Hai hai TemaNda!
Pernah gak sih terpikir ke mana perginya sampah setelah keluar dari rumah? Setiap hari dalam aktivitas harian kita, kita terbiasa membuang sisa makanan, botol plastik, kardus belanja online, hingga kemasan berbagai produk. Jangankan begitu, baru saja tadi saat kami sekeluarga olah raga sore, gak sengaja lihat tumpukan sampah yang belum dipilah menggunung di sekitar rumah tetangga. Yang begitu nantinya kantong sampah diangkut petugas, dirasa urusan sudah selesai. Padahal, perjalanan sampah justru baru dimulai.
Cara pandang inilah yang perlahan mulai berubah melalui konsep Ekonomi Sirkular Indonesia. Berbeda dengan pola lama yang menganggap sampah sebagai akhir dari sebuah produk, ekonomi sirkular melihat sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat diolah kembali menjadi bahan baku, produk baru, bahkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Bagi Manda, konsep ini terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai ibu rumah tangga, jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas di rumah ternyata gak sedikit. Mulai dari sisa sayuran, botol air minum, kardus paket, hingga berbagai kemasan plastik. Selama ini mungkin kita hanya fokus membuangnya, tanpa menyadari bahwa sebagian besar masih memiliki manfaat jika dipilah sejak awal.
Inilah mengapa perubahan besar sebenarnya dapat dimulai dari rumah.





