ABOUT ALIENDA SOPHIA

Manda (Mama Alienda) adalah seorang Mama pemula yang memiliki dua orang putri cantik berdekatan usia. Putri pertama, Nayyara lahir tahun 2015, dan Mysha lahir tahun 2017. Manda lulusan desain interior yang saat ini fokus bekerja dari dalam rumah. Manda kini menikmati kesehariannya, setelah sebelumnya memutuskan berhenti bekerja di ranah publik saat lahir Nayyara di tahun 2015.  Pemilik golongan darah langka (O rhesus negatif-) ini, sangat menyukai hal-hal yang indah dipandang. Kenal lebih dekat si pembelajar visual yang selalu bersemangat menceritakan gempita warna warni yang terekam dalam kepalanya.
Read More
Categories

 Hai hai TemaNda bagaimana kabarnya hari ini? Liburan lebaran hampir berakhir tentunya menyisakan berbagai kenangan baru. Ada yang menjelajahi tempat baru, ada juga yang melakukan perjalanan bersilaturahmi dengan sanak saudara, seperti Manda. Perjalanan mudik Manda dan keluarga tahun ini terasa seru sekali. Tentunya perjalanan puasanya juga tidak kalah seru!


 Hai hai TemaNda bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu ya!

Semenjak pandemi hadir di tengah bumi pertiwi, rasanya kreativitas sebagai seorang ibu semakin ditantang untuk lebih melejit lagi. Budaya baru sekolah dan bekerja dari dalam rumah membuat setiap ibu dituntut untuk bertambah lentur menghadapi perubahan. Terutama saat kehidupan perekonomian keluarga turut terdampak pandemi. 

Peran ibu yang turut membantu perekonomian suami semakin bertambah. Tidak sedikit usaha menengah dan mikro (UMKM) yang baru hadir dan menjamur menyikapi maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).  Banyak diantaranya dirintis oleh ibu rumah tangga.

Sebagai pelaku usaha bidang jasa seperti Manda, sangat terasa efek pandemi ini. Sempat terbesit niatan membuka usaha di bidang kuliner kecil-kecilan. Bidang kuliner Manda rasa merupakan bidang usaha yang target marketnya signifikan. Tapi banyak keraguan untuk melanjutkan usaha ini karena merasa ilmu usahanya masih terlampau dangkal. 

Bagai gayung bersambut, Manda Qadarullah berkesempatan mengikuti Webinar yang keren banget. Tajuk Webinar ini adalah "UMKM Naik Kelas : Produksi Pangan Sesuai Standar dan Strategi Pemasaran Berbasis Digital". Webinar ini terselenggara berkat kolaborasi apik antara Frisian Flag dan Dapur Ibu Bersama. 

Webinar ini berfokus kepada peningkatan usaha di bidang kuliner. Berdasarkan presentasi Kak Stefanie Kurniadi, industri makanan dan minuman adalah industri yang sangat menjanjikan pada masa pandemi ini. Dibuktikan dengan peningkatan industri makanan dan minuman mencapai 2,45% pada kuartal I-2021. Pertumbuhan ini merupakan salah satu yang tertinggi di sektor industri pengolahan. Selain itu industri ini diyakini sebagai industri yang menyerap tenaga paling banyak.

Yuk simak keseruan dan rangkuman ilmu yang Manda dapat dari webinar keren ini untuk membuat usaha kita naik kelas.



 Hai hai TemaNda, pernah gak sih merasa bermasalah banget sama yang namanya rambut? Manda nih berasa banget saat kemarin pulang dari pantai. Rambut lepek banget setiap buka kerudung. Hawa panas membuat semakin seru deh rambut, ya rontok, ya bercabang, lepek-lepek gemas jadinya.

Kalau sudah begini bawannya tentu mempengaruhi mood. Kepala rasanya tidak nyaman dan bete deh. Lalu Manda berpikir lagi, jangan-jangan ini efek keseringan ganti shampoo yang kurang cocok.


 Hai hai TemaNda bagaimana kabarnya hari ini? Sudah mandi belum? Manda baru saja nyobain mandi pakai produk barunya Scarlett nih! Setelah sebelumnya keracunan berbagai produk Scarlett dari mulai Body Scrub, Lotion, sampai Face Care, ada lanjutannya nih. Manda sekarang mulai ketagihan mandi dengan varian barunya Body Scrub Scarlett yang viral. 


Setelah pulang dari pantai bulan lalu, kulit Manda terasa sekali kering dan mulai menggelap. Hawa panas pantai sepertinya sedikit mengikis usaha Manda untuk memutihkan kulit. Meskipun sudah melakukan langkah preventif seperti tidak keluar di tengah hari dan selalu menggunakan lotion sunscreen SPF 50, rupanya kulit Manda tetap terdampak.

Sebagai usaha mengembalikan kelembapan dan cahaya ilahi dari kulit Manda (ish maaf lebay), Manda mulai kembali merutinkan penggunaan rangkaian body care. Pastinya menggunakan produk Scarlett yang sudah membuat jatuh cinta beberapa bulan terakhir ya Bun.

 Hai hai TemaNda!

Pandemi saat ini telah mengubah berbagai kebiasaan dan kebutuhan hidup setiap masyarakat Indonesia. Masyarakat yang berprofesi sebagai karyawan akhirnya mencoba untuk membuka usaha ataupun mengambil kesempatan bekerja jarak jauh secara daring. Namun menjadi wirausaha tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Berbagai kebutuhan yang perlu dimiliki sebagai modal dasar, terkadang membuat kita berpikir ulang untuk memulai sebuah usaha.


Tidak adanya modal berupa uang, barang, maupun skill kerap menjadi tantangan tersendiri bagi siapa saja yang berminat membuka sebuah usaha. Selain itu tidak sedikit calon pengusaha yang terhambat oleh rasa khawatir akan kegagalan.

Hambatan ini rupanya telah dipahami pemerintah yang saat ini mulai menyalurkan pembiayaan melalui Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Melalui berbagai lembaga bukan bank, PIP telah menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp 17,16 triliun kepada 5,1 juta debitur sejak 2017 sampai dengan 9 Desember 2021.

Diketahui sesuai pemaparan Aditya Surya Permana, Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi BLU PIP, jangkauan penyaluran pembiayaan sudah pada 503 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Penyaluran biaya ini tidak begitu saja dilakukan tanpa adanya pendampingan. Setiap Local Hero yang mendapatkan pembiayaan dari PIP UMi juga berhak mendapatkan beberapa pelatihan yang disedikan oleh pihak BLU PIP.

Bermula dari ketertarikan ini, Manda akhirnya  berjumpa dengan seorang Local Hero yang telah berdaya dengan pembiayaan PIP UMi. Beliau adalah Ibu Midia Lena, seorang ibu dari tiga orang anak yang membuka usaha makanan ringan (snack box) dari dalam rumah. Yuk kenalan lebih jauh dengan Ibu Media Lena.

Dimulainya Perjalanan Usaha

Tahun 2003 merupakan perjalanan awal bagi Ibu Midia Lena. Setelah memutuskan pindah tempat tinggal dan berdomisili di daerah Panongan Tangerang pada tahun 2002, setahun berikutnya Ibu Midia Lena mulai merintis usaha keripik singkong. Diakui Ibu Midia Lena, usaha keripik singkongnya tergolong sukses dan memiliki banyak pelanggan. 

Setelah beberapa tahun berjalan, kondisi moneter negara membuat harga bahan baku usaha keripik singkong menjulang tinggi. Ibu Midia Lena terpaksa menghentikan usahanya memproduksi keripik singkong. 


Selain usaha keripik singkong, Ibu Midia Lena yang berasal dari Palembang juga merintis usaha pempek. Semenjak produksi keripik singkong berhenti, Ibu Midia Lena berfokus melakukan usaha pemesanan pempek dan berbagai makanan sejenis kue basah. Semua usaha dijalani tahun demi tahun dengan baik dan berkembang.

Usaha dilakukan sendiri oleh Ibu Midia Lena dengan bantuan anak gadisnya yang telah beranjak dewasa. Usaha yang dilakukan di kediaman pribadinya ini telah menjadi bagian dari keseharian Ibu Midia Lena selain mengurus rumah tangga. 

Saat masa lebaran tiba, pesanan dari para pelanggan untuk bingkisan lebaran cenderung meningkat. Pada saat meningkatnya pesanan, Ibu Midia Lena akan meminta bantuan kepada anak dan tetangganya.

Perkenalan dengan PIP UMi

Setelah bertahun-tahun menjalani usahanya, Ibu Midia Lena akhirnya berkenalan dengan pemodalan PIP UMi. Bersama 14 orang lain dalam grup, Ibu Midia Lena rutin melakukan pertemuan rutin bersama untuk menjalankan pemodalan PIP UMi yang didistribusikan melalui koperasi Abdi Kerta Raharja. Berbagai pengalaman menjalankan pemodalan kredit bersama ini dilalui tanpa ada kendala berarti.

Sampai akhirnya pada bulan November 2021 Ibu Midia Lena dengan rekannya menjadi perwakilan dari Panongan guna mengikuti pelatihan yang diadakan oleh PIP UMI. Pelatihan yang berjalan selama dua hari tersebut memberikan pemahaman kepada debitur untuk dapat menjalankan usaha dengan cara revolusi 4.0.

Berbagai opsi pemasaran secara digital dipaparkan untuk dapat digunakan dalam usaha yang dijalankan para debitur. Salah satu materi yang didapatkan adalah penggunaan Grab Food sebagai mitra usaha untuk memasarkan produk.

Produk Usaha 

Berbagai jenis makanan ringan dengan bentuk snack box dapat dipesan kepada Ibu Midia Lena. Usaha makanan ringan ini beliau berikan nama Samirasa. Berbagai jenis kue basah seperti wingko, kue pisang dan kue lainnya dapat dipesan dengan sistem Pre-order. Selain makanan ringan dan kue basah Ibu Midia Lena juga menerima berbagai pemesanan nasi kotak, lauk pauk, seperti garang asam, atau ayam goreng, sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Ibu Midia Lena dengan Samirasanya telah melakukan banyak pesanan semenjak tahun 2003. Lokasi pengiriman terjauh pernah sampai daerah Jawa Tengah dan pulau Kalimantan. Ibu Midia Lena juga menceritakan bagaimana produk miliknya tidak menggunakan pengawet dan dibuat fresh langsung dikemas dan dikirim pada malam hari untuk memastikan produknya sampai dengan keadaan baik kepada pelanggan. 

Pempek sebagai produk best seller dari Samirasa menerima pesanan ke luar daerah yang terjangkau Next Day Service untuk mencegah produk menjadi basi. 

Bagi yang berminat mencoba jajanan khas Samirasa, jangan ragu-ragu untuk segera memesan dengan menghubungi kepada Ibu Midia Lena langsung klik link berikut. Ibu Midia Lena juga memasarkan berbagai produknya melalui akun Instagram @midia.lena.ms. Untuk lokasi pemesanan, Samirasa milik Ibu Midia Lena bertempat di Perumahan Graha Mitra Citra Panongan Tangerang.


#PIPUMi #UMiUntukNegeri

 Hai hai TemaNda bagaimana kabarnya hari ini?

Semoga dalam keadaan baik-baik saja ya. Setelah memutuskan untuk menggunakan Scarlett Acne Series, Manda mau mereview bagaimana kondisi wajah Manda setelah satu minggu pemakaian.
Manda mulai rutin menggunakan Scarlett Face Care Acne Series ini setelah merasakan jerawat meradang dan wajah sudah mulai kurang sedap dipandang. Semanjak sering kepanasan setiap lari pagi, kulit Manda mulai berteriak meminta dirawat dengan kasih sayang, aissyedap.
Untuk pemakaian rutin face care ini Manda lakukan setiap pagi dan malam hari ya. 


Review Keadaan Kulit Manda setelah Pemakaian Satu Minggu

Setelah rutin menggunakan Acne Series dari Scarlett Face Care yang Manda rasakan kulit lebih bersih dan yang pasti jerawat berangsur mengempis. Tapi menurut Manda yang sangat terasa adalah kulit terasa lebih kenyal dan elastis juga terlihat lebih sehat. Sudah pasti setelah ini Manda akan terus merutinkan pemakaian Acne Series ini, semoga lebih glowing cling cling ya!



 Hai hai TemaNda

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga dalam keadaan sehat selalu ya. Manda mau cerita pengalaman hormon meningkat dan efek lupa pakai sunscreen setiap lari pagi. Semenjak rutin lari pagi dan sering lupa pakai "pengaman" wajah, satu persatu masalah kulit bermunculan. Paling parahnya adalah jerawat mulai menumpuk dan membuat kurang percaya diri. Pernah gak sih saat melihat diri sendiri di cermin jadi berasa horror sendiri. Nah ini yang belakangan ini Manda alami.

Akhirnya gerah sendiri melihat wajah yang breakout parah. Manda memutuskan untuk mulai menyeleksi beberapa produk skin care yang berada di pasaran. Karena jujurly, untuk pergi ke dokter kulit masih belum ada waktu yang pas. 

Alhasil, mulailah Manda mencari satu persatu referensi produk skincare yang memenuhi syarat. Urusan memilih skincare ini sangat harus teliti, buat wajah masa coba-coba.

Setelah beberapa produk jadi incaran, Manda memutuskan untuk mencoba produk yang lagi viral banget di media sosial, Scarlett Face Care

Sama halnya dengan alasan memilih bodycare, pemilihan produk ini karena memiliki kejelasan dalam keamanan bahan. Pas banget saat ini Scarlett memiliki produk khusus untuk kulit berjerawat Manda, yaitu Acne Series.

Yuk bahas satu persatu alasan dan pertimbangan Manda memilih Acne Series dari Scarlett.



© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS