ABOUT ALIENDA SOPHIA

Manda (Mama Alienda) adalah seorang Mama pemula yang memiliki dua orang putri cantik berdekatan usia. Putri pertama, Nayyara lahir tahun 2015, dan Mysha lahir tahun 2017. Manda lulusan desain interior yang saat ini fokus bekerja dari dalam rumah. Manda kini menikmati kesehariannya, setelah sebelumnya memutuskan berhenti bekerja di ranah publik saat lahir Nayyara di tahun 2015.  Pemilik golongan darah langka (O rhesus negatif-) ini, sangat menyukai hal-hal yang indah dipandang. Kenal lebih dekat si pembelajar visual yang selalu bersemangat menceritakan gempita warna warni yang terekam dalam kepalanya.
Read More
Categories

 Hai hai TemaNda!

Pandemi saat ini telah mengubah berbagai kebiasaan dan kebutuhan hidup setiap masyarakat Indonesia. Masyarakat yang berprofesi sebagai karyawan akhirnya mencoba untuk membuka usaha ataupun mengambil kesempatan bekerja jarak jauh secara daring. Namun menjadi wirausaha tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Berbagai kebutuhan yang perlu dimiliki sebagai modal dasar, terkadang membuat kita berpikir ulang untuk memulai sebuah usaha.


Tidak adanya modal berupa uang, barang, maupun skill kerap menjadi tantangan tersendiri bagi siapa saja yang berminat membuka sebuah usaha. Selain itu tidak sedikit calon pengusaha yang terhambat oleh rasa khawatir akan kegagalan.

Hambatan ini rupanya telah dipahami pemerintah yang saat ini mulai menyalurkan pembiayaan melalui Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Melalui berbagai lembaga bukan bank, PIP telah menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp 17,16 triliun kepada 5,1 juta debitur sejak 2017 sampai dengan 9 Desember 2021.

Diketahui sesuai pemaparan Aditya Surya Permana, Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi BLU PIP, jangkauan penyaluran pembiayaan sudah pada 503 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Penyaluran biaya ini tidak begitu saja dilakukan tanpa adanya pendampingan. Setiap Local Hero yang mendapatkan pembiayaan dari PIP UMi juga berhak mendapatkan beberapa pelatihan yang disedikan oleh pihak BLU PIP.

Bermula dari ketertarikan ini, Manda akhirnya  berjumpa dengan seorang Local Hero yang telah berdaya dengan pembiayaan PIP UMi. Beliau adalah Ibu Midia Lena, seorang ibu dari tiga orang anak yang membuka usaha makanan ringan (snack box) dari dalam rumah. Yuk kenalan lebih jauh dengan Ibu Media Lena.

Dimulainya Perjalanan Usaha

Tahun 2003 merupakan perjalanan awal bagi Ibu Midia Lena. Setelah memutuskan pindah tempat tinggal dan berdomisili di daerah Panongan Tangerang pada tahun 2002, setahun berikutnya Ibu Midia Lena mulai merintis usaha keripik singkong. Diakui Ibu Midia Lena, usaha keripik singkongnya tergolong sukses dan memiliki banyak pelanggan. 

Setelah beberapa tahun berjalan, kondisi moneter negara membuat harga bahan baku usaha keripik singkong menjulang tinggi. Ibu Midia Lena terpaksa menghentikan usahanya memproduksi keripik singkong. 


Selain usaha keripik singkong, Ibu Midia Lena yang berasal dari Palembang juga merintis usaha pempek. Semenjak produksi keripik singkong berhenti, Ibu Midia Lena berfokus melakukan usaha pemesanan pempek dan berbagai makanan sejenis kue basah. Semua usaha dijalani tahun demi tahun dengan baik dan berkembang.

Usaha dilakukan sendiri oleh Ibu Midia Lena dengan bantuan anak gadisnya yang telah beranjak dewasa. Usaha yang dilakukan di kediaman pribadinya ini telah menjadi bagian dari keseharian Ibu Midia Lena selain mengurus rumah tangga. 

Saat masa lebaran tiba, pesanan dari para pelanggan untuk bingkisan lebaran cenderung meningkat. Pada saat meningkatnya pesanan, Ibu Midia Lena akan meminta bantuan kepada anak dan tetangganya.

Perkenalan dengan PIP UMi

Setelah bertahun-tahun menjalani usahanya, Ibu Midia Lena akhirnya berkenalan dengan pemodalan PIP UMi. Bersama 14 orang lain dalam grup, Ibu Midia Lena rutin melakukan pertemuan rutin bersama untuk menjalankan pemodalan PIP UMi yang didistribusikan melalui koperasi Abdi Kerta Raharja. Berbagai pengalaman menjalankan pemodalan kredit bersama ini dilalui tanpa ada kendala berarti.

Sampai akhirnya pada bulan November 2021 Ibu Midia Lena dengan rekannya menjadi perwakilan dari Panongan guna mengikuti pelatihan yang diadakan oleh PIP UMI. Pelatihan yang berjalan selama dua hari tersebut memberikan pemahaman kepada debitur untuk dapat menjalankan usaha dengan cara revolusi 4.0.

Berbagai opsi pemasaran secara digital dipaparkan untuk dapat digunakan dalam usaha yang dijalankan para debitur. Salah satu materi yang didapatkan adalah penggunaan Grab Food sebagai mitra usaha untuk memasarkan produk.

Produk Usaha 

Berbagai jenis makanan ringan dengan bentuk snack box dapat dipesan kepada Ibu Midia Lena. Usaha makanan ringan ini beliau berikan nama Samirasa. Berbagai jenis kue basah seperti wingko, kue pisang dan kue lainnya dapat dipesan dengan sistem Pre-order. Selain makanan ringan dan kue basah Ibu Midia Lena juga menerima berbagai pemesanan nasi kotak, lauk pauk, seperti garang asam, atau ayam goreng, sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Ibu Midia Lena dengan Samirasanya telah melakukan banyak pesanan semenjak tahun 2003. Lokasi pengiriman terjauh pernah sampai daerah Jawa Tengah dan pulau Kalimantan. Ibu Midia Lena juga menceritakan bagaimana produk miliknya tidak menggunakan pengawet dan dibuat fresh langsung dikemas dan dikirim pada malam hari untuk memastikan produknya sampai dengan keadaan baik kepada pelanggan. 

Pempek sebagai produk best seller dari Samirasa menerima pesanan ke luar daerah yang terjangkau Next Day Service untuk mencegah produk menjadi basi. 

Bagi yang berminat mencoba jajanan khas Samirasa, jangan ragu-ragu untuk segera memesan dengan menghubungi kepada Ibu Midia Lena langsung klik link berikut. Ibu Midia Lena juga memasarkan berbagai produknya melalui akun Instagram @midia.lena.ms. Untuk lokasi pemesanan, Samirasa milik Ibu Midia Lena bertempat di Perumahan Graha Mitra Citra Panongan Tangerang.


#PIPUMi #UMiUntukNegeri

 Hai hai TemaNda bagaimana kabarnya hari ini?

Semoga dalam keadaan baik-baik saja ya. Setelah memutuskan untuk menggunakan Scarlett Acne Series, Manda mau mereview bagaimana kondisi wajah Manda setelah satu minggu pemakaian.
Manda mulai rutin menggunakan Scarlett Face Care Acne Series ini setelah merasakan jerawat meradang dan wajah sudah mulai kurang sedap dipandang. Semanjak sering kepanasan setiap lari pagi, kulit Manda mulai berteriak meminta dirawat dengan kasih sayang, aissyedap.
Untuk pemakaian rutin face care ini Manda lakukan setiap pagi dan malam hari ya. 


Review Keadaan Kulit Manda setelah Pemakaian Satu Minggu

Setelah rutin menggunakan Acne Series dari Scarlett Face Care yang Manda rasakan kulit lebih bersih dan yang pasti jerawat berangsur mengempis. Tapi menurut Manda yang sangat terasa adalah kulit terasa lebih kenyal dan elastis juga terlihat lebih sehat. Sudah pasti setelah ini Manda akan terus merutinkan pemakaian Acne Series ini, semoga lebih glowing cling cling ya!



 Hai hai TemaNda

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga dalam keadaan sehat selalu ya. Manda mau cerita pengalaman hormon meningkat dan efek lupa pakai sunscreen setiap lari pagi. Semenjak rutin lari pagi dan sering lupa pakai "pengaman" wajah, satu persatu masalah kulit bermunculan. Paling parahnya adalah jerawat mulai menumpuk dan membuat kurang percaya diri. Pernah gak sih saat melihat diri sendiri di cermin jadi berasa horror sendiri. Nah ini yang belakangan ini Manda alami.

Akhirnya gerah sendiri melihat wajah yang breakout parah. Manda memutuskan untuk mulai menyeleksi beberapa produk skin care yang berada di pasaran. Karena jujurly, untuk pergi ke dokter kulit masih belum ada waktu yang pas. 

Alhasil, mulailah Manda mencari satu persatu referensi produk skincare yang memenuhi syarat. Urusan memilih skincare ini sangat harus teliti, buat wajah masa coba-coba.

