Hai hai TemaNda!
Pernah gak sih, kita memilih laptop bukan cuma karena spesifikasinya bagus, tetapi juga mempertimbangkan daya tahan, desain, sampai layanan purnajualnya? Apalagi buat kita yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan, membuat konten, mengurus keluarga, dan berbagai aktivitas lainnya. Rasanya sayang banget kalau laptop yang menjadi andalan justru merepotkan saat dibutuhkan.
Nah, Kamis, 22 Oktober 2026 lalu, Manda berkesempatan menghadiri acara ASUS No.1 Quality & Service Media Gathering Bandung 2026 yang berlangsung di Ballroom 1 Hilton Hotel Bandung. Dalam acara ini, ASUS memperkenalkan berbagai rekomendasi laptop terbaik 2026 dengan keunggulan yang gak hanya berfokus pada performa, tetapi juga ketahanan, desain, teknologi AI, dan layanan purnajual.
Menariknya, ada banyak hal yang bisa kita eksplorasi di acara ini. Mulai dari menyaksikan langsung pengujian ketahanan laptop, mengenal pilihan warna yang lebih personal, sampai melihat bagaimana kecerdasan buatan bisa membantu pekerjaan kreatif.
Buat Manda yang sehari-hari menjalani aktivitas sebagai lifestyle blogger dan content creator, perkembangan teknologi seperti ini tentu menarik banget untuk disimak. Yuk, kita kenalan lebih jauh dengan inovasi terbaru ASUS!
ASUS Punya Kualitas dan Layanan Terbaik
Kalau bicara tentang laptop, biasanya kita langsung terpikir soal prosesor, RAM, kapasitas penyimpanan, atau kualitas layar. Padahal, ada satu hal lain yang gak kalah penting, yaitu ketahanan perangkat dan kemudahan mendapatkan layanan ketika laptop mengalami kendala.
Melalui program No.1 Quality & Service, ASUS menegaskan komitmennya dalam menghadirkan laptop berkualitas yang didukung layanan purnajual untuk penggunanya di Indonesia.
Salah satu hal yang menarik perhatian Manda adalah pengujian ketahanan laptop dengan standar militer MIL-STD 810H. Dalam acara ini, ASUS menghadirkan booth durability test sehingga pengunjung bisa melihat langsung demonstrasi pengujian ketahanan perangkat. Pada kesempatan ini Manda nyoba sendiri seberapa tangguh laptop ASUS ini mampu ditempa. Manda mencoba injak, jatuhkan langsung, dsb.
Pengujian tersebut mencakup berbagai kondisi, seperti guncangan, suhu ekstrem, kelembapan, hingga tekanan udara rendah. Artinya, laptop ASUS yang memenuhi standar tersebut telah melalui pengujian ketahanan sesuai prosedur yang ditetapkan.
![]() |
| Nyoba langsung ketangguhan ASUS |
Tentu saja, lolos pengujian standar militer bukan berarti laptop kebal terhadap segala jenis kerusakan. Namun, hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting ketika kita mencari perangkat yang dirancang untuk menghadapi beragam kondisi penggunaan.
Buat Manda, laptop yang tangguh memang menjadi nilai tambah. Apalagi ketika perangkat tersebut digunakan untuk menyimpan dokumen pekerjaan, foto keluarga, bahan tulisan, hingga berbagai file penting lainnya.
Garansi ASUS hingga 3 Tahun, Bikin Lebih Tenang
Selain ketahanan perangkat, ASUS juga memperkuat layanan purnajual melalui peningkatan perlindungan garansi pada sejumlah lini laptopnya.
ASUS ProArt, ASUS Zenbook, ASUS Vivobook S Series, dan ASUS Vivobook Flip kini mendapatkan hingga 3 tahun Garansi Internasional serta 3 tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP).
Sebelumnya, perlindungan ADP pada lini tersebut diberikan selama 1 tahun. Dengan peningkatan ini, pengguna mendapatkan perlindungan yang lebih panjang sesuai ketentuan program garansi yang berlaku.
Sementara itu, ASUS Vivobook Classic mendapatkan hingga 2 tahun Garansi Internasional dan 2 tahun ASUS VIP Perfect Warranty.
Apa itu ASUS VIP Perfect Warranty?
Secara sederhana, ADP atau Accidental Damage Protection merupakan perlindungan untuk kerusakan akibat kejadian tidak disengaja sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Jadi, penting juga untuk membaca ketentuan garansi sebelum mengandalkannya untuk kondisi tertentu.
ASUS turut memperluas jaringan layanan resminya hingga 141 titik servis di seluruh Indonesia, dengan cakupan garansi internasional di lebih dari 90 negara.
Untuk pengguna ASUS Zenbook, ASUS ProArt, dan ROG, tersedia pula ASUS Premium Service yang mencakup Fastlane untuk layanan servis yang lebih cepat, Free Round-Trip Shipping untuk penjemputan dan pengantaran laptop, serta Laptop Spa untuk perawatan perangkat.
Buat Manda, layanan seperti ini layak menjadi pertimbangan saat memilih laptop. Sebab, membeli perangkat bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan hari ini, tetapi juga bagaimana dukungan yang tersedia selama perangkat tersebut digunakan.
![]() |
| Blogger Bandung di ASUS Media Gathering |
Pick Your Vibe, Laptop dan Aksesori yang Sesuai dengan Gaya Kita
Siapa bilang laptop yang mendukung produktivitas harus terlihat monoton?
Lewat konsep Pick Your Vibe, ASUS menghadirkan pilihan perangkat dengan warna dan desain yang bisa disesuaikan dengan karakter penggunanya.
Pilihan ini tersedia pada lini ASUS Vivobook, termasuk ASUS Vivobook 14 dan ASUS Vivobook Go 14. Keduanya hadir dalam tiga varian warna masing-masing sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan perangkat dengan preferensi pribadi.
![]() |
| Tampilan ASUS Makin Stylish |
Buat Manda, pilihan warna memang bukan faktor utama ketika membeli laptop. Namun, ketika spesifikasi dan kebutuhan sudah sesuai, desain yang menarik tentu menjadi nilai tambah.
Apalagi buat content creator yang sering membawa perangkat saat menghadiri acara, bekerja di luar rumah, atau membuat konten. Laptop dengan tampilan yang sesuai selera bisa menjadi bagian dari gaya personal sekaligus menunjang kebutuhan kerja.
ASUS juga menghadirkan aksesori yang bisa melengkapi tampilan perangkat, yaitu ASUS Marshmallow Keyboard KW100 dan ASUS Marshmallow Mouse MD100.
Keduanya menggunakan koneksi nirkabel dan desain ringkas dengan tombol yang senyap. Pilihan warna pastel yang tersedia meliputi Lilac Mist Purple, Quiet Blue, dan Sage Green.
Bayangkan kalau laptop dan aksesori yang kita gunakan memiliki perpaduan warna yang serasi. Meja kerja sederhana pun bisa terasa lebih personal, ya!
Bagi pengguna yang lebih mengutamakan kenyamanan, tersedia ASUS SmartO Mouse MD200. Mouse ini memiliki desain ergonomis dengan sandaran ibu jari dan sensor berpresisi tinggi untuk mendukung aktivitas kerja sehari-hari.
Jadi, kita bisa memilih perangkat bukan hanya berdasarkan tampilannya, tetapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kebiasaan saat bekerja. Ada yang bisa tebak gak favorit Manda yang mana?
Ekosistem Laptop AI ASUS, Membantu Produktivitas dengan Cara Baru
Kalau beberapa tahun lalu kecerdasan buatan terasa seperti teknologi yang jauh dari kehidupan sehari-hari, sekarang AI sudah semakin dekat dengan aktivitas kita.
Mulai dari mencari ide tulisan, merangkum informasi, menyusun materi presentasi, sampai membantu pekerjaan kreatif. Kehadiran AI membuka banyak kemungkinan baru untuk menyelesaikan pekerjaan secara lebih efisien.
Dalam acara media gathering ini, ASUS memperkenalkan ekosistem laptop AI yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan pengguna.
Sejumlah laptop ASUS Zenbook dan Vivobook S Series dibekali NPU atau Neural Processing Unit dengan performa hingga lebih dari 50 TOPS, bahkan mencapai 80 TOPS pada varian tertinggi yang disebutkan ASUS.
NPU merupakan komponen khusus untuk memproses tugas kecerdasan buatan. Dengan pembagian beban kerja antara CPU, GPU, dan NPU, perangkat bisa menangani berbagai tugas sesuai kemampuan masing-masing komponen.
Laptop dengan kemampuan AI yang memadai dapat mendukung fitur berbasis kecerdasan buatan sekaligus membantu efisiensi penggunaan daya pada beban kerja tertentu.
ASUS juga menyediakan tombol Copilot khusus pada keyboard di perangkat yang mendukungnya untuk memudahkan akses ke asisten AI.
ASUS Virtual Assistant OMNI, Bisa Beroperasi secara Offline
Satu hal yang menarik adalah ASUS Virtual Assistant OMNI, aplikasi asisten AI yang dapat beroperasi secara offline.
Kemampuan ini membuat pengalaman menggunakan AI gak selalu harus bergantung pada koneksi internet, selama fitur dan model yang dibutuhkan sudah tersedia secara lokal di perangkat.
Bagi kita yang sering mengolah dokumen pribadi atau memiliki file pekerjaan yang perlu dijaga kerahasiaannya, pemrosesan AI secara lokal bisa menjadi pilihan menarik. Namun, privasi tetap bergantung pada cara aplikasi dikonfigurasi dan data yang diproses.
ASUS juga memperkenalkan ASUS Zenni Claw, platform AI Agent yang dirancang untuk membantu menyelesaikan pekerjaan bertahap, bukan sekadar menjawab pertanyaan seperti chatbot biasa.
Dengan dukungan ASUS Skills, platform ini dapat membantu tugas seperti menyusun draf presentasi, membuat itinerary perjalanan, hingga merangkum berita harian. Pemrosesannya dapat memanfaatkan AI lokal, cloud, atau kombinasi keduanya, bergantung pada konfigurasi dan kebutuhan.
Bayangkan ketika kita sedang memiliki banyak ide konten, tetapi waktu untuk menyusun semuanya terbatas. Asisten AI seperti ini berpotensi membantu menyiapkan kerangka awal agar kita bisa lebih fokus mengembangkan ide dan menyempurnakan hasil akhirnya.
Tentu, hasil AI tetap perlu diperiksa kembali. Bagaimanapun, teknologi ini berfungsi sebagai alat bantu, sedangkan keputusan dan sentuhan kreatif tetap berada di tangan kita.
ASUS ProArt P14 dan P16 dengan NVIDIA RTX Spark, Menarik untuk Kreator Profesional
Salah satu bagian yang menarik dari acara ASUS No.1 Quality & Service Media Gathering Bandung 2026 adalah demo laptop kreator ASUS ProArt P14 dan ASUS ProArt P16.
Keduanya baru diluncurkan pada 20 Oktober 2026 dan diperkenalkan sebagai perangkat kreatif dengan dukungan NVIDIA RTX Spark.
Laptop ini dirancang untuk mendukung kebutuhan kreator profesional yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi, termasuk untuk menjalankan model AI generatif dan workflow Agentic AI secara lokal.
ASUS ProArt P14 memiliki bobot sekitar 1,4 kg dengan Unified Memory 64GB, sedangkan ASUS ProArt P16 memiliki bobot sekitar 1,7 kg dengan Unified Memory 128GB.
Keduanya menggabungkan GPU 6.144-core dan CPU 20-core dalam satu sistem memori terpadu. Dukungan ini ditujukan untuk menangani beban kerja AI dan berbagai kebutuhan produksi konten yang kompleks.
Untuk urusan tampilan, ASUS ProArt P14 dan P16 menggunakan layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED. Teknologi layar ini dirancang untuk menghadirkan detail visual dan akurasi warna yang mendukung kebutuhan kreatif, seperti pengolahan foto, desain grafis, dan produksi video.
Melihat Demo Hermes Agent dan DaVinci Resolve Studio
Di acara tersebut, ASUS memperlihatkan bagaimana Hermes Agent dapat bekerja sebagai AI Agent lokal.
Dalam demonstrasinya, sistem ini mampu membaca isi folder proyek, merangkum brief klien, kemudian menyiapkan draf naskah atau caption dalam file baru. Proses tersebut dapat dilakukan secara lokal sesuai konfigurasi sehingga dokumen proyek tidak perlu dikirim keluar dari laptop untuk tugas yang ditunjukkan.
Perlu diketahui, Hermes Agent dan model AI yang digunakan tidak terpasang secara bawaan. Pengguna perlu mengunduh serta melakukan konfigurasi sendiri sesuai kebutuhan proyek.
Selain itu, ASUS menampilkan DaVinci Resolve Studio untuk menunjukkan pemanfaatan kemampuan komputasi perangkat dalam workflow video. Dukungan GPU dan Unified Memory yang besar dirancang untuk membantu mempercepat berbagai proses produksi, termasuk pekerjaan video beresolusi tinggi hingga 8K, bergantung pada jenis proyek dan pengaturannya.
Buat kreator yang sehari-hari bekerja dengan banyak file, mengolah video, atau mengembangkan konten berbasis AI, kemampuan seperti ini tentu menarik untuk diperhatikan.
Memang, laptop dengan spesifikasi tersebut ditujukan untuk kebutuhan kreatif profesional yang lebih berat. Namun, demo ini memberikan gambaran tentang arah perkembangan teknologi laptop, ketika pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan perangkat komputasi khusus semakin mungkin dilakukan langsung di perangkat yang kita bawa.
ASUS ProArt P14 dan P16 juga telah melalui pengujian ketahanan MIL-STD 810H dan dilengkapi hingga 3 tahun Garansi Internasional serta 3 tahun ASUS VIP Perfect Warranty sesuai ketentuan yang berlaku.
Kombinasi performa, portabilitas, dan dukungan layanan ini menjadi bagian dari upaya ASUS untuk menghadirkan perangkat yang dapat diandalkan oleh kreator profesional.
Memilih Laptop ASUS Terbaik 2026 Sesuai Kebutuhan
Setelah mengenal berbagai inovasi yang diperkenalkan dalam acara ini, kita bisa melihat bahwa ASUS menghadirkan pilihan laptop untuk kebutuhan pengguna yang berbeda-beda.
ASUS Vivobook dapat dipertimbangkan untuk aktivitas sehari-hari, belajar, bekerja, dan produktivitas umum. ASUS Zenbook menawarkan pilihan untuk pengguna yang mencari perangkat premium dengan desain ringkas. Sementara itu, ASUS ProArt ditujukan untuk kreator yang membutuhkan kemampuan lebih tinggi dalam mengolah konten dan menjalankan workflow kreatif.
![]() |
| ASUS Kuat Ditimpa Beban 100 kg |
Sebelum membeli laptop, ada beberapa hal yang sebaiknya kita pertimbangkan.
1. Sesuaikan spesifikasi dengan aktivitas utama. Kalau kebutuhan kita lebih banyak untuk menulis, mengelola blog, browsing, dan pekerjaan administrasi, kebutuhan perangkat tentu berbeda dengan kreator yang rutin mengolah video beresolusi tinggi atau menjalankan model AI lokal.
2. Perhatikan bobot dan ukuran laptop. Kalau perangkat sering dibawa bepergian, laptop yang ringkas bisa menjadi pilihan lebih praktis.
3. Pertimbangkan kualitas layar, kapasitas memori, penyimpanan, serta konektivitas sesuai aplikasi yang digunakan.
4. Jangan lupa memeriksa garansi dan layanan purnajual. Perlindungan yang sesuai dapat menjadi nilai tambah ketika kita menggunakan laptop untuk menunjang pekerjaan dalam jangka panjang.
5. Kalau ingin memanfaatkan AI, periksa kemampuan perangkat dalam menjalankan fitur yang dibutuhkan. Tidak semua laptop AI memiliki spesifikasi dan kemampuan yang sama, sehingga kita perlu menyesuaikannya dengan workflow masing-masing.
ASUS No.1 Quality & Service, Teknologi yang Semakin Dekat dengan Kebutuhan Pengguna
Menghadiri ASUS No.1 Quality & Service Media Gathering Bandung 2026 memberikan Manda gambaran tentang bagaimana perkembangan laptop sekarang gak hanya berfokus pada peningkatan performa.
![]() |
| 3 Pemenang Quiz Mendapat Jam G-shock Harga Jutaan Rupiah |
Ketahanan perangkat, layanan purnajual, desain yang lebih personal, dan teknologi AI menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dihadirkan ASUS bagi penggunanya.
Mulai dari pilihan ASUS Vivobook dengan warna yang beragam, ASUS Zenbook untuk kebutuhan produktivitas premium, sampai ASUS ProArt P14 dan P16 untuk pekerjaan kreatif yang lebih kompleks, masing-masing memiliki sasaran pengguna dan kebutuhan yang berbeda.
Buat Manda, perkembangan AI juga menarik untuk diikuti karena teknologi ini berpotensi membantu kita mengelola pekerjaan dengan lebih efisien. Namun, memilih laptop tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan nyata, bukan hanya mengikuti tren atau tergoda spesifikasi tertinggi.
Satu hal yang gak kalah penting, perangkat yang tangguh perlu didukung layanan purnajual yang jelas. Dengan peningkatan garansi pada lini tertentu dan jaringan layanan resmi yang luas, ASUS berupaya memberikan dukungan lebih panjang bagi para penggunanya.
Kalau saat ini kita sedang mencari laptop baru, ada baiknya mengenali dulu kebutuhan utama, anggaran, dan fitur yang benar-benar akan digunakan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pilihan laptop, spesifikasi, dan ketentuan garansi, kita bisa mengunjungi situs resmi ASUS Indonesia di https://www.asus.com/id/.
Jadi, kalau Manda ditanya apa yang perlu dipertimbangkan ketika memilih laptop, jawabannya sebenernya bukan cuma soal cepat atau mahal. Laptop yang tepat adalah perangkat yang sesuai kebutuhan, nyaman digunakan, tangguh untuk mendukung aktivitas, dan memiliki dukungan layanan yang bisa diandalkan. Sisanya ya balik lagi ke selera ya, entah ke bentuk ataupun warna.
Kalau menurut kalian, saat memilih laptop hal yang paling penting itu performa, desain, fitur AI, atau garansinya? Yuk, cerita di kolom komentar!







Kalau ada bujet bagusnya memang dari sekarang untuk membeli ya kak, karena nggak tahu juga ini kedepannya harga RAM turunnya kapan 😩
ReplyDeleteApalagi juga tersedia laptop ASUS andalan yang punya durabilitas kece. Cuss dah dapatkan, jangan lupa lebihkan 1 belinya buat dihadiahkan kepadaku
Tambah cakep aja nih laptop ASUS bukan hanya speknya yang mumpuni tapi kini juga semakin memperhatika style atau gaya dari penggunanya. Apalagi buat kaum hawa nih pastinya suka banget ya dengan laptop stylish gitu. Trus teknologi AI yang dimiliki ASUS juga pastinya sangat membantu dalam produktivitas kita ya, Mbak.
ReplyDeletePilihan laptop ASUS tuh beragam banget ya mbak. Tinggal disesuaikan dgn kebutuhan aja. Fitur dan spesifikasinya udah tingkat dewa tuh. Dipake multitasking sampe rendering video bs ngebut. Apalagi cmn buat nonton video. Mana udh ada teknologi AI yang disematkan lg.
ReplyDeleteTp yg aku salut, garansinya itu loh. Ga kaleng2 urusan after sales ini. Makanya kita ga kerepotan kalo amit2 laptopnya rusak, kita ga usah repot lagi klaim garansinya. Mana hampir di tiap kota ada lagi tuh service centernya. Mantap ASUS.
Smg ntr kalo ada gathering di Surabaya/Kediri, ajak aku dong. Pengen cobain laptop ASUS jg nih. Hehe.