Hai hai TemaNda!
Menjadi seorang perempuan yang sudah berkeluarga rasanya selalu punya banyak hal untuk dipikirkan. Mulai dari kebutuhan anak, urusan rumah, kondisi keuangan, sampai berbagai rencana yang ingin diwujudkan. Kadang, sebelum sempat memikirkan kebutuhan diri sendiri, kita sudah lebih dulu sibuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Manda percaya, setiap perempuan punya cerita dan tantangannya masing masing. Ada yang menjalani rutinitas sebagai pekerja kantoran, ada yang bekerja dari rumah, ada pula yang mengurus keluarga sambil tetap berusaha mengembangkan potensi dirinya.
Apa pun bentuk kesehariannya, satu hal yang sering terlupakan adalah kebutuhan untuk beristirahat secara mental. Kita bisa saja terlihat baik baik saja dari luar, padahal ada banyak hal yang diam diam memenuhi pikiran.
Menjalani Banyak Peran Bukan Berarti Harus Selalu Kuat
Ketika membicarakan working mom, sebagian orang mungkin langsung membayangkan seorang ibu yang setiap pagi bersiap ke kantor, menyelesaikan pekerjaan, kemudian pulang untuk kembali mengurus keluarga.
Padahal, tantangan seorang ibu bekerja gak selalu sesederhana membagi waktu antara kantor dan rumah. Ada tanggung jawab, ekspektasi, dan beban pikiran yang bisa muncul dalam berbagai situasi.
Bahkan bagi perempuan yang gak bekerja di kantor, mengurus rumah tangga sambil tetap produktif dan mengembangkan diri juga membutuhkan energi yang gak sedikit. Every mom is a working mom.
Manda sendiri merasa bahwa menjalani berbagai peran dalam keluarga membuat kita perlu belajar mengenali batas kemampuan diri. Ada hari ketika semuanya terasa lancar, tetapi ada juga hari ketika pekerjaan sederhana saja terasa melelahkan.
Dalam situasi seperti itu, kita gak harus memaksakan diri untuk selalu produktif. Beristirahat bukan berarti malas, begitu pula meminta bantuan bukan berarti kita gagal menjalankan tanggung jawab.
Justru dengan memahami kebutuhan diri sendiri, kita bisa belajar menjalani berbagai peran dengan lebih tenang.
Self Healing Bukan Sekadar Pergi Liburan
Istilah self healing semakin sering dibicarakan karena semakin banyak orang menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental. Namun, proses memulihkan diri sebenarnya gak selalu membutuhkan liburan mahal, menginap di hotel, atau pergi ke tempat yang jauh dari rumah.
Ada kalanya kita hanya membutuhkan waktu untuk menikmati secangkir kopi tanpa terburu buru, membaca buku beberapa halaman, menulis isi pikiran di jurnal, atau melakukan hobi yang sudah lama tertunda.
Bagi sebagian orang, berjalan kaki sambil menikmati udara segar juga bisa membantu memberikan jeda dari rutinitas. Sementara bagi yang lain, berbicara dengan orang tepercaya mungkin menjadi cara untuk melepaskan beban pikiran.
Buat Manda, hal yang gak kalah penting adalah memberikan ruang kepada diri sendiri untuk merasakan berbagai emosi tanpa langsung menghakimi diri sendiri.
Kalau sedang lelah, kita boleh mengakui bahwa hari itu memang terasa berat. Kalau sedang kecewa, kita gak perlu buru buru berpura pura bahagia hanya agar terlihat baik baik saja di depan orang lain.
Meski begitu, self healing bukan berarti kita harus menyelesaikan semua persoalan sendirian. Ketika beban emosional terasa semakin berat dan mengganggu keseharian, mencari bantuan profesional juga merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Kita gak harus menunggu sampai benar benar kehabisan tenaga untuk mulai memperhatikan kesehatan mental.
Belajar Mengutamakan Diri Sendiri Tanpa Merasa Bersalah
Salah satu hal yang cukup menantang bagi seorang ibu adalah menghilangkan rasa bersalah ketika ingin meluangkan waktu untuk dirinya sendiri.
Saat anak membutuhkan perhatian, pasangan membutuhkan dukungan, dan urusan rumah seolah gak ada habisnya, waktu untuk diri sendiri sering kali menjadi prioritas terakhir.
Padahal, memenuhi kebutuhan pribadi bukan berarti kita mengabaikan keluarga. Kita tetap bisa menyayangi anak, mendampingi pasangan, dan menjalankan tanggung jawab sambil memberikan perhatian yang cukup kepada diri sendiri.
Kita bisa memulainya dari hal sederhana. Misalnya, menentukan waktu istirahat yang lebih teratur, membicarakan pembagian tanggung jawab dengan pasangan, atau mengurangi kebiasaan membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain.
Media sosial juga bisa menjadi sumber tekanan tersendiri. Melihat orang lain berhasil dalam karier, memiliki rumah impian, atau terlihat bahagia setiap saat terkadang membuat kita mempertanyakan pencapaian sendiri.
Padahal, setiap orang punya kondisi, kesempatan, dan perjalanan yang berbeda.
Daripada terus menerus merasa tertinggal, kita bisa mencoba kembali melihat hal hal yang sudah berhasil kita lalui. Mungkin langkahnya kecil, tetapi tetap layak dihargai.
Bagi Manda, proses bertumbuh gak harus selalu terlihat mengesankan di mata orang lain. Ada kalanya kemajuan terbesar justru terjadi ketika kita mulai lebih memahami diri sendiri dan gak lagi memaksakan standar yang terlalu berat.
Menemukan Keseimbangan dengan Cara Kita Sendiri
Keseimbangan hidup bukan berarti semua urusan harus selesai tepat waktu setiap hari. Ada kalanya pekerjaan tertunda, rumah belum serapi yang diharapkan, atau rencana pribadi harus disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
Dan itu gak selalu menjadi masalah.
Kita bisa belajar membuat prioritas berdasarkan hal yang memang penting saat ini. Gak semua hal harus dikerjakan sekaligus, dan gak semua harapan orang lain harus kita penuhi.
Membaca pengalaman perempuan lain juga bisa menjadi cara untuk memperluas sudut pandang. Dari cerita mereka, kita mungkin menemukan pengalaman yang terasa dekat, mendapatkan inspirasi, atau menyadari bahwa tantangan yang kita hadapi ternyata juga dialami orang lain.
Untuk itu, Manda senang ketika menemukan ruang berbagi yang membahas kehidupan perempuan, keseharian working mom, hingga kesehatan mental. Kita bisa mendapatkan perspektif baru tanpa harus membandingkan atau menjalani kehidupan yang persis sama dengan orang lain.
Membaca cerita dan pengalaman orang lain memang gak serta merta menyelesaikan masalah kita. Namun, terkadang satu tulisan yang tepat bisa membantu kita melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Dan biasanya membuat kita merasa tidak sendirian.
Kita Juga Layak Mendapatkan Perhatian
Pada akhirnya, baik seorang ibu pekerja kantoran, pekerja bukan dari kantor, ibu rumah tangga, maupun perempuan yang sedang berjuang membangun usahanya sendiri, semuanya tetap membutuhkan ruang untuk bertumbuh dan beristirahat secara baik.
Kita gak harus menunggu semua pekerjaan selesai untuk mulai memperhatikan diri sendiri. Sebab, dalam kehidupan sehari hari, selalu ada saja hal baru yang perlu diselesaikan.
Mulailah dari hal kecil yang terasa mungkin dilakukan. Berikan waktu untuk beristirahat, kenali batas kemampuan diri, dan jangan ragu mencari dukungan ketika membutuhkannya.
Self healing bukan tentang menjadi pribadi yang gak pernah merasa sedih, kecewa, atau lelah. Proses ini juga bukan perlombaan untuk menjadi perempuan yang paling kuat.
Sebaliknya, kita sedang belajar memahami diri sendiri, menerima bahwa hidup gak selalu berjalan sesuai rencana, dan menemukan cara yang lebih sehat untuk menghadapi berbagai tantangan.
Karena merawat diri sendiri bukan berarti berhenti menyayangi keluarga. Justru, kita juga layak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang selama ini begitu mudah kita berikan kepada orang lain.

Add your comment