Setelah beberapa produk jadi incaran, Manda memutuskan untuk mencoba produk yang lagi viral banget di media sosial, Scarlett Face Care

Sama halnya dengan alasan memilih bodycare, pemilihan produk ini karena memiliki kejelasan dalam keamanan bahan. Pas banget saat ini Scarlett memiliki produk khusus untuk kulit berjerawat Manda, yaitu Acne Series.

Yuk bahas satu persatu alasan dan pertimbangan Manda memilih Acne Series dari Scarlett.



Hai Hai TemaNda! Bagaimana kabarnya hari ini? Pernah ada yang punya kegalauan yang sama dengan Manda terkait masalah kulit?


Semenjak sering jogging di jam yang mataharinya cukup menyengat, warna kulit tubuh mulai terasa menggelap dan kering.


Mulai kerasa banget terganggu karena kurang nyaman. Akhirnya mulai deh cari-cari produk lotion yang kemungkinan membuat kulit lebih cerah dan sehat. Banyak banget ya sekarang produk kecantikan kulit dari body lotion, scrub dan masker tubuh.


Berbagai produk dicoba malah membuat kulit Manda tambah kering. Alhasil jadi sering kemakan iklan-iklan yang ada di media sosial dan berujung hasilnya kurang memuaskan, so sad.



Sebagai ikhtiar, Manda mulai mencoba menjadi lebih jeli untuk menyeleksi produk yang akan digunakan. Selain memperhitungkan bajet, juga agar kulit tuh gak semakin terlihat mengsedih


Manda mulai selektif, mulai dari memperhatikan komposisi bahan, sudah teregistrasi di BPOM, sampai kehalalan produk. Namanya ikhtiar jangan setengah-setengah dong yah!


Akhirnya Manda memutuskan nyoba produk yang lagi digandrungi para Selebgram yang seliweran di media sosial Manda, Scarlett Body Care!

 Bismillah hai hai TemaNda!

Apa kabarnya hari ini? Bandung lagi sering hujan badai, cucian butuh waktu lebih lama untuk kering. Segala tantangan membuat kita semakin bersemangat untuk menghadapi hari baru.

Manda mendapat banyak sekali pelajaran baru di satu pekan terakhir ini. Belum semua terselesaikan, tapi tenang bawa santai aja, yang penting kita tetap optimis.

Kali ini Manda akan berbagi bagaimana proses keseruan Selebrasi The Magnificent Seven yang hanya dipersiapkan tidak sampai satu pekan. Semua serba cepat, tapi bisa, keren ya!

Action 1 - Sumbang Ide dan Memilih Peran

Saat pertama diundang ke Whatsapp Grup Selebrasi, Manda dengan spontan mencetuskan berbagai ide yang ada di kepala. Rupanya ide-ide tersebut akhirnya bisa diangkat ke dalam selebrasi dan dimodifikasi dengan sangat apik oleh sutradara kita sekaligus Leader Cluster, Mba Syafi'ah.

Selain menyumbangkan ide Manda juga dicolek untuk menjadi MC di hari selebrasi. Saat melihat operatornya adalah Kak Una, operator handal yang diimpor dari Kuala Lumpur, Manda langsung bilang YES!

Tapi Manda sempat agak ragu saat waktu selebrasinya tidak bisa hari Rabu atau Minggu. Manda memilih dua hari itu karena bertepatan dengan hari libur Pavi. Dua balita aktif perlu ditemani Pavi agar tidak cranky saat menunggu Manda siaran.

Alhamdulillah The Magnificent Seven dapat memilih waktu di pukul 11.00-12.00 WIB di hari Selasa. Jadi meskipun Pavi tidak libur, masih ada di rumah dan belum berangkat kerja.

Lalu Bismillah Manda mengambil peran sebagai MC.

Action 2 - Latihan Siaran bersama Tim dan Pembuatan Poster

Setelah memilih peran saatnya memulai strategi acara. Kami melakukan Gladi Bersih di hari Senin agar semua kondisi menjadi lebih dipahami. Ternyata saat latihan Manda berkesempatan untuk membantu membuat poster acara.

Langsung spontan Manda menambah peran extra miles untuk membuat poster dengan bahagia.

Tapi latihan dibarengi dengan membuat poster ternyata membuat komputer Pavi tiba-tiba blank. Seperti yang diketahui sebelumnya, Streamyard memang membutuhkan cukup besar memory untuk menjalankannya juga sinyal yang baik.

Poster bertema warna Gold pun selesai didesain. Syukurlah satu tantangan terlewati.

Action 3 - Persiapan Outfit

Setelah disepakati tema Creative Party, Manda langsung puter otak untuk pakai baju apa, kerudung apa, dan tambahan property apa.

Pilihan jatuh kepada topi baret ala pelukis. Karena lebih mudah dan paling nyaman. Tantangan selanjutnya datang dari baju yang pada belum kering.

Manda bingung ini baju gimana nasibnya. Akhirnya Manda pilih baju lama lungsuran dari Mama.

Semua aman saatnya show time.

Action 4 - Showtime

Saatnya pertunjukan. Belum sempat sarapan, berbekal kopi susu dan air putih Manda dan tim sudah bersiap di dalam studio Streamyard dari tiga puluh menit sebelum acara.

Pengalaman membuktikan, tiga puluh menit adalah waktu paling aman untuk kita hadir sebelum acara. 

Jadi apabila ada yang perlu ditata atau diganti, masih sempat.

Dengan Bismillah, kami melangsungkan acara dengan lancar, Alhamdulillah.



Bismillah, Hai TemaNda!

Sudah lama tidak menyapa di sini. Manda baru saja pulang dari petualangan baru. Belajar untuk menangani kedua putri kecil di jalan raya dengan menyetir mobil sendiri. Biasanya ada saja yang menemani. Bisa Mamang Taksi Online, Mamang Travel, Pavi ataupun GrandMa.

Kali ini kami coba bertiga. Rupanya bukan perkara mudah. Banyak sekali variabel yang perlu dijaga agar tanduk Manda tidak keluar dan membuat suasana menjadi tidak kondusif.

Alhamdulillah kedua putri Manda yang menggemaskan ini cukup bisa memahami kondisi dan bersedia diajak kerja sama.

Manda yang tengah berada di luar kota tentu tidak sama dengan saat di dalam rumah. Banyak hal baru yang kami adaptasi. Kegiatan di komunitas pun banyak yang tidak berjalan sebagaimana harusnya.

Salah satunya adalah kegiatan di Hexagonia. Bertepatan dengan saatnya False Celebration, Manda akan memaparkan banyak kesalahan dan pelajaran apa yang dapat dipetik.

Mudah Terdistraksi

Perkuliahan Bunda Produktif ini Manda akui sangat menantang dan perlu fokus khusus agar tidak mudah terdistraksi.

Manda yang selama ini memang masih terus memperbaiki manajemen waktu, tidak jarang mengalami distraksi saat menjalani perkuliahan.

Kurang Konsisten

Satu perbuatan yang konsisten akan memberi dampak yang sangat signifikan dibanding dengan yang banyak aksi hanya dalam satu waktu.

Yang terjadi pada Manda ada beberapa kegiatan yang terbengkalai dan tidak dilanjutkan, hal ini membuat kurang konsisten dan tidak tuntas.

Pelajaran yang didapat adalah untuk lebih ngotot untuk menjalankan satu hal yang sedang dilatih. Karena aksi akan menjadi kebiasaan bila dilatih secara kontinyu. Namun bila tidak konsisten jadinya hanya rencana tanpa realisasi.

Kesalahan Saat Tayang

Pelajaran paling berarti adalah ketika live streaming Virtual Conference.

Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini :

Manda pribadi mendapat banyak pelajaran dari peristiwa tersebut.

Berkumpul Dengan Teman Satu Passion

Dari perkumpulan passion di satu cohousing, kita mendapat banyak sekali manfaat yang luar biasa. Salah satunya kita bisa mendapat banyak masukan berharga, peningkatan ilmu secara signifikan dan kemampuan bersinergi yang dipercepat.

Kita juga mampu untuk lebih bisa memahami banyak karakter lain dalam bidang ini.

Lanjutkah kita ke jenjang Bunda Solihah. Ya, Bismillah akan lanjut sampai tuntas, semoga Allah mudahkan perjalanan ini.




Ketika kegagalan menyapa apa yang akan kamu pilih? Bersedih dan merutuki nasib atau tetap memilih positive thinking dan mencari pelajaran atasnya? 

Virtual Conference yang sudah dipersiapkan secara matang, berlatih secara optimal, mengerahkan tim keluarga dan juga lingkaran terdekat, berakhir pada kegagalan. 

Gagal apa? Gagal disimpan di IGTV. Jadi sesi live tersebut memang menjadi sesi eksklusif yang hanya bisa disaksikan oleh mereka yang menyaksikan secara tepat waktu. 

Beberapa sahabat menghubungi secara pribadi untuk menanyakan apa ada rekamannya karena tidak bisa ditemukan di Instagram City Hexagon. 

Tapi memang keseruan chitchat itu berakhir menjadi rahasia antara kami yang ada di situ saja, huehehhe. 

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS