ABOUT ALIENDA SOPHIA

Manda (Mama Alienda) adalah seorang Mama dari 3 orang anak, 2 putri cantik dan seorang putra tampan. Putri pertama, Nayyara lahir tahun 2015, dan Mysha lahir tahun 2017, lalu El yang lahir di 2025. Manda lulusan desain interior yang saat ini fokus bekerja dari dalam rumah. Manda kini menikmati kesehariannya, setelah sebelumnya memutuskan berhenti bekerja di ranah publik saat lahir Nayyara di tahun 2015.  Pemilik golongan darah langka (O rhesus negatif-) ini, sangat menyukai hal-hal yang indah dipandang. Kenal lebih dekat si pembelajar visual yang selalu bersemangat menceritakan gempita warna warni yang terekam dalam kepalanya.
Read More
Categories

Hai hai TemaNda!

Pernah gak sih, kita memilih laptop bukan cuma karena spesifikasinya bagus, tetapi juga mempertimbangkan daya tahan, desain, sampai layanan purnajualnya? Apalagi buat kita yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan, membuat konten, mengurus keluarga, dan berbagai aktivitas lainnya. Rasanya sayang banget kalau laptop yang menjadi andalan justru merepotkan saat dibutuhkan.

Nah, Kamis, 22 Oktober 2026 lalu, Manda berkesempatan menghadiri acara ASUS No.1 Quality & Service Media Gathering Bandung 2026 yang berlangsung di Ballroom 1 Hilton Hotel Bandung. Dalam acara ini, ASUS memperkenalkan berbagai rekomendasi laptop terbaik 2026 dengan keunggulan yang gak hanya berfokus pada performa, tetapi juga ketahanan, desain, teknologi AI, dan layanan purnajual.

Menariknya, ada banyak hal yang bisa kita eksplorasi di acara ini. Mulai dari menyaksikan langsung pengujian ketahanan laptop, mengenal pilihan warna yang lebih personal, sampai melihat bagaimana kecerdasan buatan bisa membantu pekerjaan kreatif.

Buat Manda yang sehari-hari menjalani aktivitas sebagai lifestyle blogger dan content creator, perkembangan teknologi seperti ini tentu menarik banget untuk disimak. Yuk, kita kenalan lebih jauh dengan inovasi terbaru ASUS!

Hai hai TemaNda!

Menjadi seorang perempuan yang sudah berkeluarga rasanya selalu punya banyak hal untuk dipikirkan. Mulai dari kebutuhan anak, urusan rumah, kondisi keuangan, sampai berbagai rencana yang ingin diwujudkan. Kadang, sebelum sempat memikirkan kebutuhan diri sendiri, kita sudah lebih dulu sibuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Manda percaya, setiap perempuan punya cerita dan tantangannya masing masing. Ada yang menjalani rutinitas sebagai pekerja kantoran, ada yang bekerja dari rumah, ada pula yang mengurus keluarga sambil tetap berusaha mengembangkan potensi dirinya.

Apa pun bentuk kesehariannya, satu hal yang sering terlupakan adalah kebutuhan untuk beristirahat secara mental. Kita bisa saja terlihat baik baik saja dari luar, padahal ada banyak hal yang diam diam memenuhi pikiran.

Bicara soal kiamat sampah. TemaNda, masih ingat cerita tentang TPA Sarimukti yang mulai kelebihan kapasitas dan membatasi penerimaan sampah? Ketika tempat pembuangan akhir mulai kewalahan, sampah pun ikut menumpuk di berbagai penjuru Kota Bandung. Dari sini kita belajar satu hal sederhana, lahan sebesar apa pun pada akhirnya tidak akan sanggup menampung jutaan sampah yang terus diproduksi setiap hari kalau semuanya hanya berakhir di tempat pembuangan. 

Tapi bagaimana kalau ancaman kiamat sampah itu justru bisa kita hadapi dengan cara yang berbeda? Bukan sekadar mengurangi sampah, tetapi mengubahnya menjadi sesuatu yang punya nilai dan manfaat. Bahkan, dari persoalan sampah kita bisa bergerak menuju cita-cita Kota Bintang Lima Harga Kaki Lima, sebuah gagasan yang terasa menarik tentang kota yang bersih, nyaman, produktif, tetapi tetap terjangkau bagi masyarakat.

Jejak menuju gagasan itulah yang Manda temukan saat mengikuti pemaparan Bank Sampah Induk Bersinar di Spoonful Room Inc D'Botanica Mall, 9 September 2025 lalu . Dengan berbagai program dan arah pengembangan yang terus berjalan secara konsisten, gerakan Bank Sampah Induk Bersinar ini sudah dimulai sejak 27 September 2014 oleh Fifie Rahardja. Lebih dari sekadar tempat mengumpulkan sampah, Bank Sampah Induk Bersinar menunjukkan bahwa ketika sampah dipandang sebagai sumber daya, persoalan yang selama ini dianggap merepotkan ternyata bisa membuka peluang baru.

Hai hai TemaNda!

Rabu lalu, Manda berkesempatan datang ke sebuah acara yang digelar Bank Sampah Induk Bersinar di Spoonful Rooms Inc D'Botanica Mall Bandung. Awalnya Manda pikir acaranya hanya akan berkutat di soal memilah sampah dan pengelolaan bank sampah. Ternyata lebih dari itu. Di sana Manda bertemu dengan karyawan, pengelola mall, beberapa praktisi lingkungan, sampai para pengusaha yang sedang mencoba membuat sesuatu yang lebih jauh dari sekadar mengumpulkan sampah.

Salah satu yang menarik perhatian Manda adalah pertemuan dengan Kak Devina, Bandung Market Development Director dari PT Norita Flexindo.

Dari obrolan tersebut, Manda baru tahu bahwa ada teknologi yang memungkinkan sampah plastik multimaterial, termasuk sampah seperti bungkus kopi dan vacuum bag, diolah kembali menjadi pellet plastik.

Buat yang awam seperti Manda, pellet mungkin terdengar seperti benda asing atau malah mengingatkan dengan nama makanan ikan. Padahal pellet yang dimaksud adalah digunakan untuk menggambarkan bahan organik atau material yang dipadatkan menjadi bentuk butiran kecil silinder. Dan dari pellet inilah berbagai produk plastik baru bisa dibuat. 

Jadi alurnya bukan sekadar sampah dikumpulkan, lalu selesai. Akan tetapi sampah tersebut masuk lagi ke proses produksi. Dan yang lebih menarik lagi, dari pellet tersebut ternyata sudah menghasilkan sample helm. Wow, helm dari sampah, itu sesuatu banget sih menurut Manda.

Selengkapnya kalian bisa baca di sini : https://www.noritaflexindo.net/ulangi-lagi

19 tahun bukanlah waktu yang singkat.

Selama itu pula, ada begitu banyak cerita yang lahir, tulisan yang ditorehkan, buku yang diterbitkan, komunitas yang tumbuh, dan inspirasi yang dibagikan melalui perjalanan Indscript Creative.

Sabtu, 5 September 2026, perjalanan panjang tersebut dirayakan dalam suasana yang istimewa di Hotel Savoy Homann Bandung. Ratusan peserta dari berbagai komunitas berkumpul dalam Milad ke-19 Indscript Creative bertajuk “From Writing to Inspiring”, dengan semangat “Menulis untuk Diri, Berbagi untuk Negeri, Menginspirasi untuk Dunia.”

Namun, rasanya perayaan kali ini bukan sekadar tentang angka 19.

Ada sesuatu yang jauh lebih besar untuk dibawa. Tentang bagaimana sebuah tulisan yang mungkin awalnya hanya lahir dari pengalaman pribadi, perlahan dapat menjadi karya, dibagikan kepada orang lain, melahirkan inspirasi, membuka peluang kolaborasi, bahkan tumbuh menjadi gerakan.

Dan hari itu, semua semangat tersebut seperti berkumpul dalam satu tempat.

Ada buku-buku baru yang diluncurkan, cerita di balik berbagai proyek literasi, networking antarkomunitas, gerakan literasi, kegiatan sosial, penghargaan, hingga berbagai aktivitas yang membuat suasana Milad terasa semakin hangat.

Dari menulis, kemudian berbagi. Dari berbagi, lahirlah inspirasi. Dan dari inspirasi, siapa tahu akan tumbuh perubahan.

Itulah semangat yang terasa dalam perayaan 19 tahun Indscript Creative.

TemaNda,

Ada kalanya alam memberikan pengingat dengan cara yang membuat kita tertegun.

Seperti beberapa hari terakhir, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. Aktivitas gunung api di Selat Sunda itu tidak hanya menjadi perhatian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung, tetapi juga terasa dampaknya hingga wilayah yang cukup jauh.

Abu vulkanik bahkan mencapai wilayah Jawa Barat. Pada 6 September 2026, Bandara Husein Sastranegara Bandung sempat menghentikan operasional sementara akibat sebaran abu vulkanik. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah penerbangan dan ribuan calon penumpang.

Sebelumnya, warga Bandung Raya juga dibuat bertanya-tanya oleh suara dentuman yang terdengar pada dini hari 5 September.

Mungkin bagi sebagian orang, itu hanya suara dari kejauhan.

Namun bagi sebagian lainnya, dentuman tersebut bisa menghadirkan rasa cemas yang sulit dijelaskan.

Apalagi bagi mereka yang pernah mengalami bencana.

Karena ternyata, bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan. Ia juga bisa meninggalkan ingatan panjang di dalam diri manusia.

Hai hai TemaNda!

Kemarin Manda sempat mampir ke laman Lifestyle Blogger Madura. Lalu bak ketimpa ilham (bukan Pak Ilham ya), jadi kepikiran gitu pingin buat tulisan yang bertemakan keuangan keluarga. Dan yang paling dekat kan memang isu yang lalu saat di 2024 Manda mulai hamil kembali. Bahas keuangan keluarga buat Manda sendiri cukup up and down ya. Jadi nantinya kalau tulisan ini agak berbau curhat colongan mohon dimaklumi, wkwk.

Kehadiran buah hati tentunya selalu membawa kebahagiaan. Namun, bagi Manda, kali ini tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran anak juga membawa konsekuensi finansial yang membuat isi kepala berputar lebih keras.

Apalagi sejak pandemi Covid-19, rasanya banyak sekali variabel kehidupan yang berubah. Ketika rencana sudah dibuat matang, ketika kita merasa semuanya sudah aman untuk beberapa tahun ke depan, tiba-tiba datang sesuatu yang tidak pernah ada dalam perencanaan.

Safety net jebol.

Pemasukan hilang, kondisi usaha berubah, bahkan berujung pada kebangkrutan dan jeratan utang. Sementara itu, ada dua anak yang tetap harus dihidupi.

Ketika semuanya terjadi, dunia rasanya seperti runtuh.

Namun, bagi kami berdua, atas izin Allah, kami memilih untuk tidak menyerah. Kami mencoba bermain dengan skenario baru yang diberikan kehidupan. Dengan sisa mitigasi yang bisa dilakukan, pemanfaatan aset yang masih ada, mengutamakan prioritas, dan melangkah menuju pemulihan secara disiplin, perlahan kami mulai menata kembali masa depan keluarga.

Lalu di tengah kondisi tersebut, Manda justru kembali hamil. Alhamdulillah ala kulli hal.

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS