Hai hai TemaNda
Punya rumah pertama itu rasanya campur aduk. Antara senang, haru, sekaligus deg-degan. Apalagi saat masuk ke fase serah terima rumah, di mana kita resmi menerima bangunan yang selama ini cuma kita lihat dari brosur atau rumah contoh. Di tahap ini, kita bukan cuma datang, terima kunci, lalu pulang dengan senyum lebar. Ada banyak hal penting yang perlu diperhatikan supaya rumah pertama benar-benar siap ditinggali tanpa masalah di kemudian hari.
Biar nggak bingung dan nggak ada yang terlewat, yuk kita bahas satu per satu tips serah terima rumah pertama, lengkap sampai urusan pajak seperti cara menghitung PBB, plus sedikit gambaran soal kawasan hunian yang nyaman dan layak dipertimbangkan.
Persiapan Sebelum Jadwal Serah Terima Tiba
Sebelum hari serah terima, ada baiknya kita menyiapkan diri dengan lebih matang. Jangan datang dengan tangan kosong dan mengandalkan ingatan saja.
Tips serah terima rumah pertama yang kesatu adalah, siapkan semua dokumen penting yang berkaitan dengan pembelian rumah. Mulai dari perjanjian jual beli, bukti pembayaran, spesifikasi bangunan, hingga denah rumah. Dokumen-dokumen ini penting sebagai acuan saat kita mencocokkan kondisi rumah di lapangan dengan apa yang dijanjikan sejak awal.
Kedua, buat daftar checklist pemeriksaan. Isinya bisa sederhana tapi detail, seperti kondisi lantai, dinding, plafon, pintu, jendela, kamar mandi, dapur, hingga area luar rumah. Dengan checklist, kita jadi lebih fokus dan nggak mudah teralihkan oleh rasa senang berlebihan.
Kalau memungkinkan, datanglah dengan kondisi tidak terburu-buru. Serah terima rumah sebaiknya dilakukan dengan tenang supaya kita bisa memeriksa semuanya dengan jeli.
Fokus Utama Saat Pemeriksaan Fisik Bangunan
Saat memasuki rumah, jangan langsung membayangkan furnitur atau dekorasi. Fokus utama kita adalah kondisi bangunan.
Perhatikan dinding dan plafon. Apakah ada retakan halus, cat yang tidak rata, atau bagian yang terlihat lembap. Cek lantai satu per satu, pastikan tidak ada keramik yang pecah, retak, atau berbunyi kosong saat diketuk.
Pintu dan jendela juga wajib dicek. Pastikan semuanya bisa dibuka dan ditutup dengan lancar, kunci berfungsi, dan tidak ada bagian yang macet. Hal-hal kecil seperti ini sering dianggap sepele, padahal kalau dibiarkan bisa merepotkan di kemudian hari.
Untuk kamar mandi, cek kemiringan lantai dan saluran air. Pastikan air mengalir dengan baik dan tidak menggenang. Area dapur juga perlu diperiksa, terutama bagian wastafel dan saluran pembuangan.
Strategi Menguji Fungsi Utilitas dan Instalasi
Rumah yang bagus bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal fungsi. Karena itu, kita perlu menguji semua utilitas yang ada.
Nyalakan semua lampu dan saklar. Coba stop kontak di beberapa titik untuk memastikan listrik berfungsi normal. Perhatikan apakah ada lampu yang redup atau mati, karena itu bisa jadi tanda instalasi belum sempurna.
Untuk air, buka semua keran dan shower. Periksa tekanan air dan pastikan tidak ada kebocoran di bawah wastafel atau di sudut kamar mandi. Jangan ragu untuk mencoba flush toilet beberapa kali.
Kalau rumah sudah dilengkapi dengan instalasi tambahan seperti water heater atau pompa air, pastikan semuanya bisa digunakan dengan baik saat dicek.
Memastikan Kelengkapan Dokumen dan Legalitas
Selain fisik bangunan, urusan dokumen juga tidak kalah penting. Pastikan kita mendapatkan penjelasan mengenai status sertifikat, apakah masih dalam proses atau sudah siap.
Tanyakan juga mengenai gambar bangunan final dan spesifikasi teknis rumah. Ini berguna jika suatu hari nanti kita ingin melakukan renovasi atau perlu referensi teknis tertentu.
Semua kesepakatan sebaiknya disampaikan secara tertulis, termasuk janji perbaikan jika ditemukan kekurangan saat serah terima.
Langkah Selanjutnya : Memproses Garansi dan Komplain Kekurangan
Biasanya pengembang memberikan masa garansi untuk rumah yang baru diserahterimakan. Manfaatkan masa ini sebaik mungkin.
Jika ditemukan kekurangan, segera ajukan komplain secara resmi. Sertakan catatan tertulis dan dokumentasi foto agar proses perbaikannya jelas. Jangan menunda, karena garansi punya batas waktu.
Simpan semua kontak penting, mulai dari customer service, teknisi, hingga bagian administrasi. Ini akan sangat membantu kalau suatu saat kita membutuhkan bantuan.
Rumah Pertama yang Nyaman untuk Jangka Panjang
Memilih rumah pertama bukan hanya soal harga, tapi juga tentang kawasan yang dirancang untuk tumbuh bersama penghuninya. Lingkungan yang tertata, akses yang mudah, serta fasilitas yang berkembang akan sangat berpengaruh pada kenyamanan hidup sehari-hari. Karena itu, hunian di kawasan kota mandiri sering menjadi pilihan bagi keluarga muda yang ingin tinggal dengan lebih tenang tanpa jauh dari pusat aktivitas.
Salah satu kawasan yang menarik untuk dipertimbangkan adalah Summarecon Tangerang, pengembangan ke-9 dari Summarecon Group dengan konsep Six Lakes, One Vibrant City. Kawasan ini memiliki enam danau besar, jalan bulevar lebar, dan jalur pedestrian yang nyaman. Lokasinya strategis, hanya sekitar 200 meter dari Tol Bitung Tol Jakarta–Tangerang, serta 15 menit dari Summarecon Serpong. Fasilitas kawasan sudah mulai hidup dengan kehadiran tenant kuliner, area olahraga, marketing gallery dengan SPKLU, dan rencana hadirnya Summarecon Mall Tangerang. Pilihan hunian pun beragam, mulai dari Rona Homes sebagai rumah tumbuh modern tropis dengan harga mulai 800 jutaan, Briza Lakes yang siap huni Desember 2025 dengan program free PPN DTP, hingga Havena Lakes sebagai hunian premium. Untuk rumah pertama, kawasan seperti ini memberi rasa aman, nyaman, dan prospek jangka panjang yang lebih terencana.
![]() |
| Sumber gambar : Summarecontangerang.com |
Serah Terima Rumah Pertama Lancar, Hidup Lebih Tenang
Serah terima rumah pertama adalah langkah besar dalam hidup kita. Dengan persiapan yang matang, pemeriksaan yang teliti, serta pemahaman tentang kewajiban seperti PBB, proses ini bisa dijalani dengan lebih tenang dan percaya diri.
Rumah bukan sekadar bangunan, tapi tempat kita membangun cerita, bertumbuh, dan pulang setelah hari yang panjang. Karena itu, pastikan setiap langkahnya kita jalani dengan sadar dan penuh pertimbangan. Kalau kamu lagi mempertimbangkan rumah idaman yang bukan sekadar tempat tinggal tapi juga investasi masa depan coba lirik Summarecon Tangerang yang punya komunitas kuat dan fasilitas lengkap. TemaNda punya tips serah terima rumah pertama lainnya? Boleh banget ya dishare di komentar!
.jpg)

Ah ya poin-poin yang disampaikan penting banget. Sedih juga melihat beberapa kejadian saat orang serah terima rumah/unit apartemen dan menemukan kejanggalan tapi pihak pengembang gak mau tanggung jawab dan malah melaporkan ke polisi (ada beberapa kasus yang sampai pemilik unit dipenjara). Makanya, memilih pengembang sangat sangat sangat penting. Kalau Summarecon Group sih namanya udah bersinar banget, ya. Yakin dengan keseriusan mereka menyediakan hunian dengan standar bangunan yang layak.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
DeleteIya benar, memilih pengembang properti harus yang amanah, karena bisa aja terjadi hal yang tidak diduga alias disalahgunakan. Selain itu sebisa mungkin juga pas serah Terima nggak sendirian, biar ada saksi yang menyaksikannya
DeleteNah kelengkapan dokumen ini penting sekali
ReplyDeleteBukan untuk mencurigai tetapi ke depannya akan sangat penting untuk dimiliki yang sah
Soalnya pernah bermasalah sama sertifikat rumah yang gak diurus
Alhasil almarhum bapak dikibulin sama sepupunya sendiri
Aku tuh belum pernah ngalamin serah terima rumah, Krn rumah yg skr, pemberian ortu pas nikah dulu 😅😅. Jadi udah terima beres semua.
ReplyDeleteSekarang jadi tahu deh, apa aja yg harus diperhatikan jika nanti ada niat utk beli rumah, dan baru pertama dapat kunci 😍😍. Banyan juga ternyata ya mba. Terutama masalah bagian2 yg rusak, atau yg terpenting surat2 kepemilikan 👍👍
Serah terima sama ortu rasanya juga berkesan banget yaa, ka Fan..
DeleteAmiin allahumma amiin.. semoga kita semua bisa punya properti sebagai investasi jangka panjang.
Keren sekali tulisan ini, Mbak Manda. Orang memang kebanyakan sudah senang dulu saat serh terima rumah. Jadi ya langsung masuk saja, tanpa memperhatian hal-hal penting. Padahal yang pertama saat serah terima rumah itu disiapkan dulu berkas dan suratnya ya, Mbak. Terus yang bagian paling penting adalah cek kondisi bangunan. Karena terkadang ada pengerjaan yang kurang rapi dan sesuai. Jadi bisa komplain. Dan.. poin paling utama sebenanya saat akan memutuskan membeli rumah ya. Wajib langsung survei langsung ke lokasi. Cek dan ricek bagaimana sikon di sana. Termasuk lingkungannya juga.
ReplyDeleteSoal kelengkapan dokumen ini krusial banget. Beberapa waktu lalu, ada kejadian sama temanku. Dia beli rumah secara KPR gitu. Sudah nempatin dan nyicil selama 7 atau 8 tahun gitu. Eh lha kok ternyata dia nggak tahu itu sertifikat rumah dia di mana. Ditanya ke bank tempat dia KPR juga nggak bisa kasih jawaban. Terakhir dicek eh kok ya ternyata lahannya masih milik Perhutani gitu.
ReplyDeleteMemang bisa saja saat serah terima kunci pertama terlupakan ya, sehingga perlu ada beberapa orang yang saling mengingatkan, khususnya bagian dokumen legalitas ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
ReplyDeleteInformasinya sangat tepat. Detail dan penting sekali untuk dipahami hal-hal yang ditulis. Aku sendiri fokus soal garansi. Karena kadang semuanya bisa terlihat ok saat serah terima, tetapi butuh waktu untuk mengujinya, seperti kalau hujan bagaimana keadaannya rumahnya, bocor kah atau hal-hal kecil lainnya.
ReplyDeleteSelain soal garansi, dokumen juga penting sekali di utamakan untuk melihatnya lebih detial. Karena semuanya akan bisa jadi persoalan jika dokumen tidak lengkap.
Serah terima kaya gini kalau kita beli rumah baru via developer atau bangun baru pakai kontraktor biasanya ya? Kalau beli second kayanya jarang pengecekan kondisi rumah karena rata-rata ya beli apa adanya. Kalau rumah baru emang banyak banget yang harus dicek ya. Pastikan semua sudah oke sebelum masa garansi lewat.
ReplyDeletePerumahan Summarecon ini terkenal dengan lingkungan yang aman dan nyaman, juga desain yang estetik. Pokoknya kalau beli di sana, kualitas hidup kemungkinan besar meningkat.
Insightful banget mba, buat aku yang masih berjuang supaya bisa punya rumah pertama. Jadi ngebayangin gimana perasaan pas mau serah terima rumah 🤩🤩🤩 bakalan penuh kesan sekaligus mesti teliti dan hati-hati, apalagi terkait surat-menyurat mesti dipastiin asli dan aman semua halnya.
ReplyDeleteSummarecon Tangerang, bikin takjub sih Summarecon grup udah teruji sekali lah. Terpercaya.
Memang bagusnya kita bikin daftar tertulis ya terkait pemeriksaan utilitas rumah ini biar kalau ada kekurangan bisa komplain. Aku jadi ingat saja rumahku yang kutempati sekarang pas serah terima nggak ngecek apa-apa heu
ReplyDeleteAku ingat pas serah terima rumah tuh, aku ditemenin sama temenku yang kebetulan arsitek, jadi sebelum TTD misal ada yang perlu diperbaiki mulai dari lantainya, tembok, pintu, air, pipa, kusen dan lainnya di ceki². Waktu itu belum sreg karena sebagian lantainya kayak bunyi kopong. Jadi kudu bongkar. Dan baru setelahnya 1 mingguan baru kembali serah terima.
ReplyDeleteDan setuju banget sebelum serah terima hal² itu perlu diperhatikan. 🥰
Seneng banget mba, pas serah terima rumah ditemani oleh teman yang berprofesi sebagai arsitek, jadi bisa lihat detail dan kalau ada yang kurang oke bisa langsung di utarakan. Beruntung dan rezeki sekali ini sih.
DeleteSoalnya namanya rumah, buat ditempati jangka panjang, kudu beneran memastikan semua hal, termasuk detail bangunannya juga.
Terkait hal ini, kalau misalnya nggak punya teman arsitek atau yang paham bangunan rumah, pernah baca di threads kalau sekarang ada lho jasa pengecekan bangunan rumah. Dihitungnya per meter gitu. Jadi sebelum rumah diserahhterimakan mending ajak jasa kek gini aja. Mana bayarnya ramah kantong demi nggak boncos buat renov kan sayang ya sama duitnya kalau renov banyak hehe
DeleteDuh jadi keinget dulu pas beli rumah , sedikit ada accident developer aku ternyata oneprestasi , jadi hal pertama kelak kalau beli rumah aku akan cari rekomendasi developer yang rekam jejak nya bagus
ReplyDeleteProses serah terima itu sangat penting karena di saat itu kita akan mendapatkan rumah yang selama ini kita dambakan dan memang harusnya tidak ada kekurangan sesuai dengan yang dinjanjikan. Oleh karena itu begitu banyak yang harus kita cek supaya tidak ada kekurangan dan apabila ada komplen bisa segera kita ajukan
ReplyDeleteMemang sebaiknya cek banyak hal sebelum serah terima supaya nanti nggak boncos buat renovasinya ya mbak, walaupun emang biasanya ada garansi2nya tetapi tetep kudu dicek sedetail mungkin supaya nggak menyesal.
ReplyDeleteOh ya emang kalau beli rumah di pengembang kyk Summarecon tu kita dapat produk rumah yang lumayan OK dari sisi bangunan hingga lingkungan. Cukup worth it dengan biaya yang kita keluarkan ya.
Ah iya, jadi ingat dulu saat beli rumah. Memang harus dicek semua kelengkapan dokumen
ReplyDeleteJangan jadi masalah di kemudian hari.
Btw emang nyaman banget ya rumah dari pengembang terkemuka Summarecon ini
Perasaannya bahagia...
ReplyDeleteTapi tetep gabole lengah saat serah terima rumah yaa.. karena pastinya setiap jengkalnya kudu diteliti agar nyaman ditempati untuk jangka waktu yang lama.
Memang momen serah terima itu rasanya campur aduk; antara ingin cepat-cepat pindah tapi harus tetap "dingin" biar teliti cek fisik bangunan. Saya setuju banget soal membawa checklist, karena kalau sudah di lokasi biasanya suka hilang fokus saking senangnya.
ReplyDeleteApalagi kalau kawasannya sekeren Summarecon Tangerang, pasti makin nggak sabar buat huni. Terima kasih tips utilitas dan dokumennya, sangat bermanfaat buat kami yang lagi berjuang punya rumah pertama!
Nah ini mbak, ternyata ada banyak banget yang harus kita perhatiin ya sebelum memutuskan untuk ambil suatu tempat bernama rumah. Apalagi, ini tuh kan memang untuk jangka panjang yaa, bukan yang perkara jangka pendek. Gaboleh ada satu hal pun yang miss, karena bisa jadi fatal.
ReplyDeleteBaru paham ternyata lumayan banyak yang harus diperhatikan saat serah terima rumah, walaupun sekilas kaya ribet, tetapi pasti penting agar ketika mendiami rumahnya sudah aman dan nyaman, karena ini kan jangka panjang, ya, jadi memang detail dalam mempersiapkan serah terima rumah must well prepare
ReplyDeleteJAdi inget jaman dulu waktu pertama kali beli rumah..awalnya saya gak tau nie lokasi persis nya seperti apa trus bangunannya seperti apa hanya pernah melewati kawasan perumahan tersebut trus ke marketing dan hanya dengan bermodalkan gambar akhirnya saya memilih lokasi rumah tersebut yang ternyata masih dalam tahap pembangunan. Dan waktu itu juga percaya aja sama marketingnya mengingat perumaham yang saya pilih merupakan milik salah satu developer yang memang sudah lama sehingga sudah banyak dikenal hehe
ReplyDeletebetul banget mba Alienda,,,,saat serah terima rumah baru hal yang paling penting itu adalah dokumen dan surat-surat rumah. jangan sampai tertinggal dan ada yang kurang soalnya nanti urusannya bisa berabe.
ReplyDeleteSaat serah terima rumah memang banyak yang harus dicek, jangan sampai sudah terlanjur tandatangan berita acara serah terima dan menganggap sudah ok, eh ada keluhan susulan, bisa ga dianggap nih oleh developer
ReplyDeleteartikel yang bermanfaat, terimakasih infonya :)
ReplyDelete