Hai hai TemaNda!

Kalau ada satu cerita yang membuat Manda kembali percaya bahwa perubahan itu nyata, rasanya perjalanan para petani nanas di Subang adalah salah satunya. Bukan sekadar kisah tentang buah tropis yang manis, tapi tentang bagaimana satu komunitas kecil bisa bangkit setelah puluhan tahun hidup dalam tekanan harga, ketergantungan, dan ketidakpastian. Hari ini, Manda ingin berbagi tentang IKON Industri Komunal Olahan Nanas yang sedang jadi harapan baru di Subang.

Rabu, 26 November 2025, Manda dan teman Blogger Dompet Dhuafa (Mba Lendy, Teh Tian, Teh Yasinta) berkesempatan menghadiri peresmian IKON di Cirangkrong Subang secara langsung. Momen peresmian IKON, bukan sekadar acara simbolis, tapi titik balik sejarah bagi para petani nanas Subang.

IKON Subang Dompet Dhuafa Harapan Baru


Saat Harga Murah Membuat Petani Kehilangan Semangat

Jika kita mampir ke Subang beberapa tahun lalu, mungkin kita akan menemui banyak petani yang menatap ladang nanas dengan perasaan campur aduk. Panen nanas sebenarnya melimpah, tanah suburnya mendukung, tapi harga jual buah mentah sering tak sebanding dengan kerja keras mereka. Bahkan ada masa ketika nanas hanya dihargai beberapa ribu rupiah per kilogram. Bayangkan saja, hasil panen satu tahun penuh hanya cukup untuk menutupi biaya tanam, bukan untuk menabung atau memperbaiki hidup.

Banyak petani akhirnya pasrah pada tengkulak. Mereka tidak punya fasilitas penyimpanan, tidak punya tempat pengolahan, apalagi akses pasar yang lebih luas. Akibatnya harga selalu fluktuatif, dan petani berada di posisi paling lemah dalam rantai distribusi.

Di titik itulah semangat bertani mulai luntur. Beberapa petani bahkan sempat ragu apakah hasil panennya masih layak diperjuangkan.

IKON Subang Dompet Dhuafa Harapan Baru


Peresmian IKON Subang 

Lalu segalanya berubah perlahan ketika sebuah inisiatif pemberdayaan hadir. Dompet Dhuafa secara resmi meluncurkan IKON, sebuah industri komunal pengolahan nanas mulai dibangun di desa petani nanas. 

Pada peresmian IKON Subang, acara dibuka dengan Tari Badaya dari sanggar tari lokal. Rangkaian sambutan disampaikan oleh Ahmad Juwaini (Ketua Pengurus Dompet Dhuafa), Rahmad Riyadi (Dewan Pembina Dompet Dhuafa), Bambang Suhendar (Plt. Kadis Pertanian Subang), dan Sumasna (Asda Ekonomi & Pembangunan Provinsi Jawa Barat). Perwakilan koperasi petani dan tokoh masyarakat turut hadir, termasuk Pak Ade yang selama ini menjadi simbol kebangkitan petani nanas Subang. Setelah penekanan tombol sirine dan peresmian operasional pabrik, acara dilanjutkan dengan tur fasilitas bersama mitra, pejabat, dan para petani.

IKON Subang Dompet Dhuafa Harapan Baru


IKON bukan sekadar pabrik, melainkan bentuk nyata pemberdayaan dan kemandirian menjadikan petani bukan hanya pemasok buah mentah, melainkan pemilik industri, penggerak ekonomi lokal, dan bagian dari perubahan di masa depan yang lebih layak.

Harga Stabil, Hidup yang Ikut Stabil

Salah satu perubahan paling terasa adalah perbaikan harga. Dengan adanya industri pengolahan, nanas petani tidak lagi dihargai rendah. Ada standar harga yang lebih adil, sehingga petani bisa menghitung pendapatan dengan lebih pasti.

Beberapa petani dengan lahan luas bahkan kini bisa memperoleh pendapatan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Bukan hanya karena harga naik, tetapi juga karena seluruh panen terserap. Tidak ada lagi cerita nanas busuk menumpuk di halaman rumah karena tidak laku dibeli tengkulak.

Dengan pendapatan yang lebih stabil, banyak keluarga petani mulai berani bermimpi lagi: menyekolahkan anak lebih tinggi, memperbaiki rumah, atau membeli alat tani yang lebih layak.

Pemberdayaan Ilmu, Pelatihan, dan Mentalitas Baru

IKON bukan hanya pabrik. Ia ibarat sekolah baru bagi para petani. Setiap harinya, banyak petani yang terlibat langsung dalam produksi. Petani menyortir nanas, mengoperasikan mesin, mengontrol kualitas, hingga mengurus pemasaran.

Mereka mendapatkan pelatihan tentang pengolahan pangan, manajemen industri, koperasi, dan juga pola tanam yang lebih efisien. Hasilnya? Petani tidak hanya mahir di ladang, tapi juga memahami sisi bisnis dari produk yang mereka hasilkan.

Dampak Sosial yang Tidak Kasat Mata Tapi Sangat Nyata

Ketika pendapatan membaik, ada banyak efek domino yang tersulut. Antara lain :

  • Keluarga petani lebih tenang menghadapi musim panen.
  • Anak-anak punya kesempatan lebih besar untuk melanjutkan sekolah.
  • Perputaran uang di desa meningkat karena petani kini punya daya beli yang lebih baik.
  • Perempuan desa pun ikut terlibat, terutama dalam pekerjaan pengolahan yang membutuhkan ketelitian tinggi.
  • Desa yang dulu tampak sepi kini mulai hidup kembali karena kegiatan industri berjalan setiap hari.


IKON Sebagai Contoh Bagaimana Zakat Produktif Mengubah Hidup

Program dari Dompet Dhuafa ini menggunakan pendekatan zakat produktif  bukan berupa bantuan konsumtif sesaat, melainkan pembangunan aset yang memberikan manfaat jangka panjang. Pendekatan ini dirasa sangat efektif karena jauh lebih berkelanjutan.

Zakat yang disalurkan tidak habis dalam hitungan hari, tapi berubah menjadi pabrik yang bekerja setiap hari, menghasilkan produk, membuka lapangan kerja, dan memberikan kesejahteraan yang dapat diwariskan ke generasi selanjutnya.

Ini adalah bukti bahwa bantuan yang tepat sasaran bisa mengubah ekosistem ekonomi secara keseluruhan.

Harapan untuk Masa Depan Petani Subang

Banyak pintu kesempatan terbuka. Dengan produk olahan nanas yang stabil, peluang ekspor semakin besar. Desa yang dulu hanya dikenal sebagai penghasil nanas segar, kini mulai dikenal sebagai sentra olahan nanas modern.

Bila dulu kita perlu membeli mahal untuk olahan nanas dari negara lain, semoga kelak kita bisa membeli olahan nanas dari pabrik-pabrik sejenis IKON di Subang, atau semoga di seluruh penjuru Indonesia. 

Penutup 

Dan setelah seharian menyaksikan langsung bagaimana IKON Subang diresmikan, Manda pulang dengan hati yang rasanya… hangat. Ada sesuatu tentang melihat perubahan dari jarak dekat yang membuat kita seperti diingatkan kembali bahwa harapan itu selalu punya tempat untuk tumbuh, meski tanahnya sempat tandus begitu lama.

Manda jadi kepikiran, selama ini kita sering sibuk membahas hal-hal besar kebijakan, ekonomi, krisis global, tapi lupa bahwa perubahan nyata sering dimulai dari hal paling kecil dan paling dekat. Dari sebuah desa. Dari sekelompok petani. Dari satu pabrik kecil yang dibangun gotong royong. Dari tangan-tangan yang tidak pernah berhenti bekerja meski hidup tak selalu memihak.

IKON Subang yang dibuat oleh Dompet Dhuafa bukan cuma tentang buah nanas yang manis, tapi tentang bagaimana rasa percaya bisa menggerakkan banyak hal. Bahwa ketika petani diberi akses, kesempatan, dan harga yang layak, mereka bukan hanya bertahan mereka bangkit, mereka memimpin, mereka kembali punya suara di tanah mereka sendiri.

Dan Manda yakin, di antara cerita investasi besar dan pembangunan kota yang kadang terasa jauh dari keseharian kita, kisah seperti ini justru yang paling membumi. Paling manusiawi. Paling menghangatkan hari.

Semoga semakin banyak desa yang menemukan versi “IKON”-nya sendiri. Semoga semakin banyak petani yang bisa tersenyum saat musim panen tiba, bukan justru cemas. Semoga anak-anak mereka tumbuh dengan lebih banyak kesempatan daripada generasi sebelumnya.

Karena kalau hari itu Manda belajar satu hal, itu adalah:

ketika petani maju, sebenarnya seluruh negeri ikut tumbuh bersama.

Hai hai TemaNda, terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga cerita ini gak cuma jadi informasi, tapi juga jadi pengingat kecil bahwa perubahan itu selalu mungkin ketika dilakukan bersama-sama. Yuk ngobrol di kolom komentar.

SHARE 21 comments

Add your comment

  1. Kadang suka kasihan kalau panen melimpah malah dibuang2. Padahal itu kalau bisa didistribusikan ke kota pasti org2 hepi juga tu, bisa beli harga miring. Tapi di satu sisi, petaninya juga ngenes ya kalau terlalu murah.
    bagus banget salah satu program DD bisa menginisiasi IKON ini buat para petani nanas yaa. Apalagi memiliki efek domino yang nggak main2, bisa membuat masyarakat, keluarganya, bahkan desanya lebih sejahtera.
    Semoga nanti programnya makin meluas dan bisa memberdayakan petani2 lainnya.

    ReplyDelete
  2. Ah mbak, aku pun baca postingan dan ceritanya di sini hatiku jadi ikut hangat mbak. MasyaAllah ya, seneng banget deh bacanya dan melihat bukti petani bisa lebih berdaya kayak gini. Alhamdulillah, bener zakat produktif gak cuma untuk bantuan konsumtif sesaat tapi bisa membuat petani berdaya yang hasilnya jangka panjang kayak gini.

    Bismillaah semoga dengan adanya IKON ini, tujuan pendiriannya bener bisa terlaksana dan terpenuhi yaa sehingga petani nanas makin sejahtera kehidupannya. Aamiin.

    Setuju banget dengan quotes terakhir, "ketika petani maju, sebenarnya seluruh negeri ikut tumbuh bersama."

    ReplyDelete
  3. Merasa terberkati dengan adanya IKON Subang ini. Alhamdulillah ya, realita dari pemberdayaan yang dibuat oleh Dompet Dhuafa bukan cuma tentang buah nanas yang manis, tapi tentang bagaimana rasa percaya bisa menggerakkan banyak hal.

    Masyarakat di sana membuktikan kalau petani diberi akses, kesempatan, dan harga yang layak, mereka bukan hanya bertahan mereka bangkit, mereka memimpin, mereka kembali punya suara di tanah mereka sendiri.

    Kesejahteraan masyarakat petani nanas terangkat, perekonomian pun insyaallah meningkat

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah... Seneng banget bacanya. Akhirnya ada solusi nyata untuk membantu para petani nanas di Subang.

    Selama ini sedih kalau harga panen murah sekali. Sampai dibuang-buang. Karena katanya kalau dibagikan, harganya akan semakin anjlok.

    Semoga muncul solusi sejenis IKON bagi petani-petani hasil bumi lainnya. Karena pengeloaan hasil bumi selain menguntungkan petani, juga membawa dampak positif yang nantinya bisa menguntungkan banyak pihak.

    ReplyDelete
  5. Nah ini baru CSR tepat sasaran. Dompet Dhuafa ga hanya mengurusi penerimaan dan penyaluran zakat tapi juga hal produktif kyk di Cirangkrong ini.

    Petani ga khawatir lagi kalo harga di pasar anjlok. Mereka jadi tenang karena pasokan nanas berlimpah bisa diolah berbagai macam produk sehingga memberikan nilai tambah. Keren nih DD.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, apalagi sekarang tu ditambah faktor iklim yang kadang tak menentu, jadinya petani2 ini dituntut kreatif yaa. Emang kyknya perlu dukungan dari mereka, semacam organisasi kek DD gini supaya tetap bisa survive kalau ada faktor2 tertentu yang bikin panennya gagal atau sebaliknya panennya surplus.

      Delete
  6. Aku bersyukur tahu tentang IKON yang memberi harapan. informasi kalau bukan hanya pabrik. Ia ibarat sekolah baru bagi para petani. Sebuah Langkah baik untuk meneruskan pertumbuhan.

    Hatiku ikut hangat ketika membaca ini mba, apapun yang menghidupkan dan memberi harapan, seperti menyiram tumbuhan yang sedang kering. Segar ditengah kehidupan yang sedang "sakit" karena polah kita sendiri.

    Panjang umur orang-orang baik, yang iklas menyisihkan rejekinya untuk harapan bagi banyak orang.
    Kiranya dompet dhuafa tetap tumbuh dan menjadi tempat perpanjangan hidup untuk menghidupkan.

    ReplyDelete
  7. Itulah kenapa aku masih percaya dengan dompet dhuafa utk menyalurkan zakat, sedekah dan wakaf mba. Krn mereka benar2 menunjukkan hasilnya. Ikut seneeeng banget dengan adanya ikon yg membantu petani nenas.

    Salah satu buah favoritku. Diapain aja enak dan segar. Di jadiin selai, kue nastar, even Pajeri nenas, makanan khas Melayu. Ga kebayang kalau sampai utk nenas pun kita hrs tergantung dr negara lain, kan mendingan diolah dari negeri sendiri yg hasilnya melimpah. Hanya saja kalau ga ada sistem macam ikon, memang sedihlah hrs diatur oleh tengkulak.

    ReplyDelete
  8. Baca cerita ini rasanya menyentuh hati banget mbak.

    Selama ini kita sering dengar petani terjebak harga murah, tapi ternyata kalau ada sistem pengolahan seperti IKON, mereka bisa benar-benar berdaya. Salut banget sama Dompet Dhuafa yang nggak cuma kasih bantuan konsumtif, tapi juga bisa menciptakan pabrik yang menjadi aset jangka panjang.

    Semoga konsep kayak gini nggak berhenti di Subang aja, tapi bisa jadi inspirasi buat komoditas lain. Bayangin kalau tiap daerah punya ‘IKON’-nya sendiri, Indonesia bisa jadi raksasa olahan buah tropis dunia lho ya.

    ReplyDelete
  9. Bukti kalau zakat dikelola dengan baik bisa menjadi jalan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.

    Hadirnya IKON yang didampingi Dompet Dhuafa adalah jawaban nyata betapa zakat itu penting untuk ditunaikan bagi yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat diberdayakan

    ReplyDelete
  10. Wah berarti Subang ini terkenal dengan nanasnya yaa. Memang kadang kalau produksi terlalu melimpah itu malah bisa membuat hasil bumi jadi terbuang yaa. Alhamdulillah sekarang sudah ada IKON yang bisa membantu dalam mengoah nanas menjadi produk yang menarik untuk dikonsumsi

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah.. saya senang sekali mendengar cerita ini.
    Bagaimana para petani nanas di Subang kembali' bersemangat dengan hadirnya IKON Dompet Dhuafa. DD berhasil mencari solusinya dengan baik. Hasil panen terserap dengan baik dengan harga yang Sesuai. Sedih rasanya sudah berharap hasil panen, tapi harga sangat murah karena dibeli tengkulak. Akhirnya para petani merugi dan malah berutang.

    ReplyDelete
  12. Bagus ini jadi bentuk dukungan buat para petani. Sebab, hal seperti ini bisa menjadi penyemangat mereka, bahwa hasil tani mereka bisa mendapat harga yang pantas, tanpa perlu lewat tengkulak lagi yang malah dihargai tidak semestinya ya

    ReplyDelete
  13. Program IKON ini yang harusnya ditiru dan dijalankan oleh pemerintah kita, bukannya kasih pancing malah kasih ikan terus kapan majunya masyarakat Indonesia salut banget untuk Dompet Dhuafa yang programnya selalu peduli masyarakat..

    ReplyDelete
  14. Rasanya hati ku baca ini ikut menghangat. Alhamdulillah program Dompet Dhuafa ini sangat impact full sekali buat para petani nanas dan dengan di resmikannya IKON di Cirangkrong Subang tentu membuka banyak harapan dan peluang lebih baik buat petani dan keluarga di sana.

    Seneng karena IKON bukan hanya sekadar pabrik melainkan tempat bertumbuh dan harapan lebih terlihat titik terangnya. Semoga saja semakin maju dan berdampak luas serta merata buat warga.

    ReplyDelete
  15. Sebenarnya kalau zakat dikelola dwngan baik dan benar akan sangat bisa membantu perekonomian ummat yaa. Contohnya yaa seperti Dompet Dhuafa ini, dari satu kasus nanas subang di satu desa aja sudah bisa menolong orang sedesa, meningkatkan taraf hidup masyarakat disana. Semoga DD lebih banyak lagi membantu masyarakat dengan program²nya yang hebat. Selamat buat Dompet Dhuafa.

    ReplyDelete
  16. Sangat bersyukur dengan adanya program pemberdayaan yang tepat sasaran seperti ini.
    DD sebagai lembaga filantropi bisa menjadi role model untuk lembaga² lajnnya.
    Saluttt dan mantab bangettt DD

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillaah, Manchin..
    Melihat masyarakat dan petani bisa bersinergi dengan pemerintah dan lembaga filantropi Dompet Dhuafa.
    Jadi program Dompet Dhuafa bener-bener solutif menjawab kebutuhan masyarakat Desa Cirangkong.
    Semoga desa-desa lain pun soon ada pemberdayaan yang tepat seperti ini yaa..

    Inget-inget menuju desa ini pun rasanya mashaAllaah yaa..
    Gak jauh dari Subang-nya tapi tetep butuh kesabaran dan ketabahan karena jalanannya yang menantang.

    Kebayang kehidupan masyarakatnya yang kudu berjuang ketika panen tiba sebelum ada IKON ini yaa..

    ReplyDelete
  18. DD keren, semangat terus memberdayakan keunggulan wilayah-wilayah tertentu. Kayak Subang ini yang memang khas dengan nanasnya. Gak hanya pemberdayaan produksi buahnya, tetapi sekarang juga produk olahannya. Semakin produktif, semakin kreatif, dan pastinya menambah value. Sukses terus DD. Semakin menebar manfaat ke masyarakat banyak.

    ReplyDelete
  19. MasyaAllah program yang luar biasa. Zakat dirupakan aset pabrik yang memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga petani nan aseuli pun dapat memiliki masa depan yang lebih baik, tidak hanya dipermainkan tengkulak

    ReplyDelete
  20. Semoga keberadaaan IKON terus berlanjut, berumur panjang dan benar2 dirasakan manfaatnya oleh petani2 di sekitarnya sehingga perekonomian mereka juga akan meningkat nantinya dengan adanya diversifikasi produk maka nanas gak hanya dijual dalam bentuk buah segar saja namun juga produk2 lain yang mempunyai kualitas kalo bisa lebih dan minimal sama dengan produk2 yang biasanya kita dapat dari luar..

    ReplyDelete

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS