Hai hai TemaNda!
Pernah tidak, niatnya hanya ingin membuka media sosial lima menit, tetapi tiba-tiba satu jam berlalu begitu saja?
Awalnya kita melihat resep masakan. Lalu muncul berita ekonomi. Setelah itu berita kriminal. Kemudian video tentang kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Belum selesai mencerna semuanya, muncul lagi kabar PHK, penipuan, konflik, atau hal-hal lain yang membuat pikiran semakin penuh. Saat pikiran sedang sehat mungkin kita bisa dengan cepat menutup dan switch ke kegiatan lain. Tapi kalau sedang sensitif mudah terpengaruh, efeknya bisa jauh dan bahaya.
Kalau pernah mengalami hal seperti itu, kita tidak sendirian.
Beberapa tahun terakhir, ada istilah yang semakin sering digunakan, yaitu doomscrolling. Sederhananya, doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus mengonsumsi berita atau informasi negatif melalui ponsel tanpa benar-benar mendapatkan manfaat yang sebanding dengan energi yang terkuras.
Masalahnya, semakin banyak informasi yang kita lihat, belum tentu semakin tenang hati kita. Justru kadang sebaliknya. Kita menjadi lebih cemas, sulit fokus, mudah lelah secara mental, dan merasa tidak produktif.
Nah, belakangan Manda menemukan satu aktivitas sederhana yang ternyata cukup membantu mengalihkan perhatian dari kebiasaan doomscrolling, yaitu Doodle.
Yang menarik, Doodle tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan mental. Jika ditekuni, aktivitas ini bahkan bisa berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan.
Bagaimana bisa?
Apa Itu Doodle?
Doodle adalah gambar sederhana yang biasanya dibuat secara spontan. Tidak harus bagus. Tidak harus sempurna. Bahkan tidak harus memiliki bentuk yang jelas.
Bisa berupa bunga kecil, wajah lucu, pola abstrak, daun, awan, tulisan dekoratif, atau kombinasi berbagai elemen yang muncul begitu saja di atas kertas.
Inilah yang membuat Doodle terasa menyenangkan.
Tidak ada tekanan untuk menghasilkan karya yang sempurna.
Tidak ada standar yang harus dipenuhi.
Kita hanya menggambar.
Sederhana dan semenyenangkan itu.
Mengapa Doodle Bisa Membantu Mengurangi Doomscrolling?
Ketika doomscrolling terjadi, sebenarnya perhatian kita sedang terjebak di layar.
Otak terus menerima informasi baru tanpa jeda. Akibatnya pikiran menjadi lelah.
Doodle atau mencoret sesuatu bekerja dengan cara yang berbeda.
Saat tangan mulai menggambar, fokus perlahan berpindah dari layar ke aktivitas fisik yang lebih tenang. Kita mulai memperhatikan garis, bentuk, pola, dan gerakan tangan.
Tanpa sadar, waktu yang biasanya habis untuk membaca berita yang membuat stres berubah menjadi aktivitas kreatif yang lebih menenangkan. Mungkin terdengar sederhana, tetapi terkadang hal-hal sederhana justru paling efektif.
Tidak Bisa Menggambar? Tidak Masalah
Sebenarnya ini salah satu alasan mengapa Doodle cocok untuk siapa saja. Banyak orang mengira mereka tidak berbakat menggambar.
Padahal Doodle bukan tentang bakat. Doodle lebih dekat dengan aktivitas bermain. Bahkan lingkaran, garis, titik, dan bentuk acak pun sudah bisa disebut Doodle.
Jadi kalau selama ini kita merasa tidak kreatif, mungkin kita hanya terlalu sering membandingkan hasil sendiri dengan karya profesional. Padahal tujuan awal Doodle bukan menghasilkan karya sempurna.Tujuannya adalah menikmati prosesnya.
Dari Hobi Menjadi Peluang
Di era digital seperti sekarang, karya sederhana sekalipun memiliki nilai ekonomi.
Ini termasuk Doodle. Mungkin awalnya hanya menggambar untuk mengisi waktu dan mengurangi kebiasaan doomscrolling. Namun seiring waktu, kemampuan tersebut bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.
Menjual Stiker Doodle
Salah satu peluang yang cukup menarik adalah membuat desain stiker.
Saat ini banyak orang menyukai stiker untuk jurnal, laptop, botol minum, hingga kemasan usaha kecil. Desain Doodle yang unik justru sering memiliki daya tarik tersendiri karena terlihat personal dan tidak terlalu formal.
Kita bisa menjual desain digital maupun produk fisiknya.
Membuat Printable
Tren printable masih cukup diminati.
Misalnya halaman mewarnai anak, planner, jurnal harian, kartu ucapan, atau dekorasi sederhana. Doodle dapat menjadi elemen visual yang mempercantik produk-produk tersebut.
Setelah dibuat sekali, file digital bisa dijual berkali-kali.
Menjadi Ilustrator Konten
Banyak pemilik usaha kecil membutuhkan ilustrasi sederhana untuk media sosial mereka.
Tidak semua bisnis membutuhkan desain yang rumit.
Kadang Doodle justru terasa lebih hangat dan mudah diterima audiens. Jika kemampuan terus berkembang, peluang ini bisa menjadi jasa freelance yang cukup menjanjikan.
Membuka Workshop atau Kelas Kecil
Percaya atau tidak, banyak orang ingin belajar Doodle untuk relaksasi. Tidak harus menjadi seniman profesional untuk mengajarkannya.
Kita bisa berbagi pengalaman, teknik dasar, dan manfaat Doodle bagi kesehatan mental. Apalagi saat ini kelas online semakin mudah dijalankan dari rumah.
Membuat Produk Handmade
Doodle juga bisa diaplikasikan pada berbagai produk.
Misalnya tote bag, notebook, kartu ucapan, pembatas buku, mug, atau kemasan produk UMKM. Nilai tambah dari produk handmade sering kali terletak pada sentuhan personal yang tidak dimiliki produk massal.
Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Menjadikan Doodle Sebagai Sumber Penghasilan
Ada satu hal yang menurut Manda penting untuk diingat.
Jangan langsung menjadikan uang sebagai tujuan utama.
Mengapa?
Karena Doodle awalnya hadir sebagai aktivitas yang menyenangkan dan membantu menjaga kesehatan mental.
Jika sejak awal kita terlalu fokus pada cuan, aktivitas yang tadinya menenangkan bisa berubah menjadi tekanan baru.
Lebih baik nikmati proses belajar terlebih dahulu. Biarkan kemampuan berkembang secara alami. Jika ternyata ada peluang menghasilkan uang, anggap itu sebagai bonus yang menyenangkan.
Selain itu, hati-hati terhadap berbagai tawaran bisnis kreatif yang terdengar terlalu indah. Misalnya kursus mahal yang menjanjikan penghasilan puluhan juta dalam waktu singkat atau sistem yang mengharuskan kita membeli paket tertentu dengan harga fantastis. Tidak ada salahnya belajar, tetapi tetap gunakan logika dan lakukan riset terlebih dahulu.
Memulai dari yang Sudah Ada
Salah satu kelebihan Doodle adalah modalnya sangat kecil. Kita tidak membutuhkan tablet mahal atau peralatan profesional. Kertas bekas dan pulpen yang ada di rumah pun sudah cukup untuk memulai. Bahkan banyak kreator Doodle yang awalnya hanya menggambar di buku catatan sebelum akhirnya berkembang menjadi bisnis.
Karena itu, tidak perlu menunggu sempurna. Tidak perlu menunggu alat lengkap. Tidak perlu menunggu punya ribuan pengikut media sosial.
Mulailah dari apa yang ada hari ini.
Ketika Waktu yang Terbuang Bisa Menjadi Sesuatu yang Berharga
Jika dipikir-pikir, satu jam doomscrolling biasanya tidak meninggalkan apa-apa selain rasa lelah.
Sebaliknya, satu jam Doodle bisa menghasilkan halaman penuh ide, karya sederhana, atau bahkan inspirasi untuk peluang baru.
Mungkin tidak semua orang akan menjadikan Doodle sebagai bisnis.
Dan itu tidak masalah.
Karena manfaat terbesar dari Doodle sebenarnya bukan pada uang yang dihasilkan, melainkan pada kemampuannya membantu kita kembali hadir di momen saat ini.
Namun siapa sangka, dari coretan-coretan kecil yang awalnya dibuat untuk mengurangi stres, bisa muncul keterampilan baru, komunitas baru, bahkan sumber penghasilan tambahan.
Jadi lain kali ketika jari mulai refleks membuka media sosial untuk mencari kabar terbaru yang belum tentu membuat hati lebih tenang, mungkin kita bisa mencoba mengambil pulpen dan selembar kertas.
TemaNda juga bisa intipin nengtantidoodle untuk keseruan seputar canva dan doodle lainnya lho.
Siapa tahu, dari satu coretan sederhana hari ini, lahir sesuatu yang bukan hanya menenangkan pikiran, tetapi juga membawa peluang yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Add your comment