19 tahun bukanlah waktu yang singkat.
Selama itu pula, ada begitu banyak cerita yang lahir, tulisan yang ditorehkan, buku yang diterbitkan, komunitas yang tumbuh, dan inspirasi yang dibagikan melalui perjalanan Indscript Creative.
Sabtu, 5 September 2026, perjalanan panjang tersebut dirayakan dalam suasana yang istimewa di Hotel Savoy Homann Bandung. Ratusan peserta dari berbagai komunitas berkumpul dalam Milad ke-19 Indscript Creative bertajuk “From Writing to Inspiring”, dengan semangat “Menulis untuk Diri, Berbagi untuk Negeri, Menginspirasi untuk Dunia.”
Namun, rasanya perayaan kali ini bukan sekadar tentang angka 19.
Ada sesuatu yang jauh lebih besar untuk dibawa. Tentang bagaimana sebuah tulisan yang mungkin awalnya hanya lahir dari pengalaman pribadi, perlahan dapat menjadi karya, dibagikan kepada orang lain, melahirkan inspirasi, membuka peluang kolaborasi, bahkan tumbuh menjadi gerakan.
Dan hari itu, semua semangat tersebut seperti berkumpul dalam satu tempat.
Ada buku-buku baru yang diluncurkan, cerita di balik berbagai proyek literasi, networking antarkomunitas, gerakan literasi, kegiatan sosial, penghargaan, hingga berbagai aktivitas yang membuat suasana Milad terasa semakin hangat.
Dari menulis, kemudian berbagi. Dari berbagi, lahirlah inspirasi. Dan dari inspirasi, siapa tahu akan tumbuh perubahan.
Itulah semangat yang terasa dalam perayaan 19 tahun Indscript Creative.
Diawali dengan Syukur dan Semangat Kebersamaan
Rangkaian acara dimulai dengan seremoni pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana kemudian menjadi lebih khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Munasri Hadini.
Setelah itu, peserta diajak memasuki momen Berbagi Syukur yang disampaikan oleh Rima.
Bagian awal ini memberikan kesan tersendiri. Sebelum berbicara tentang karya, pencapaian, dan perjalanan panjang, ada ruang untuk berhenti sejenak dan mensyukuri apa yang sudah dilalui.
Apalagi 19 tahun tentu bukan perjalanan yang sebentar.
Ada banyak proses, perubahan, tantangan, dan tentu saja orang-orang yang ikut menjadi bagian di dalamnya.
Nuansa syukur kemudian berpadu dengan kegembiraan melalui penampilan angklung. Sentuhan seni tradisi Indonesia tersebut membuat pembukaan terasa semakin hangat sekaligus memberi warna budaya dalam perayaan Milad.
Rangkaian berikutnya dilanjutkan dengan sambutan Sempa Arih selaku Ketua Panitia, kemudian Deky Tasdikin selaku CEO Indscript Creative.
Dari sambutan tersebut, peserta diajak melihat kembali perjalanan Indscript Creative sekaligus semangat yang terus dibangun melalui perusahaan dan komunitasnya.
Kembali kepada Akar Menulis
Setelah pembukaan, acara membawa peserta kembali kepada sesuatu yang menjadi bagian penting dari perjalanan Indscript Creative, yaitu menulis.
Melalui sesi “Inspirasi Menulis: From Writing to Inspiring”, Indari Mastuti, Founder Indscript Creative, mengajak peserta melihat kembali makna menulis.
Menulis bukan hanya tentang menghasilkan kalimat yang tersusun rapi.
Menulis bisa menjadi cara untuk mendokumentasikan pengalaman. Menyimpan pengetahuan. Menyampaikan gagasan. Menceritakan perjalanan. Bahkan menyuarakan sesuatu yang mungkin selama ini hanya tersimpan di kepala.
Dan ketika tulisan tersebut dibaca orang lain, ceritanya bisa berubah.
Apa yang awalnya hanya pengalaman pribadi bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain. Sebuah pengetahuan bisa menjadi inspirasi. Sebuah cerita bisa membuat seseorang merasa tidak sendirian.
Dari situlah tulisan memiliki kemungkinan untuk berjalan lebih jauh daripada penulisnya.
Delapan Buku Delapan Cerita
Semangat menulis tersebut kemudian terlihat nyata melalui peluncuran delapan buku karya anggota komunitas.
Delapan buku yang diluncurkan adalah Beyond the Profession 2 karya Indari Mastuti, Rahasia Bayam Merah Tetap Kuat Berkat Humat dan Dolmit yang Tepat karya Naomi Simanuhuruk, Bayam Cabut Toleran Salinitas Menelusuri Varietas Unggul untuk Lahan Pesisir karya Jhonni BW Sitorus, Niskala (Bukan) Supermom karya Sempa Arih, Sakinah Goals karya Kustinah, Audit Laporan Keuangan Baznas karya M. Kuncara Budi Santosa, 99 Cara Mencintai Bumi Mencintai Bumi Merawat Kehidupan dan Menjaga Masa Depan karya Nurul Jannah, serta Menulis Jalan Menyalakan Mimpi karya Arie Widowati.
Melihat judul-judul tersebut, Manda justru semakin menyadari bahwa cerita manusia memang sangat beragam.
Ada yang berbicara tentang profesi. Ada tentang pertanian. Ada tentang keluarga dan kehidupan.
Ada tentang spiritualitas, keuangan, lingkungan, hingga mimpi.
Tema-temanya berbeda, tetapi semuanya memiliki satu kesamaan, yaitu soal keberanian menuangkan gagasannya menjadi tulisan yang bermanfaat.
Dan ketika tulisan itu akhirnya menjadi buku, pengalaman yang tadinya hanya dimiliki satu orang dapat dibaca dan dipelajari oleh lebih banyak orang.
Inilah salah satu bentuk nyata dari From Writing to Inspiring.
Literasi yang Tidak Berhenti di Acara
Milad ke-19 Indscript Creative juga menjadi momentum peluncuran Gerakan Literasi From Writing to Inspiring.
Gerakan ini ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan Komitmen Bersama Gerakan Literasi sebagai bentuk tekad untuk terus mendorong budaya menulis dan literasi agar memberikan manfaat yang lebih luas.
Menurut Manda, komitmen ini menjadi penting karena literasi bukan sesuatu yang selesai hanya karena sebuah acara telah berakhir.
Literasi membutuhkan kebiasaan. Membaca. Belajar. Menulis. Berbagi.
Kemudian mengajak lebih banyak orang untuk melakukan hal yang sama.
Dalam acara ini, semangat tersebut juga terlihat melalui Talkshow Cerita di Balik Project Literasi. Para pembicara berbagi pengalaman mengenai berbagai inisiatif literasi di bidang lingkungan, sekolah, pesantren, serta proses di balik penyelenggaraan From Writing to Inspiring.
Jadi, peserta tidak hanya mendengar tentang pentingnya literasi, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang bagaimana sebuah gagasan dapat diwujudkan menjadi kegiatan nyata.
Menulis di Tengah Perkembangan AI
Ada satu hal yang membuat perjalanan Indscript selama 19 tahun menjadi semakin menarik, yaitu semua ini berlangsung ketika dunia terus berubah.
Hari ini kita hidup di tengah perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence atau AI.
Menulis pun mengalami perubahan.
Kalau dulu proses mencari ide, membuat tulisan, melakukan riset, hingga mengedit membutuhkan waktu yang cukup panjang, sekarang berbagai teknologi dapat membantu mempercepat proses tersebut.
Lalu, apakah itu berarti manusia tidak lagi membutuhkan kemampuan menulis?
Justru di sinilah tantangannya.
Ketika teknologi semakin mudah menghasilkan tulisan, manusia perlu semakin kuat dengan pengalaman, perspektif, kreativitas, dan gagasannya sendiri.
Sebab sebuah tulisan bukan hanya tentang kumpulan kata.
Ada cerita di baliknya. Ada pengalaman. Ada sudut pandang. Ada nilai yang ingin disampaikan. Dan hal-hal tersebutlah yang membuat sebuah tulisan terasa manusiawi.
Perjalanan 19 tahun Indscript Creative di era AI pun menjadi pengingat bahwa teknologi dapat menjadi alat untuk berkembang, sementara manusia tetap memiliki peran penting dalam menentukan arah dan makna dari karya yang dihasilkan.
Dari Tulisan Lahir Peluang dan Kolaborasi
Menulis juga tidak harus selalu berakhir menjadi buku.
Tulisan bisa membuka pintu lain.
Bisa memperkenalkan seseorang kepada komunitas baru. Bisa menjadi awal dari sebuah kolaborasi. Bisa mempertemukan orang dengan peluang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Semangat tersebut terasa dalam berbagai aktivitas selama Milad ke-19, mulai dari Mini Road Map, networking, Round Table Challenge, hingga Networking Games.
Area acara pun dilengkapi berbagai booth yang menjadi ruang bertemu bagi peserta, komunitas, produk, dan aktivitas lainnya.
Jadi, kalau dipikir-pikir, acara in
i bukan sekedar acara untuk duduk mendengarkan sesi inspirasi.
Ada kesempatan untuk berjejaring. Bertukar cerita. Mengenal karya. Membuka percakapan. Dan siapa tahu, dari percakapan sederhana itu justru lahir sebuah kolaborasi baru.
Ketika Inspirasi Berubah Menjadi Kepedulian
Yang membuat perayaan ini semakin lengkap adalah hadirnya semangat kepedulian sosial.
Melalui Fundraising Guru Peduli dan pengumpulan pakaian layak pakai yang kemudian diserahkan kepada BSB atau Bank Sampah Bersinar, semangat berbagi tidak hanya berhenti dalam bentuk kata-kata.
Di sini Manda kembali teringat bahwa sebuah karya akan terasa lebih bermakna ketika manfaatnya tidak berhenti pada diri sendiri.
Menulis untuk diri sendiri tentu boleh. Bahkan mungkin dari situlah semuanya bermula.
Tetapi ketika pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki kemudian dibagikan, manfaatnya bisa bergerak lebih jauh.
Dan ketika semakin banyak orang melakukan hal yang sama, manfaat tersebut bisa berubah menjadi gerakan.
Bukan Sekadar Perayaan Ulang Tahun
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan Round Table Challenge, Networking Games, penyerahan penghargaan dan apresiasi, pengumuman berbagai tantangan kreatif, serta doorprize.
Suasana yang awalnya penuh dengan sesi inspirasi dan literasi akhirnya menjadi lebih cair.
Ada tawa. Ada kejutan. Ada apresiasi.
Dan ada rasa bahagia karena bisa bertemu dengan banyak orang dalam satu ruang.
Namun, ketika semuanya selesai, rasanya Milad ke-19 Indscript Creative memberi kesan berbeda, bukan akhir, justru awal baru.
19 tahun bukanlah waktu yang singkat.
Justru usia ini bisa menjadi titik untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan, menghargai karya yang telah lahir, lalu melangkah menuju cerita berikutnya.
Karena dunia terus berubah. Teknologi terus berkembang. Cara orang berkomunikasi dan mengonsumsi informasi juga terus bergeser. Tetapi manusia akan selalu memiliki cerita untuk dibagikan.
From Writing to Inspiring
Pada akhirnya, tema From Writing to Inspiring merangkum perjalanan berharga yang juga memiliki dampak yang panjang.
Sebuah tulisan dapat menjadi pengetahuan. Pengetahuan dapat menjadi inspirasi. Inspirasi dapat melahirkan tindakan. Dan ketika tindakan dilakukan bersama-sama, ia dapat tumbuh menjadi gerakan. Itulah mengapa sebuah tulisan tidak pernah benar-benar selesai ketika titik terakhir dituliskan.
Perjalanannya justru baru dimulai ketika ada orang lain yang membacanya. Mungkin mereka mendapatkan informasi. Mungkin mereka menemukan keberanian. Mungkin mereka merasa terinspirasi. Atau mungkin, mereka kemudian menulis cerita mereka sendiri.
Dan kalau itu terjadi, bukankah tulisan kita sudah berjalan jauh melampaui diri kita?
“Satu Hati. Satu Langkah. Satu Inspirasi.”
Kalimat tersebut terasa tepat menjadi penutup Milad ke-19 Indscript Creative.
Sebab pada akhirnya, kita tidak hanya ingin menulis untuk dikenang. Kita ingin menulis agar memberi dampak.
Selamat Milad ke-19 Indscript Creative.
Semoga semakin banyak cerita yang lahir, semakin banyak karya yang memberi manfaat, semakin luas kolaborasi yang tercipta, dan semakin banyak inspirasi yang terus berjalan dari satu orang ke orang lainnya. Karena mungkin, tulisan kita hari ini hanyalah satu cerita kecil. Tetapi kita tidak pernah tahu, sejauh apa cerita itu akan berjalan.



Ah iya, Indscript Creative ulang tahun ya! Hampir dua dekade Indscript Creative mengajak perempuan untuk menulis dan menebar inspirasi lewat tulisan. Semoga kedepan Indscript creative makin sukses
ReplyDelete