Bismillah, hai hai TemaNda!

Ada yang tau tentang pandemic fatigue? Ada yang sudah merasa sangat bosan di rumah? 

Jalan yuk!

Gak usah jauh-jauh. Cukup sekitar rumah aja. Masih bosan juga? Coba ganti arah, misalnya biasanya muterin rumah dari utara, sekalang dari selatan. Bisa juga yang agak jauhan sedikit, tadinya 20 meter jadi 50 meter. 

Ajak juga anak-anak! Dijamin lebih seru. Ada aja pasti deh penemuan mereka. Dari mengejar kucing belang tiga, sampai terpesona melihat bunga-bunga liar yang berwarna-warni. Receh sih, tapi dijamin bikin kita lebih lega dan lebih sehat lho!

Pandemic Fatigue

Belakangan ini Manda sering sekali menemukan istilah pandemic fatigue di sosial media. Penasaran dengan pengertian lengkapnya, Manda mulai bertanya maknanya kepada Mbahgug (panggilan sayang Mbah Google).

Dilansir dari WHO, pandemic fatigue atau kelelahan pandemi adalah kondisi disaat munculnya demotivasi untuk mengikuti berbagai langkah perlindungan, protokol kesehatan yang direkomendasikan. Ada yang sering lihat atau sedang mengalami?

Kelelahan akibat pandemi yang tidak juga memberi kepastian ini mulai terlihat di berbagai wilayah bahkan negara. Hal ini diekspresikan melalui semakin meningkatnya jumlah warga yang tidak melakukan rekomendasi protokol kesehatan dan pembatasan.

Menurut Profesor Elissa Epel, seorang Profesior Departemen Ilmu Psikiatri dan Perilaku Universitas California melalui NYTimes, menyatakan bahwa pandemic fatigue adalah respons yang normal. Tekanan finansial, kehilangan mata pencaharian efek pandemi,  menurut Epel, adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan kelelahan pandemi.

Ciri-ciri kelelahan pandemi dapat berbeda pada setiap orang. Yang sering muncul di antaranya adalah perasaan cemas, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, kurang motivasi dan lain sebagainya. Kelalahan pandemi bisa dialami siapa saja, dan lebih banyak dialami remaja atau dewasa muda yang selama ini selalu membutuhkan bersosialisasi pada kesehariannya.

Ini kan yang kemarin Manda ceritakan kenapa suka cari kegiatan di rumah seperti Zoom Meeting atau kegiatan lain. Ada yang senang berkebun, lakukanlah, ada yang senang berbenah, lakukanlah, atau senang nonton seperti Manda juga boleh, selama bahagia dan taat porsi ya!

Untuk mengatasi persoalan kelelahan pandemi ini. kita bisa melakukan beberapa hal, antara lain:

  • Sadar sepenuhnya bahwa kita mengalami pandemic fatigue dan menyadari adanya risiko yang mungkin terjadi, seperti timbulnya penularan
  • Ingat dampak yang akan dialami keluarga kita, anak, suami bahkan lingkungan sosial kita.
  • Lakukan kegiatan yang memungkinkan kita tetap mudah menerapkan protokol kesehatan masyarakat
  • Pahami ilmu self love, self care, melatih ilmu tersebut dan menyadari bahwa "Tidak apa-apa bila kita tidak baik-baik saja" (Bisa lanjut nonton drakornya, reviewnya di sini ya Kak, eaaaa)
  • Carilah dukungan bila tidak sanggup menjalaninya. Jangan ragu untuk menghubungi profesional yang terpercaya.

Manda sendiri akhir-akhir ini sedang kembali membiasakan jalan untuk mengatasi rasa lelah akan pandemi ini. Jalan-jalannya di sekitar tempat tinggal aja sih sebenernya. Alhamdulillah kita tinggal di daerah yang udaranya masih segar. Banyak pepohonan dan sedikit sekali kendaraan bermotor yang lalu lalang. Anak-anak juga bebas berlarian karena lapang dan sepi. 

Dulu sebelum pandemi, beberapa minggu sekali kita masih sering bertemu Tentara yang latihan baris berbaris. Gak usah ngebayangin adegan drama Descendant of The Sun ya Gaes, karena gak kaya gitu sama sekali, haha!

Manfaat Rutin Jalan Kaki

Nah, kenapa Manda suka jalan mengitari komplek? Soalnya ternyata jalan kaki memiliki banyak manfaat lho! Yuk simak bareng.

1. Mampu Meningkatkan Kualitas Tidur

Dilansir dari Klikdokter, rutin berjalan kaki mampu meningkatkan kualitas tidur kita. Anjuran yang berlaku adalah setidaknya dalam sehari kita perlu berjalan kaki setidaknya 10.000 langkah. Istirahat yang berkualitas bisa meningkatkan kecendrungan seseorang menjadi lebih aktif secara fisik. Lalu hubungan dua arah ini menjadikan kita yang telah aktif secara fisik setelah merasa capek tidur pun menjadi lebih nyenyak.

Kaya Manda kalau pulang jalan kaki bareng anak-anak, pulangnya suka ketiduran, hehe.

2. Menjaga Kesehatan Mata

Jalan kaki setiap hari dapat melindungi penglihatan seiring bertambahnya usia kita. Tim peneliti dalam The Journal of Neuroscience menemukan orang-orang yang melakukan aktivitas aerobik secara teratur memiliki bola mata yang lebih sehat (jalan kaki termasuk).

3. Kekuatan Sendi Lebih Terjaga

Mobilitas yang kita lakukan saat berjalan kaki memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh, ini juga menguatkan otot juga sendi.

Cairan sendi yang kita miliki sangat penting untuk menjaga kesehatan sendi kita, karena mengandung nutrisi penting yang terus berproduksi selama kita bergerak.

Semakin sering berjalan kaki, produksi cairan ini akan lebih bertambah dan baik pada kesehatan sendi kita lho!

4. Menurunkan Tekanan Darah dan Meningkatkan Kesehatan Jantung

Rutin berjalan kaki diketahui sangat baik bagi pemilik tekanan darah yang cenderung tinggi. Kegiatan ini diketahui dapat mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik. 

Selain tekanan darah, berjalan kaki dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 31 persen, dan mengurangi risiko kematian sebesar 32 persen.

Berjalan pelan pun memiliki manfaat yang juga baik. Bisa ditingkatkan sesuai kemampuan secara bertahap untuk mendapatkan manfaat yang lebih.

5. Stres Berkurang dan Mood Menjadi Lebih Baik

Nah yang mulai merasakan ciri kelelahan pandemi, bisa coba merutinkan berjalan kaki. Jalan kaki selama 10 menit diketahui dapat mengurangi stres, dan sama efektifnya dengan olahraga selama 45 menit dalam menurunkan kecemasan dan depresi.

Lalu dengan bergerak, hormon stres dalam diri kita (kortisol) bisa menurun. Hal ini lalu segala pikiran dan rasa khawatir berlebih segera mereda.

Diketahui juga, jalan kaki secara positif memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab  dalam mengatur keadaan emosi dan suasana hati.

Hasil studi dalam jurnal Psychosomatic Medicine 2007, menunjukkan bahwa olahraga sama efektifnya dengan antidepresan, wowo banget kan!

6. Membantu Metabolisme dan Penurunan Berat Badan

Risiko obesitas dapat terhindari dengan merutinkan jalan kaki setiap hari. Diperkirakan dengan merutinkan berjalan kaki setidaknya 10.000 langkah kita bisa menurunkan berat badan hingga 2 kg! Wow banget

Tapi kuncinya ada pada konsistensi dan rutin ya, Gaes. Manda sempat merutinkan jalan kaki dan menerapkan pola makan sehat dua bulan lalu, penurunan berat badan memang signifikan. Tapi kalau lalai lagi ya naik lagi dong.

Yuk mulai lagi, bukan supaya kurus, tapi untuk tetap bahagia dan sehat! 


Nayyara dan Mysha senang sekali kalau diajak jalan-jalan. Cuma ketemu ikan atau anjing pun mereka sudah sangat bahagia dan bersemangat kembali di dalam rumah. Mereka juga bisa banyak belajar dari apa yang mereka lihat. Sambil sesekali mereka bersosialisasi dengan orang-orang yang dijumpai di perjalanan. Seru deh pokoknya!

Sekian dulu cerita Manda hari ini. Oh iya, makasih sudah mampir, jangan lupa tulis di komentar kalau punya tips lain ya !



SHARE 0 comments

Add your comment

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS