Hai hai TemaNda!

Pandemi saat ini telah mengubah berbagai kebiasaan dan kebutuhan hidup setiap masyarakat Indonesia. Masyarakat yang berprofesi sebagai karyawan akhirnya mencoba untuk membuka usaha ataupun mengambil kesempatan bekerja jarak jauh secara daring. Namun menjadi wirausaha tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Berbagai kebutuhan yang perlu dimiliki sebagai modal dasar, terkadang membuat kita berpikir ulang untuk memulai sebuah usaha.


Tidak adanya modal berupa uang, barang, maupun skill kerap menjadi tantangan tersendiri bagi siapa saja yang berminat membuka sebuah usaha. Selain itu tidak sedikit calon pengusaha yang terhambat oleh rasa khawatir akan kegagalan.

Hambatan ini rupanya telah dipahami pemerintah yang saat ini mulai menyalurkan pembiayaan melalui Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Melalui berbagai lembaga bukan bank, PIP telah menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp 17,16 triliun kepada 5,1 juta debitur sejak 2017 sampai dengan 9 Desember 2021.

Diketahui sesuai pemaparan Aditya Surya Permana, Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi BLU PIP, jangkauan penyaluran pembiayaan sudah pada 503 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Penyaluran biaya ini tidak begitu saja dilakukan tanpa adanya pendampingan. Setiap Local Hero yang mendapatkan pembiayaan dari PIP UMi juga berhak mendapatkan beberapa pelatihan yang disedikan oleh pihak BLU PIP.

Bermula dari ketertarikan ini, Manda akhirnya  berjumpa dengan seorang Local Hero yang telah berdaya dengan pembiayaan PIP UMi. Beliau adalah Ibu Midia Lena, seorang ibu dari tiga orang anak yang membuka usaha makanan ringan (snack box) dari dalam rumah. Yuk kenalan lebih jauh dengan Ibu Media Lena.

Dimulainya Perjalanan Usaha

Tahun 2003 merupakan perjalanan awal bagi Ibu Midia Lena. Setelah memutuskan pindah tempat tinggal dan berdomisili di daerah Panongan Tangerang pada tahun 2002, setahun berikutnya Ibu Midia Lena mulai merintis usaha keripik singkong. Diakui Ibu Midia Lena, usaha keripik singkongnya tergolong sukses dan memiliki banyak pelanggan. 

Setelah beberapa tahun berjalan, kondisi moneter negara membuat harga bahan baku usaha keripik singkong menjulang tinggi. Ibu Midia Lena terpaksa menghentikan usahanya memproduksi keripik singkong. 


Selain usaha keripik singkong, Ibu Midia Lena yang berasal dari Palembang juga merintis usaha pempek. Semenjak produksi keripik singkong berhenti, Ibu Midia Lena berfokus melakukan usaha pemesanan pempek dan berbagai makanan sejenis kue basah. Semua usaha dijalani tahun demi tahun dengan baik dan berkembang.

Usaha dilakukan sendiri oleh Ibu Midia Lena dengan bantuan anak gadisnya yang telah beranjak dewasa. Usaha yang dilakukan di kediaman pribadinya ini telah menjadi bagian dari keseharian Ibu Midia Lena selain mengurus rumah tangga. 

Saat masa lebaran tiba, pesanan dari para pelanggan untuk bingkisan lebaran cenderung meningkat. Pada saat meningkatnya pesanan, Ibu Midia Lena akan meminta bantuan kepada anak dan tetangganya.

Perkenalan dengan PIP UMi

Setelah bertahun-tahun menjalani usahanya, Ibu Midia Lena akhirnya berkenalan dengan pemodalan PIP UMi. Bersama 14 orang lain dalam grup, Ibu Midia Lena rutin melakukan pertemuan rutin bersama untuk menjalankan pemodalan PIP UMi yang didistribusikan melalui koperasi Abdi Kerta Raharja. Berbagai pengalaman menjalankan pemodalan kredit bersama ini dilalui tanpa ada kendala berarti.

Sampai akhirnya pada bulan November 2021 Ibu Midia Lena dengan rekannya menjadi perwakilan dari Panongan guna mengikuti pelatihan yang diadakan oleh PIP UMI. Pelatihan yang berjalan selama dua hari tersebut memberikan pemahaman kepada debitur untuk dapat menjalankan usaha dengan cara revolusi 4.0.

Berbagai opsi pemasaran secara digital dipaparkan untuk dapat digunakan dalam usaha yang dijalankan para debitur. Salah satu materi yang didapatkan adalah penggunaan Grab Food sebagai mitra usaha untuk memasarkan produk.

Produk Usaha 

Berbagai jenis makanan ringan dengan bentuk snack box dapat dipesan kepada Ibu Midia Lena. Usaha makanan ringan ini beliau berikan nama Samirasa. Berbagai jenis kue basah seperti wingko, kue pisang dan kue lainnya dapat dipesan dengan sistem Pre-order. Selain makanan ringan dan kue basah Ibu Midia Lena juga menerima berbagai pemesanan nasi kotak, lauk pauk, seperti garang asam, atau ayam goreng, sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Ibu Midia Lena dengan Samirasanya telah melakukan banyak pesanan semenjak tahun 2003. Lokasi pengiriman terjauh pernah sampai daerah Jawa Tengah dan pulau Kalimantan. Ibu Midia Lena juga menceritakan bagaimana produk miliknya tidak menggunakan pengawet dan dibuat fresh langsung dikemas dan dikirim pada malam hari untuk memastikan produknya sampai dengan keadaan baik kepada pelanggan. 

Pempek sebagai produk best seller dari Samirasa menerima pesanan ke luar daerah yang terjangkau Next Day Service untuk mencegah produk menjadi basi. 

Bagi yang berminat mencoba jajanan khas Samirasa, jangan ragu-ragu untuk segera memesan dengan menghubungi kepada Ibu Midia Lena langsung klik link berikut. Ibu Midia Lena juga memasarkan berbagai produknya melalui akun Instagram @midia.lena.ms. Untuk lokasi pemesanan, Samirasa milik Ibu Midia Lena bertempat di Perumahan Graha Mitra Citra Panongan Tangerang.


#PIPUMi #UMiUntukNegeri

SHARE 1 comment

Add your comment

  1. "Joker's Wild", because the name implies, adds a joker to the 1xbet combo. The joker is absolutely wild and substitutes to strengthen palms. The inclusion of the wild joker additionally adds one other winning hand in 5-of-a-kind. The game's name inspired a game present of the same name. Types of drawings and sizzling seat promotions are more common at smaller casinos.

    ReplyDelete

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS