Setiap pribadi pasti memiliki peran masing-masing yang dirasa paling cocok untuk dirinya. Peran ini bisa dipilih dari menyesuaikan karakter ataupun kemampuan yang dimiliki masing-masing. Perjalanan memilih peran sejatinya bukan melulu perkara mau atau tidak. Pemilihan peran bisa juga dimulai dari adanya pilihan itu sendiri, dan mampu atau tidak kita menanggung konsekuensi pilihan tersebut.

Saat kita memulai untuk memilih peran sebagai istri, kita juga dihadapkan pilihan dengan hak juga tanggung jawab yang menempel pada seorang istri. Saat kita memilih peran sebagai ibu, kita juga perlu memahami apa saja yang akan kita tanggung selama pengasuhan anak kita. 

Semua peran memiliki konsekuensi seumur hidup. Peran yang terlihat kecil sekalipun sesungguhnya memiliki dampak tersendiri. Baik bagi pemilik peran atau orang di sekitarnya. Semua peran tidak ada yang sia-sia. Semua peran sama berartinya. 

Contoh pada suatu negara, peran yang dianggap penting bisa jadi adalah Presiden. Namun apakah Presiden akan mampu menjalankan perannya dengan baik bila tidak ada support system di sekelilingnya. Wakil dan Menteri, Staff, penjahit pakaian, Ahli Gizi, bahkan Cleaning Service yang bekerja di Istana juga sama pentingnya. Oleh karena itu mulailah dengan tidak mengecilkan arti sebuah peran.