berkenalan dengan pemodalan PIP UMi. Bersama 14 orang lain dalam grup, Ibu Midia Lena rutin melakukan pertemuan rutin bersama untuk menjalankan pemodalan PIP UMi yang didistribusikan melalui koperasi Abdi Kerta Raharja. Berbagai pengalaman menjalankan pemodalan kredit bersama ini dilalui tanpa ada kendala berarti.

Sampai akhirnya pada bulan November 2021 Ibu Midia Lena dengan rekannya menjadi perwakilan dari Panongan guna mengikuti pelatihan yang diadakan oleh PIP UMI. Pelatihan yang berjalan selama dua hari tersebut memberikan pemahaman kepada debitur untuk dapat menjalankan usaha dengan cara revolusi 4.0.

Berbagai opsi pemasaran secara digital dipaparkan untuk dapat digunakan dalam usaha yang dijalankan para debitur. Salah satu materi yang didapatkan adalah penggunaan Grab Food sebagai mitra usaha untuk memasarkan produk.

Produk Usaha 

Berbagai jenis makanan ringan dengan bentuk snack box dapat dipesan kepada Ibu Midia Lena. Usaha makanan ringan ini beliau berikan nama Samirasa. Berbagai jenis kue basah seperti wingko, kue pisang dan kue lainnya dapat dipesan dengan sistem Pre-order. Selain makanan ringan dan kue basah Ibu Midia Lena juga menerima berbagai pemesanan nasi kotak, lauk pauk, seperti garang asam, atau ayam goreng, sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Ibu Midia Lena dengan Samirasanya telah melakukan banyak pesanan semenjak tahun 2003. Lokasi pengiriman terjauh pernah sampai daerah Jawa Tengah dan pulau Kalimantan. Ibu Midia Lena juga menceritakan bagaimana produk miliknya tidak menggunakan pengawet dan dibuat fresh langsung dikemas dan dikirim pada malam hari untuk memastikan produknya sampai dengan keadaan baik kepada pelanggan. 

Pempek sebagai produk best seller dari Samirasa menerima pesanan ke luar daerah yang terjangkau Next Day Service untuk mencegah produk menjadi basi. 

Bagi yang berminat mencoba jajanan khas Samirasa, jangan ragu-ragu untuk segera memesan dengan menghubungi kepada Ibu Midia Lena langsung klik link berikut. Ibu Midia Lena juga memasarkan berbagai produknya melalui akun Instagram @midia.lena.ms. Untuk lokasi pemesanan, Samirasa milik Ibu Midia Lena bertempat di Perumahan Graha Mitra Citra Panongan Tangerang.


#PIPUMi #UMiUntukNegeri

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS