Hai hai TemaNda!

Kalau mendengar nama Karawang, mungkin yang pertama terlintas di pikiran kita adalah kawasan industri, pabrik, atau jalur menuju kota-kota di Jawa Barat. Jujur saja, sebelum perjalanan pekan lalu, Manda juga tidak pernah membayangkan bahwa Karawang ternyata menyimpan kawasan wisata alam yang begitu menarik.

Pekan lalu, kami sekeluarga memutuskan untuk menghabiskan waktu singkat di kawasan Loji, Karawang, dan menginap di Vila Kang Dadang. Awalnya perjalanan ini hanya ingin menjadi momen santai untuk keluar sejenak dari rutinitas. Namun ternyata, kawasan ini memberikan pengalaman yang jauh lebih menyenangkan dari yang kami bayangkan.

Memang, perjalanan dari Serpong menuju Loji tidak bisa dibilang dekat. Waktu tempuhnya hampir dua jam setengah, mirip dengan jarak tempuh ke Bandung via tol. 

Selain itu perjalanannya cukup menantang. Setelah keluar tol, perjalanan masih dilanjutkan melalui jalan provinsi yang cukup panjang dengan beberapa ruas yang berliku. Tetapi justru di situlah keseruannya. Semakin mendekati kawasan Loji, suasana kota perlahan berganti menjadi hamparan hijau pegunungan yang membuat mata terasa lebih segar.

Dan yang paling Manda sukai, tempat ini belum seramai destinasi wisata populer lainnya. Kalau destinasi wisata populer bisa intip tulisan Travel Blogger Medan rekomendasi dan ide keseruan Outdoor Activity.

Oh iyaa.. Bagi kita yang sedang mencari suasana tenang untuk healing, Loji Karawang bisa menjadi pilihan yang menarik.

Healing ke Loji Karawang


Menginap di Vila Kang Dadang

Selama berada di Loji, kami memilih menginap di Vila Kang Dadang. Suasana vila yang berada di kawasan perbukitan membuat udara terasa segar walau tidak sejuk seperti di Bandung. Tapi jelas udaranya sangat bersih bila dibandingkan daerah perkotaan. Pagi hari terasa sangat menyenangkan dengan suara alam yang masih terdengar jelas.

Buat keluarga yang ingin beristirahat dari hiruk pikuk kota, suasana seperti ini terasa mewah dengan caranya sendiri.

Bukan karena fasilitas yang berlebihan, tetapi karena ketenangan yang mulai sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Anak-anak pun terlihat menikmati suasana yang berbeda dari biasanya. Tidak ada kemacetan, tidak ada suara kendaraan yang mendominasi, dan tidak ada jadwal yang terlalu padat. Kebetulan Nayyara bawa sepeda ke sini karena sedang melancarkan sepeda roda dua. Mereka senang sekali. Walau tidak ada AC di sini.

Kadang memang yang kita butuhkan hanya tempat sederhana untuk memperlambat ritme hidup sejenak.

Curug Cigentis, Ikon Wisata Loji Karawang

Kalau berbicara tentang wisata Loji, nama Curug Cigentis hampir pasti akan muncul dalam daftar rekomendasi. Curug ini memang menjadi salah satu ikon wisata alam paling terkenal di kawasan tersebut.

Begitu tiba di lokasi, kita langsung disambut pemandangan tebing batu yang menjulang dengan latar vegetasi hijau khas pegunungan. Suasananya terasa alami dan menyegarkan.

Curug Cigentis memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan aliran air yang jernih dan segar. Airnya mengalir di antara bebatuan besar yang menambah kesan alami pada kawasan ini.

Salah satu hal yang membuat Curug Cigentis cukup nyaman dikunjungi adalah fasilitasnya yang sudah relatif lengkap. Tersedia area parkir, toilet, hingga warung-warung makanan yang memudahkan pengunjung.

Bagi keluarga yang datang bersama anak-anak, area kolam alami di bawah air terjun juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung bermain air sambil menikmati udara sejuk khas kaki Gunung Sanggabuwana.

Tentu saja tetap perlu berhati-hati dan memperhatikan kondisi arus saat bermain air.

Selain itu, Curug Cigentis juga menjadi tempat favorit untuk berfoto karena pemandangannya memang sangat fotogenik.

Curug Bandung, Surga Tersembunyi yang Lebih Tenang

Loji Karawang


Selain Curug Cigentis, kawasan Loji juga memiliki destinasi lain yang menarik yaitu Curug Bandung. Jika Curug Cigentis cenderung menjadi tujuan wisata utama, Curug Bandung menawarkan suasana yang lebih tenang dan terasa lebih tersembunyi.

Perjalanan menuju lokasi memberikan sensasi petualangan tersendiri. Berdasarkan penuturan Nayyara dan Pavi, air terjun ini dikelilingi hutan yang masih cukup lebat dengan berbagai bongkahan batu besar yang menciptakan pemandangan eksotis. Perjalanan pulang pergi berjalan kaki dari vila ditempuh kurang lebih dua jam sejauh 3km.

Suasananya cocok bagi kita yang lebih menyukai wisata alam yang tidak terlalu ramai.

Di bawah aliran air terjun terdapat kolam alami yang sering dimanfaatkan pengunjung untuk berendam atau sekadar menyegarkan diri setelah perjalanan.

Buat pencinta alam, Curug Bandung memiliki pesona yang berbeda dibandingkan air terjun yang sudah terlalu komersial.

Masih terasa alami dan belum kehilangan karakter aslinya.

Sungai Jernih yang Menjadi Daya Tarik Loji

Selain air terjun, salah satu hal yang paling berkesan dari Loji adalah keberadaan sungai-sungai berbatu yang mengalir jernih. Kawasan Loji memang dibelah oleh aliran sungai yang berasal langsung dari mata air pegunungan. Airnya terlihat bening dan segar.

Di beberapa titik, kita bisa melihat keluarga yang datang hanya untuk bermain air di pinggir sungai. Ada juga yang menggelar tikar di atas bebatuan sambil menikmati bekal sederhana bersama keluarga. Suasana seperti ini justru terasa menyenangkan karena tidak membutuhkan banyak biaya atau aktivitas yang rumit.

Cukup duduk, mendengarkan suara air mengalir, dan menikmati waktu bersama orang-orang terdekat. Bagi yang menyukai aktivitas yang sedikit lebih menantang, beberapa area sungai juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan river tubing.

Namun bagi Manda pribadi, duduk santai sambil menikmati suasana alam sudah lebih dari cukup.

Cocok untuk Healing Singkat dari Kesibukan Kota

Setelah pulang dari Loji, Manda memahami mengapa banyak orang mulai melirik kawasan ini sebagai destinasi wisata keluarga.

Memang perjalanan dari Jabodetabek membutuhkan waktu dan tenaga. Jalan setelah keluar tol juga cukup berliku sehingga perlu kondisi kendaraan yang baik serta pengemudi yang nyaman dengan jalur pegunungan.

Namun semua itu terasa sepadan ketika sampai di tujuan.

Udara yang lebih segar, suasana yang lebih tenang, serta pemandangan alam yang masih relatif terjaga memberikan pengalaman yang sulit ditemukan di tengah kota.

Yang paling menyenangkan, kawasan ini belum terlalu padat oleh wisatawan sehingga kita masih bisa menikmati suasana alam dengan lebih leluasa.

Kalau akhir-akhir ini kita merasa lelah dengan rutinitas, notifikasi yang tidak ada habisnya, atau sekadar ingin melihat pemandangan hijau yang menenangkan mata, mungkin Loji Karawang bisa masuk ke dalam daftar destinasi berikutnya.

Karena terkadang healing tidak selalu harus pergi jauh ke luar pulau atau menginap di tempat mewah. Kadang yang kita butuhkan hanyalah udara pegunungan yang sejuk, suara air yang mengalir jernih, dan waktu berkualitas bersama keluarga.

Dan semua itu ternyata bisa ditemukan di Loji, Karawang. 

SHARE 11 comments

Add your comment

  1. Kalau yang ada di pikiran saya tentang Karawang ini selain pabrik-pabrik adalah hamparan sawah yang sangat luas. Kesan ini timbul karena waktu pulang dari rumah adik di Karawang, pulangnya melewati pesawahan yang terlihat indah saking luasnya.

    Eh, ternyata ada destinasi wisata curug juga, ya di sana. Kebayang seger dan ademnya menikmati air terjun di tengah-tengah Karawang yang terkenal panas

    ReplyDelete
  2. Wah, ini airnya jernih ya
    Agak g menyangka
    Karena klo ngomongin karawang, kok pikiranku langsung pabrik pabrik gitu
    Ih seru banget ya main di tempat seperti ini
    Refresing sejenak dari hiruk pikuk kemacetan kota

    ReplyDelete
  3. Lha iyaaa mbak, aku pikir Karawang tu kawasan pabrik doank, ternyata ada hidden gemsnya. Mana nemu vila buat menginap pula ya :D
    Mana ada curug yang ternyata ikonik banget untuk area wisatanya yaa. BTW aman ya kolam yang di bawah air terjunnya. Duh jadi kepengen main air juga deh :D
    Mungkin bakalan makin ramai karena masih cenderung belum dikenal juga kali ya? Soalnya selama ini orang2 pada mengarah ke Lembang atau ke mana gitu. Ya nggak menyangka di Karawang ada tempat wisata kek gini :D
    BTW penasaran kok nemu vilanya itu di mana? Trus per malam berapa tu mbak nginep di sana? Satu rumah gitu atau sharing dengan keluarga lain?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul Mba. Tapi kemarin pas ke sana aku lihat ada pembangunan tol Japek2 yang gerbang exitnya ga terlalu jauh dari situ. Sepertinya tinggal menunggu waktu untuk orang-orang tau "hidden gem" itu.
      Untuk vilanya, karena awalnya bukan mau wisata kita cuma pesan satu ruang besar dengan 3 kasur besar untuk sekeluarga Mba. Seingat aku harganya gak lebih dari 500 ribu.
      Bisa disewa satu kamar ataupun satu rumah Mba.

      Delete
  4. Sama ih. Selama ini mikirnya Karawang itu ya pabrik-pabrik. Panas. Macet. Banyak truk-truk. Ternyata di dalamnya tersembunyi surga alami yang nggak banyak orang tahu. Seru banget sih nginap di vila terus jalan-jalan ke curug. Pasti adem banget di sana. Pikiran jadi fresh.

    ReplyDelete
  5. Karawang in syaa Allah masih oke dari Bandung yaa..
    Tapi aku sungguh kagum dengan exploring Manchin sekeluarga.. yang kayanyaaa... nemu aja gituu tempat asik buat keluarga.
    Dan dunia per-curug-an ini memang menurutku menyegarkan sekaliiih.. adeemm.. dan suara air ituu bikin kita tenang..

    Rasanyaaa..
    Jadi inget konten gadis caina yang hidup di hutan ituu yaa, Manchhiin...
    Semua muaa dilakuin sendiri dan ia mendapatkan ketenangan dari sana...

    ReplyDelete
  6. Wah makasih informasinya jadi tahu kalau di Karawang ada curug curug cantik yang bisa dikunjungi karena terus terang Karawang bukan destinasi wisata utama bagi saya tapi kalau ada curutnya boleh jadi nih kalau ke sana berikutnya akan saya kunjungi dan juga sekalian mau lihat candi-candi di Karawang yang belum saya Explore

    ReplyDelete
  7. Aku baru sekali ke Karawang, itu pun awalnya hanya Krn mau cobain whoosh 😂. Kan murah tuh kalau sampe Karawang doang. Jadinya kami kesana, tp ga ngeh ada wisata alam. Yg ada malah mampir seharian di factory grand outlet Karawang 😄.

    Jadi tahu kalau Karawang ada wisata alam juga, ga semata pabrik . Curugnya cakeeep pula mba. Airnya deras yaa. Sukaaa deh Curug yg debit air deras begini. Apalagi airnya bersih 😍. Kalau ajak anak, bisa2 sekalian nyebur mereka.

    Kalau kesini memang harus nginep sih yaa, biar puas juga. Healingnya bisa lebih Lamaan 😄

    ReplyDelete
  8. Bagus dan jernih juga ya airnya Mbaak. Tapi kayaknya dua curug di tulisan ini tuh agak melipir ke pesisir ya, alias lumayan jauh dari pusat kota Karawang?
    Soalnya kan nganu ya, saya ada rencana pengen nyobain naik Whoosh. Biar murah, turunnya di Karawang dah tuh. Cumaaaa.. kok pas saya cek di Google Maps, meni sepi ya. kaga ada apa-apaan di sekitar stasiunnya. Gatau mau melipir kemana wkwkwkwk

    Pas liat rekomendasi ini, langsung penasaran juga. eeeeeeh... jaraknya tembus 25 kilo, wkwkwkw. Syuliiiittttt

    ReplyDelete
  9. setahuku memang kalau mendengar kerawang pastilah yang terlintas tentang deretan pabrik dengan segala kebisingannya, sehingga sulit sepertinya jika mencermati ada banyak spot wisata yang menarik untuk dikunjungi. melalui kajian informasi ini senang bisa mengagendakan untuk waktu mendatang mengagendakan untuk tour wisata ke kerawang. good information

    ReplyDelete
  10. Enak banget klo tempat wisata sepi, malah puas menikmati yaa. Aku baca judulnya kaget healing kok ke Karawang? Mmg ada apaan di sana? Biasa cuma lewat doang kan. Hehe underestimate duluan. Ternyata Karawang jg punya curug toh dan curugnya keren²..

    ReplyDelete

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS