Beberapa saat lalu Manda memutuskan untuk nyoba marathon beberapa KDrama yang belum pernah ditonton. Ada yang Genre favorit, seperti thriller, ada juga yang romantis, dan drama keluarga. Gak semua beres ditonton karena kadang terlalu terasa gak relate buat disimak. Tapi ini KDrama yang akhirnya Manda tekun banget nontonnya, walau bukan khas Drakor yang berbunga-bunga. 

Judulnya The Dream Life of Mr. Kim. Walau secara rating penayangan maupun IMDB mendapatkan skor yang gak fantastis, comeback Ryu Seung-ryong patut diperhitungkan. Bagi penikmat Drakor pasti sudah tau ya, kesuksesannya di Miracle in Cell No.7 sampai Moving, menyita banyak perhatian. 

Lalu apa sih yang bikin drama kali ini menarik? Yuk kita bahas bareng

Sinopsis The Dream Life of Mr. Kim

Drama ini berfokus pada kisah Kim Nak-soo, seorang pria paruh baya yang sudah 25 tahun bekerja di perusahaan besar. Jabatannya manajer senior, kariernya terlihat stabil, dan kehidupannya dari luar tampak baik-baik saja. Ia tinggal bersama istri dan seorang anak yang sedang berkuliah di sebuah apartemen di Seoul. Hidupnya aman, layak, dan tidak pernah benar-benar kekurangan. Dari gambaran itu saja, banyak orang pasti menganggap ia sosok yang sukses: punya pekerjaan tetap, keluarga utuh, dan kehidupan kota yang mapan.

Namun, seperti banyak kisah kehidupan orang dewasa lainnya, yang terlihat rapi di permukaan tidak selalu sama dengan yang dirasakan di dalam. Di balik semua kestabilan itu, Kim Nak-soo mulai merasakan kehampaan yang sulit dijelaskan. Rutinitas kantor yang berjalan begitu-begitu saja selama puluhan tahun membuat hidupnya terasa monoton. Hari-harinya diisi rapat, laporan, dan target perusahaan, sampai tanpa sadar hubungan dengan keluarganya perlahan terasa menjauh.

Ia terlalu lama menempatkan pekerjaan sebagai prioritas utama. Bahkan ada momen penting yang terlewat begitu saja, seperti kelulusan sekolah anaknya yang tidak pernah ia hadiri. Bagian ini terasa sangat relate. Setidaknya bagi Manda, sebagai generasi milenial yang juga tumbuh dengan pengalaman serupa melewati masa sekolah tanpa kehadiran Papa di beberapa momen penting.

Rasa jenuh itu semakin terasa ketika keluarga dari pihak istrinya mulai ikut berkomentar tentang hidupnya. Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai manajer senior, fakta bahwa ia belum juga diangkat menjadi direktur mulai dipertanyakan. Terutama oleh adik iparnya yang cukup vokal. Karakter ini jujur saja terasa cukup annoying di awal cerita, karena komentarnya sering menyinggung dan membuat tekanan yang sudah ada di hidup Kim Nak-soo terasa semakin berat.

Profil Drama

  • Drama: The Dream Life of Mr. Kim (English title) / The Story of Manager Kim, Who Owns His Home and Works for a Large Company in Seoul (literal title)
  • Revised romanization: Seoul Jagae Daekieob Danineun Kim Bujang Yiyaki
  • Hangul: 서울 자가에 대기업 다니는 김 부장 이야기
  • Director: Jo Hyun-Tak
  • Writer: Song Hee-Gu (webcomic), Kim Byeong-Gwan (webcomic), Kim Hong-Ki, Yoon Hye-Seong
  • Network: JTBC, Netflix
  • Episodes: 12
  • Release Date: October 25 - November 30, 2025

Review KDrama The Dream Life of Mr. Kim

Tokoh Dalam Drama

Tokoh Kim Nak-soo diperankan oleh Ryu Seung-ryong. Buat yang sering menonton film atau drama Korea, nama ini pasti sudah tidak asing lagi. Pengalaman aktingnya terasa sekali di drama ini. Ia mampu menampilkan karakter Kim Nak-soo dengan sangat meyakinkan, sampai-sampai kita bisa merasa kesal, tetapi di saat yang sama juga ikut kasihan pada tokohnya. Kualitas akting seperti ini biasanya memang lahir dari jam terbang panjang.

Karakter Nak-soo sendiri bukan sosok ayah yang hangat atau suami yang romantis. Ia digambarkan sebagai pria yang kaku, kadang egois, dan terlalu tenggelam dalam pekerjaan. Namun justru karena itulah karakternya terasa realistis. Ia adalah potret banyak orang dewasa yang hidupnya habis untuk pekerjaan, sampai tanpa sadar menjauh dari keluarga. Meski begitu, Kim Nak-soo digambarkan sebagai orang yang memegang prinsip kuat, terutama soal loyalitas dan tidak menjatuhkan orang lain demi kesuksesan.

Sementara itu, istrinya Park Ha-jin diperankan oleh Myung Se-bin. Ia bukan tipe istri pasif yang hanya mengikuti suami, tetapi memiliki mimpi dan pergulatannya sendiri. Hubungan ayah dan anak dengan Kim Soo-gyeom yang terasa berjarak juga menambah kedalaman emosi dalam cerita.

Drama yang Tidak Menghibur

Loh, kok tidak menghibur? Yes, kalau kita biasanya menonton drama Korea untuk healing atau sekadar kabur dari realita sebentar, drama ini mungkin bukan pilihan paling ringan. The Dream Life of Mr. Kim justru melakukan hal sebaliknya. Alih-alih membawa kita menjauh dari kenyataan, drama ini seperti mengajak kita duduk diam dan menatap realita itu lebih dalam. Ada momen ketika kita ikut terhanyut dalam rasa frustrasi yang dialami tokohnya.

Banyak adegan kantor yang terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata. Mulai dari politik internal, tekanan dari atasan, junior yang lebih ambisius, sampai rasa takut tertinggal zaman. Dunia kerja digambarkan apa adanya, tanpa banyak dramatisasi berlebihan seperti yang sering muncul di drama Korea lain. Justru karena itu, suasananya terasa lebih realistis. Rasa lelah yang dialami tokohnya seperti menumpuk sedikit demi sedikit sepanjang cerita.

Drama ini mengikuti perjalanan hidup Kim Nak-soo ketika di usia paruh baya ia harus menghadapi masalah besar dalam kariernya, termasuk kemungkinan pemecatan dari perusahaan tempat ia bekerja puluhan tahun. Bagi seseorang yang selama ini menggantungkan identitasnya pada pekerjaan, situasi itu tentu menjadi pukulan berat.

Dari situ, cerita tidak hanya berfokus pada karier, tetapi juga bagaimana ia dan keluarganya menghadapi krisis tersebut. Hubungan yang selama ini terasa jauh mulai memperlihatkan retaknya. Komunikasi yang buruk membuat masalah terasa semakin besar, seolah setiap anggota keluarga memikul beban masing-masing tanpa benar-benar saling memahami. Justru di titik inilah drama ini terasa semakin dalam dan emosional.

Tentang Mimpi yang Berubah Seiring Waktu

Dari Kim Nak-soo Manda melihat bagaimana perjuangan seorang ayah yang berusaha menafkahi keluarganya. Terkadang perlu dengan menginjak harga diri pribadi, yang penting keluarganya bertahan dengan baik. Mungkin pekerjaannya sudah bukan lagi mimpi yang ia jalani. Mungkin kehidupannya bukan lagi sebuah The Dream Life.

Dari istri Kim Nak-soo kita belajar bahwa sekalipun di usia matang, kita masih bisa bermimpi. Mengejar cita-cita yang mungkin belum tercapai sebelumnya. Saat anak masih kecil dan sangat bergantung pada kita, bisa jadi kita memilih untuk lebih fokus padanya, dan mengesampingkan mimpi kita. Tapi saat usia anak lebih dewasa, kita bisa kembali mengejar mimpi kita. Istri Kim Nak-soo mengambil sertifikasi agen perumahan di usia yang relatif tua, tapi dia bisa dan berhasil dengan baik.

Setiap tokoh memiliki mimpi di awal, lalu berubah seiring waktu dan kebutuhan. Di sini kita jadi belajar, bisa bermimpi dulu, tanpa perlu khawatir, yang penting kita tetap melangkah.

Kenapa Drama Ini Layak Ditonton?

  • Relatable banget buat yang sudah atau pernah berada di dunia kerja penuh tekanan.
  • Tidak diromantisasi. Konfliknya manusiawi dan realistis.
  • Akting kuat dari para pemain utamanya.
  • Bikin mikir, bukan sekadar menghibur.

Ini tipe drama yang mungkin tidak langsung viral karena tidak banyak adegan manis atau plot twist heboh. Tapi setelah selesai nonton, ceritanya masih nempel terus di ingatan kita.

Kesimpulan Versi Manda

TPada akhirnya, The Dream Life of Mr. Kim memang bukan drama yang ringan atau penuh adegan manis seperti banyak KDrama populer lainnya. Ia tidak menawarkan pelarian dari kenyataan, justru sebaliknya: mengajak kita melihat kehidupan orang dewasa dengan segala kompleksitasnya. Tentang pekerjaan, keluarga, harga diri, dan mimpi yang perlahan berubah seiring waktu.

Melalui perjalanan Kim Nak-soo, kita melihat bagaimana seseorang yang selama ini terlihat “baik-baik saja” ternyata menyimpan banyak kelelahan dan kegelisahan. Hidup yang terlihat stabil dari luar belum tentu terasa utuh di dalam. Ada harga yang sering harus dibayar: waktu bersama keluarga, hubungan yang perlahan menjauh, sampai rasa kehilangan arah ketika pekerjaan yang selama ini dipegang mulai goyah.

Di sisi lain, drama ini juga menunjukkan bahwa hidup tidak selalu berhenti ketika kita merasa tertinggal. Karakter istrinya memperlihatkan bahwa mimpi masih bisa dikejar, bahkan di usia yang tidak lagi muda. Kadang jalannya memang berbeda dari rencana awal, tetapi bukan berarti semuanya sudah selesai.

Buat Manda sendiri, drama ini terasa seperti pengingat bahwa kehidupan orang dewasa memang tidak selalu rapi. Ada fase lelah, ada fase mempertanyakan pilihan hidup, dan ada juga momen ketika kita harus belajar memulai lagi dari awal.

Drama ini bisa dibilang banyak banget sisi yang bisa dikutip, baik dari perkataan maupun tindakannya. Sama nih seperti Mindful Lifestyle Blogger yang selalu menyajikan banyak Family & Personal Journey di tulisan-tulisannya. 

Gimana tertarik gak nonton KDrama ini? Atau ada yang sudah selesai nonton juga? Gimana menurut kalian dramanya?

SHARE 0 comments

Add your comment

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS