Sudah lima belas tahun berlalu semenjak pertama kali Manda merantau ke Bandung. Kota Kembang dengan udara sejuk yang memukau.

Bagi sebagian orang Bandung dengan sejuta kenangannya kerap kali membuat gagal move on.

Hal ini tentu berlaku untuk Manda, haha. Karena setelah sempat beberapa tahun meninggalkan Bandung, toh jadinya kembali lagi tinggal di sini.


Padahal, Bandung dengan segala keindahannya tetap merupakan tantangan bagi Manda. Si anak tropis yang biasa tinggal di daerah panas, harus beradaptasi dengan udara sejuknya Bandung.

Sejuknya dingin masa Manda SMA membuat kenangan tersendiri. Sekolah di Jalan Belitung masuk pukul 06.30 WIB pagi hari. Masih berembun dan terasa beku terutama karena mandinya pakai air dingin di waktu subuh.

Suasana Jalan Jakarta Antapani yang masih sedikit lengang di pukul 06.00 WIB pagi hari. Terlihat para siswa maupun pekerja dengan setelan yang khas. Jaket dibalik seragam. Waktu belum pindah ke Bandung, Manda anggap ini kok keren banget, haha.

Teringat kembali saat itu, Manda sering sekali pergi ke pemandian air hangat di daerah Ciater Subang. Bagi sebagian orang itu adalah cara relaxing paling ampuh dan menghilangkan penat. Sementara bagi Manda itu semua begitu menyiksa, haha.

Setelah selesai mandi air panas dan berbilas, Manda akan bersegera masuk ke dalam mobil seraya menggertakan gigi terus menerus. Dingin, beku, pilek, mata berair.

Hal ini juga berlaku saat hujan di malam hari. Manda pernah sangat tidak menyukai hujan dengan segala efeknya, padahal hujan kan berkah. Saat hujan membuat Bandung menjadi sangat dingin, di situ Manda akan mulai kembali dengan kebekuan, pilek dan mata berair.

Alhamdulillah sekarang pakaian Manda lebih tertutup, jadi sebuah nilai tambah tersendiri dalam beradaptasi dengan rasa dingin.

Beberapa kali sahabat Manda akan mempertanyakan kenapa Manda selalu memakai jaket kemanapun pergi. Padahal Bandung terasa tidak terlalu dingin.

Tapi bagi Manda rasa gerah lebih baik dari pada rasa beku dan pilek yang mengiringi alergi Manda.

Manda juga kini sering mendapat sakit kepala saat dingin menyapa. Wah, apakah sudah mulai tua, hehe.

Tapi hari ini Manda akan mencoba berdamai dengan segala rasa dingin.

Sekarang, dalam suasana hujan dan suhu yang menjadi 16 derajat, Manda masih bersyukur atas nikmat hari ini.

Di balik selimut, Manda mencoba berdamai dengan mulai menghitung kejadian baik apa yang terjadi hari ini.

Semoga dengan begitu damai dan ridha atas rasa beku ini mampu menghangatkan tubuh dan hati Manda, aamiin.

Wahai dingin, maaf selama ini Manda tidak menyukaimu. Manda begitu sering memarahi rasa beku dan ketidakberdayaan Manda selama dingin menyapa.

Padahal, tanpa rasa dingin, kita tidak akan mengenal kehangatan. Bila tidak ada pilek, kita tidak mengenal nafas yang melegakan.

Wahai dingin, tidak apa-apa menemani Manda malam ini. Walau menyapamu dari balik selimut, Manda akan tetap tersenyum.

Mulai hari ini Manda janji tidak akan lagi memusuhimu. Tidak apa-apa bila akhirnya Manda memang memilih diam di kamar saat staycation di tempat yang dingin.

Tidak akan lagi menyalahkanmu karena Manda jadi kurang bersenang-senang bila kamu hadir.

Semua juga tentu bukan tanpa sebab. Lebih baik berbahagia dengan udara dingin. Walau ada rasa sakit, Manda akan menerimanya sebagai bagian dari perjalanan Manda.

Jadi, mulai sekarang, selamat datang di keseruan jalan Manda ya dingin. Semoga kita mampu berjalan beriringan.

Sebagai gantinya, semoga mulai sekarang Manda tidak terlalu lama ya kalau kumat. Semoga Manda tetap berenergi dan mampu tetap berdaya selama dingin menyapa. Semoga juga kita bisa beradaptasi dan tidak lagi terlalu sensitif, aamiin.


SHARE 0 comments

Add your comment

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS