Hai hai TemaNda!

Ada satu hal yang semakin Manda sadari setelah bertahun-tahun menulis blog, ternyata kita.tidak hanya sedang membuat konten.

Setiap kali menulis tentang perjalanan, pengalaman menjadi ibu, mencoba sebuah produk, mengunjungi tempat baru, atau sekadar menceritakan hal kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita sedang menyimpan potongan kehidupan.

Mungkin hari ini tulisan tersebut hanya dibaca beberapa orang. Bisa jadi besok sudah tenggelam di antara ribuan konten baru. Namun saya percaya, suatu hari nanti tulisan-tulisan itu akan mempunyai arti yang berbeda.

Misalnya kita menulis perjalanan belajar Ilustrasi CanvaIlustrasi Canva seperti Blogger Lolita. Nantinya tulisan itu bahkan menjadi sejarah yang berharga.

Karena menulis hari ini bukan hanya tentang hari ini. Menulis juga bisa menjadi cara untuk meninggalkan jejak untuk hari tua. 

Menulis di Blog untuk Meninggalkan Jejak di Hari Tua


Menulis Bukan Sekadar Mengisi Blog

Dulu, ketika mulai mengenal dunia blogging, mungkin tujuan Manda masih sangat sederhana. Sekadar ingin menulis dan membagikan sesuatu yang saat itu disukai.

Namun semakin lama menjalani aktivitas sebagai blogger, Manda justru menemukan bahwa blog mempunyai fungsi yang jauh lebih besar.

Blog bisa menjadi tempat menyimpan cerita.

Di dalamnya ada pengalaman yang mungkin tidak akan, Manda si pelupa ini, ingat secara detail beberapa tahun lagi. Ada tempat yang pernah saya kunjungi, makanan yang pernah Manda coba, produk yang pernah sempat digunakan, sampai pemikiran yang pernah memenuhi kepala pada suatu masa.

Hal-hal kecil seperti itu sering kali terasa biasa ketika kita menjalaninya.

Tetapi waktu berjalan sangat cepat.

Apa yang hari ini terasa biasa, sepuluh atau dua puluh tahun lagi mungkin justru menjadi kenangan yang berharga.

Itulah salah satu alasan mengapa menurut Manda menulis blog untuk masa depan masih relevan, bahkan ketika media sosial semakin ramai.

Setiap Tulisan Adalah Jejak Kehidupan

Kita hidup di zaman ketika hampir semua hal bisa didokumentasikan.

Ada kamera di dalam ponsel. Ada Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, dan berbagai platform lainnya.

Kita bisa mengabadikan hampir setiap momen.

Namun dokumentasi dalam bentuk foto atau video terkadang tidak cukup untuk menyimpan cerita di baliknya.

Satu foto perjalanan mungkin hanya memperlihatkan tempat yang indah.

Sementara sebuah tulisan bisa menceritakan bagaimana perasaan kita ketika pertama kali sampai di sana, siapa yang menemani, apa yang terjadi sepanjang perjalanan, bahkan hal-hal kecil yang membuat pengalaman tersebut berkesan.

Tulisan memberikan konteks pada sebuah kenangan.

Karena itu, bagi Manda, blog sebagai jejak digital bukan hanya tentang keberadaan kita di internet. Blog juga menjadi semacam arsip perjalanan hidup.

Ketika suatu hari nanti kita membuka kembali tulisan lama, mungkin kita akan tersenyum melihat bagaimana cara kita berpikir pada masa itu.

Mungkin juga Manda akan menemukan cerita tentang anak-anak ketika mereka masih kecil.

Dan Manda sangat yakin, itu akan menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Blog Bisa Menjadi Arsip untuk Anak-Anak

Sebagai seorang ibu, ada alasan lain mengapa saya merasa menulis mempunyai nilai yang berbeda.

Anak-anak tumbuh terlalu cepat.

Rasanya baru kemarin mereka masih kecil, tetapi tiba-tiba sudah sekolah, mempunyai kesibukan sendiri, dan perlahan mulai memiliki dunia mereka masing-masing.

Ada banyak momen yang akhirnya terlupakan karena kehidupan sehari-hari begitu penuh.

Kita mungkin masih mengingat wajah mereka ketika kecil, tetapi lupa apa yang mereka sukai. Kita ingat pernah pergi bersama, tetapi lupa detail perjalanan tersebut.

Tulisan bisa membantu menyimpan semuanya.

Bayangkan suatu hari nanti ketika anak-anak sudah dewasa, mereka membaca tulisan yang dibuat ketika mereka masih kecil.

Mereka bukan hanya melihat foto masa kecilnya, tetapi juga bisa membaca bagaimana ibunya melihat mereka pada masa itu.

Bagaimana perasaan Manda ketika mereka pertama kali melakukan sesuatu.

Apa yang membuat Mandanya khawatir.

Apa yang membuat Mandanya bangga.

Bahkan mungkin hal-hal sederhana seperti makanan kesukaan mereka atau kebiasaan kecil yang sekarang sudah hilang.

Bagi Manda, itulah salah satu bentuk investasi digital yang tidak selalu bisa dihitung dengan uang.

Jejak Digital Tidak Harus Selalu Tentang Pencapaian

Ketika berbicara tentang jejak digital, kita sering menghubungkannya dengan pencapaian.

Baru kemarin Manda mengobrol dengan sahabat lama yang bertemu dengan teman sekolah. Si teman sekolah ini sengaja menghilang, pindah kota, karena khawatir pada pendapat orang tentang pencapaiannya yang tidak seberapa dibanding teman lain. Manda lalu tersadar, ternyaya bisa sebegitu bebannya sebuah pencapaian bagi seseorang.

Jejak digital harusnya tidak hanya soal portofolio pekerjaan, penghargaan, bisnis, prestasi, atau personal branding.

Jejak digital juga bisa berupa cerita tentang proses.

Kita tidak harus selalu terlihat sukses.

Tidak semua tulisan harus berisi pencapaian besar. Dan memamh tidak harus semua orang mencapai hal besar.

Kadang pengalaman gagal, perjalanan mencari pekerjaan, belajar menjadi orang tua, mencoba sesuatu yang baru, atau sekadar menceritakan kehidupan sehari-hari justru menjadi bagian paling manusiawi dari perjalanan kita.

Blog memberikan ruang untuk itu.

Kita bisa menulis dengan lebih panjang dan lebih dalam dibandingkan media sosial yang biasanya bergerak sangat cepat.

Hari ini mungkin orang membaca tulisan kita selama beberapa menit.

Tahun depan mungkin ada orang lain yang menemukannya melalui mesin pencari.

Bahkan bertahun-tahun kemudian, tulisan tersebut masih bisa menjadi pintu untuk mengenal siapa diri kita pada suatu masa.

Blog dan Personal Branding

Balik lagi soal branding. Memang selain menjadi arsip pribadi, manfaat menulis blog juga bisa dirasakan dalam membangun personal branding.

Bagi seorang blogger, tulisan-tulisan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun sebenarnya membentuk identitas.

Orang bisa mengetahui apa yang kita sukai, bidang yang kita kuasai, pengalaman yang kita miliki, dan sudut pandang yang kita bawa.

Misalnya kita konsisten menulis tentang parenting, kecantikan, perjalanan, teknologi, kuliner, atau gaya hidup.

Lama-kelamaan blog tersebut tidak hanya menjadi kumpulan artikel.

Blog menjadi representasi diri.

Inilah yang membuat Manda melihat aktivitas blogging sebagai sesuatu yang lebih panjang daripada sekadar mengejar jumlah views.

Tulisan yang kita buat hari ini bisa menjadi bagian dari personal branding yang terus berkembang.

Bahkan ketika kita sedang tidak aktif membuat konten di media sosial, blog tetap bisa menjadi rumah digital yang menyimpan karya-karya kita. Tidak jarang justru ini yang lalu mengundang pundi-pundi rupiah yang kita kejar untuk menyambung hidup itu.

Ketika Media Sosial Tidak Lagi Menjadi Prioritas

Media sosial berubah sangat cepat.

Platform yang populer hari ini belum tentu masih menjadi pilihan utama beberapa tahun mendatang.

Algoritma juga terus berubah.

Apa yang hari ini mudah mendapatkan perhatian, belum tentu besok mendapatkan respons yang sama.

Manda tidak mengatakan media sosial tidak penting.

Justru media sosial sangat membantu blogger dan content creator untuk menjangkau lebih banyak orang.

Namun bagi Manda, memiliki blog memberikan sesuatu yang berbeda.

Blog terasa seperti rumah digital.

Media sosial seperti jalan yang ramai, tempat kita bertemu banyak orang. Sementara blog adalah tempat kita menyimpan cerita dengan lebih tenang. Hanya mereka yang tertarik atau berkebutuhan yang sudi mampir.

Karena itu, membangun blog bukan hanya tentang mengejar trafik hari ini.

Ada nilai jangka panjang di dalamnya.

Menulis Hari Ini untuk Diri Kita di Masa Depan

Kadang kita terlalu sibuk memikirkan apakah tulisan kita cukup bagus untuk dipublikasikan.

Apakah ada yang membaca?

Apakah jumlah views-nya banyak?

Apakah artikel tersebut menghasilkan uang?

Pertanyaan-pertanyaan itu memang penting, terutama jika blog juga menjadi bagian dari pekerjaan.

Tetapi mungkin ada satu pertanyaan lain yang tidak kalah penting.

Bagaimana kalau tulisan ini kita baca lagi sepuluh tahun dari sekarang?

Apakah kita akan senang pernah menuliskannya?

Apakah tulisan ini mengingatkan kita pada sesuatu?

Apakah anak-anak  suatu hari nanti akan senang menemukan cerita tentang masa kecil mereka?

Kalau jawabannya iya, mungkin tulisan tersebut memang layak untuk dibuat.

Karena tidak semua nilai dari sebuah tulisan bisa langsung terlihat hari ini.

Ada tulisan yang nilainya baru terasa setelah waktu berlalu.

Tidak Pernah Terlambat untuk Mulai Menulis

Kita tidak harus menjadi penulis profesional untuk mulai membuat blog.

Tidak harus mempunyai kamera mahal.

Tidak harus mempunyai kehidupan yang luar biasa.

Bahkan tidak harus menunggu punya cerita besar.

Kita bisa mulai dari hal sederhana.

Tuliskan pengalaman hari ini. Ceritakan perjalanan yang baru saja dilakukan. Bagikan pengalaman menggunakan sebuah produk. Tuliskan resep keluarga. Dokumentasikan perkembangan anak. Atau ceritakan pemikiran yang tiba-tiba muncul ketika sedang menikmati secangkir kopi.

Karena bisa jadi, hal yang menurut kita biasa justru menjadi sesuatu yang paling ingin kita ingat di masa depan.

Pada akhirnya, Manda semakin percaya bahwa menulis blog adalah salah satu cara untuk menyimpan waktu.

Waktu memang tidak bisa dihentikan.

Anak-anak akan terus bertumbuh.

Tempat-tempat yang pernah kita kunjungi bisa berubah. Barusan saja Manda baru baca soal terminal Cicaheum yang akan ditiadakan. Padahal dulu tempat meeting point untuk Manda dan teman-teman melakukan perjalanan naik Bis ke Pantai Santolo di Garut.

Orang-orang yang menemani perjalanan kita juga bisa berubah.

Tetapi cerita tentang semuanya bisa tetap tinggal.

Mungkin suatu hari nanti, ketika usia sudah senja dan kehidupan tidak lagi seramai sekarang, lalu kita akan membuka kembali tulisan-tulisan lama.

Kita akan membaca cerita tentang perjalanan, usaha, keluarga, anak-anak, dan berbagai hal kecil yang pernah memenuhi hari-hari saya.

Mungkin kita akan tertawa.

Mungkin juga terharu.

Tetapi setidaknya kita tahu, kita pernah menyimpan sebagian perjalanan itu.

Menulis hari ini bukan hanya tentang meninggalkan sesuatu di internet. Menulis adalah tentang meninggalkan jejak bagi diri kita sendiri, bagi keluarga, dan bagi siapa pun yang suatu hari menemukan cerita kita.

Sebab ketika usia terus berjalan, mungkin yang paling berharga bukan lagi seberapa banyak yang pernah kita miliki, tetapi seberapa banyak cerita yang masih bisa kita kenang.

Dan blog bisa menjadi salah satu tempat untuk menyimpannya. Bagaimana menurut TemaNda? Tulis dong tanggapannya di komentar.

SHARE 0 comments

Add your comment

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS