Showing posts with label parenting

Hai hai TemaNda!

Menjadi orang tua adalah perjalanan yang penuh kejutan yaa. Sebelum memiliki anak, mungkin banyak dari kita membayangkan bahwa parenting adalah tentang mengajarkan berbagai hal kepada anak, mulai dari cara bersikap, mengambil keputusan, hingga menghadapi tantangan hidup. Namun setelah benar-benar menjalaninya, Manda menyadari bahwa parenting ternyata bukan hanya tentang mendidik anak. Di dalamnya ada proses bunda belajar setiap hari, belajar memahami diri sendiri, belajar mengelola emosi, dan belajar menerima bahwa tidak semua hal akan berjalan sesuai harapan.

Dulu, Manda sering berpikir bahwa menjadi ibu yang baik berarti harus selalu sabar, selalu tahu jawaban yang benar, dan selalu bisa mengambil keputusan terbaik untuk anak. Rasanya seperti ada standar yang harus dipenuhi setiap saat. Ketika berhasil, hati terasa lega. Namun ketika melakukan kesalahan, tidak jarang rasa bersalah datang menggerogoti kewarasan.

Seiring waktu, pandangan itu perlahan berubah. Manda mulai memahami bahwa kesalahan bukanlah tanda kegagalan dalam parenting. Justru dari kesalahan-kesalahan kecil itulah bunda belajar banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita jalani. Kesalahan parenting yang mungkin membuat kita tersentak, tapi lalu membuat kita mampu melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda. Yang kemudian membuat menyusun ulang strategi agar menjadi lebih baik ke depannya.

 Hai hai TemaNda!

Kehadiran bayi baru dalam keluarga adalah pengalaman yang luar biasa. Perasaan campur aduk sering kali muncul di awal, mulai dari bahagia melihat buah hati yang telah lama dinantikan, terharu dengan setiap tangis dan gerakannya, hingga merasa lelah akibat perubahan ritme hidup yang drastis. Begadang, menyusui setiap beberapa jam, dan beradaptasi dengan rutinitas baru bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, di tengah semua itu, ada perasaan semangat dan kebanggaan karena bisa merawat si kecil dengan penuh kasih sayang. Berbagai metode parenting modern juga bisa kita pelajari selama merawat bayi dan sebagai ide berbagai aktivitas anak.

Di masa-masa awal kehidupan bayi, banyak orang tua mungkin berpikir bahwa yang paling penting hanyalah memastikan kebutuhan dasar bayi terpenuhi, seperti ASI, tidur yang cukup, dan kebersihan. Padahal, ada satu aspek penting yang sering kali terlupakan, yaitu stimulasi. Bayi yang baru lahir memang tampak seperti hanya tidur, menyusu, dan buang air, tetapi sebenarnya, otaknya sedang bekerja keras. Setiap detik yang berlalu, otaknya membangun jutaan koneksi baru yang akan menjadi dasar bagi perkembangan kognitif, sensorik, dan motoriknya di masa depan. Oleh karena itu, memberikan stimulasi sejak dini adalah langkah awal yang tak boleh diabaikan.

Stimulasi bukan hanya sekadar permainan atau interaksi sederhana, tetapi juga menjadi kunci utama dalam mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Dengan stimulasi yang tepat, bayi dapat belajar mengenali dunia sekitarnya, memahami berbagai sensasi, dan bahkan mulai membentuk ikatan emosional yang erat dengan orang tua. Momen-momen kecil seperti berbicara, menyentuh, dan menatapnya dengan penuh kasih bisa memberikan dampak besar bagi perkembangan otaknya. Jadi, yuk mulai kenali berbagai cara menstimulasi bayi newborn agar tumbuh sehat dan cerdas!



Manda memiliki dua anak gadis yang usianya terpaut 24 bulan.

Keseruan dan tantangan dalam kesehariannya tentu penuh warna.

Walau perempuan, tidak jarang pertikaian berbau fisik terjadi.

Manda sempat kebingungan cara mengatasi persoalan ini. Tidak jarang Manda lalu hopeless dan merasa gagal.

Lalu berdasarkan trial error dan membaca berbagai artikel, Manda mencoba membuat aturan.

Aturan ini disepakati bersama dua balita yang sudah mampu mengutarakan maksudnya masing-masing.

1. Tidak Boleh Menyakiti Anggota Keluarga


Saat beberapa kali mereka bertengkar. Manda kerap melihat Mysha mencubit bahkan memukul Kakaknya.

Dari ini Manda memulai dari meminta maaf kepada Mysha. Mungkin tanpa disadari Manda mengizinkan Mysha menduplikasi perilaku tidak baik tersebut.

Setelahnya Manda mulai memberi pengertian kepada Mysha.
De, mencubit itu tidak baik. Mencubit membuat orang lain sakit.

Sebisa mungkin Manda tidak menunjukan keberpihakkan. Karena bila kurang mengontrol ini, salah satunya akan juga merasa tidak adil.

2. Biasakan Minta Izin Bukan Merebut


Nayyara yang usianya lebih besar sering merasa ego dan berkuasa.

Tidak jarang ia langsung memaksa Mysha untuk memberikan mainan untuknya.

Setelah ini Manda selalu mengingatkan, siapa yang lebih dulu pegang, ia yang boleh mainkan duluan. Sementara untuk yang lain boleh bergantian setelah meminta izin untuk meminjam atau bermain bersama.

3. Meminta Maaf, Meminta Tolong, dan Berterima Kasih


Biasakan meminta maaf saat bersalah atau menyakiti. Biasakan meminta tolong bila membutuhkan bantuan. Biasakan berterima kasih saat dibantu.

Si kecil Mysha saat merasa bersalah akan otomatis berkata,
Sowy Manda. Sowy Kakak. Sowy Pavi

Ia meminta maaf dengan wajah menggemaskan. Yang melihatnya tentu akan tersentuh, hihi.

Pembiasaan ini tentu tidak instan dan perlu sering pengulangan juga resounding.

4. Perbanyak Bermain Bersama


Saat asyik memainkan satu permainan, tidak jarang mereka menjauhi satu sama lain.

Tapi Manda selalu mengingatkan untuk perbanyak bermain bersama. Dari beraktivitas bersama, mereka akan semakin kompak.

Bahkan tidak jarang mereka berkoalisi untuk menolak apa yang Manda perintahkan.
Manda : Setelah susunya habis, gelas simpan di wastafel.

Nayyara : Aku cape. Mysha aja.

Manda : Mysha simpan di wastafel.

Mysha : Manda aja. Ayo Kak kita main di bawah aja.

Begitulah kira-kira, dan mereka pun kompak main bareng di bawah tanpa meletakkan gelas kotornya. Tinggalah Manda dibuat geleng-geleng kepala.

5. Saling Menyayangi Saling Mendoakan


Tidak jarang Manda mengingatkan mereka untuk saling menyayangi juga saling mendoakan.

Manda sering mengingatkan bahwa Nayyara akan selalu jadi Kakaknya Mysha. Juga Mysha saudara dari Kakak yang walau lebih muda tapi tetap memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga.

Manda sering mengafirmasi untuk selamanya saling membantu dan mengasihi.

Tidak tinggal, Manda mengingatkan mereka untuk selalu memaafkan dan menenangkan.

Semoga Allah meridhai mereka dan persaudaraan mereka. Semoga menjadi gadis-gadis berhati lembut penuh kasih sayang.
© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS