Bismillah, Hai hai TemaNda! 

Kali ini Manda mau bahas resep jadi desainer tanpa baper, ngobrol bareng yuk! 


Oh iya, bagaimana awal Novembernya? Sudah terasa hawa liburan kah? Atau malah semakin bersemangat dan bertambah produktif? Widiih, keren banget kalau memang semakin produktif, Top! 



Beberapa hari lalu Manda dapat pertanyaan menarik yang kemudian dijawab dengan penuh perasaan oleh Manda. Pertanyaannya adalah :


Manda gimana sih cara jadi desainer tanpa pakai baper? Desainer itu kan pakai rasa, kita perlu rasa untuk membangkitkan kreativitas dan memperindah komposisi. Namun di sisi lain kita dituntut gak boleh baper kalau desain kita diacak-acak klien. Biar bisa tegar gimana Manda? 

Tergelitik, Manda jadi ingat masa-masa Manda pundung gak mau berangkat kerja gara-gara harus presentasi di depan klien yang super cerewet. Manda dulu kerja ada sistem bonus, jadi kalau proyek berhasil Manda kan dapat tambahan penghasilan seharga gaji bulanan. Tapi uang kadang bukan segalanya bila dibandingkan persoalan rasa tadi itu. 


Ada kalanya desainer memilih mundur dari klien yang kurang menghargai, lalu malah dicapnya tidak profesional. Terkesan nyebelin kan ya, tapi ya begitulah, bisa jadi selalu ada masa-masa seperti itu, tidak hanya bagi desainer. 


Lalu bagaimana cara kita mengatasi hal ini? Bagaimana jadi desainer tanpa rasa baper? Bisa gak sih? Bisa, bisa banget malah, yuk simak tips dari Manda berikut. 

Sebisa mungkin berpikir positif

Seperti pada tulisan Manda sebelum ini, tentang positif itu kunci, usahakanlah terus berpikiran positif. Sebisa mungkin dalam kondisi apapun, pilih untuk terus mencari sisi baik dalam setiap keadaan. 


Tidak jarang, kita sebagai desainer mengalami rasanya mendapat kritik, diminta revisi, atau bahkan karya kita dihina. Segala rasa tercurah dalam karya, tapi hasil akhirnya nyesek, pernah? Tidak hanya desainer, bisa jadi semua peran pernah mengalami hal ini. 


Ada yang terlatih untuk bisa tegar, ada yang butuh waktu untuk tegar atau ada yang tidak bisa tegar. 


Salah? Nggak juga. Toh setiap peran pasti punya karakteristik dan preferensi masing-masing. Ada yang reaksinya saat dikritik langsung membalas atau bahkan mengamuk, banyak. Ada juga yang dipendam lalu meledak di tempat lain pada waktu berbeda. 


Ada juga yang memang membuat ini berlarut-larut, jadi dendam, menyalahkan diri, jadi minder dan sebagainya. Bila tipe yang seperti ini bisa-bisa makan ati terus kalau ketemu klien yang super bikin risih. 


Well, sayangi dirimu dulu! Cari titik positifnya dari sebuah tekanan atau kritik. Semua hal hadir dengan hikmah dan maksud. Tidak perlu balas mencaci, gak perlu curhat marah-marah di medsos. Pentingkan saja dirimu terlebih dulu, tapi dengan cara yang elegan! 

Penuhi kebutuhanmu dulu

Saat kita mau menghadapi klien, utamakan dulu diri sendiri. Periksa diri kita dari dalam dan luar. Sudah makan kah? Sudah mandi? Sudah cantik? Rumah sudah bersih? Anak sudah aman? Perbekalan aman dan sebagainya. 


Bila masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi, tunda dulu, atau sadarkan diri terlebih dulu. Biasanya bila kita lapar ketemu klien akan lebih sensitif dan sebagainya. Saat kita secara sadar menghadapi semua hal, kita tidak akan mudah baper. 


Kita akan lebih santuy dan profesional dalam menghadapi pekerjaan kita. Bila kita tipe yang wajib ngopi dulu di pagi hari sebelum beraktivitas, lakukanlah. Bila kita butuh ritual khusus, misalnya mandi pakai bubble, sholat dhuha atau lari pagi dulu, selesaikanlah. 


Mulailah kegiatan produktifmu dengan cara yang menyenangkan dan full of energy. 

Tetap profesional

Bila mengambil contoh seperti Manda yang dulu memilih bolos kerja demi gak ketemu klien, itu jelas tidak profesional. Bila sudah membuat janji, tepatilah. Bila sudah mengambil kesepakatan, selesaikanlah. Bila melanggar, terimalah konsekuensinya. Secara sadar dan profesional. 


Jadi jangan melarikan diri, tapi hadapilah dan selesaikan. Bila butuh waktu, gunakanlah. Beri batas waktu untuk kembali bersinar dan positif, karena kita bisa. 


Saat menghadapi kekecewaan ataupun kritik, ingat kembali itu akan menjadi peningkatan kelas dan kualitas diri. 


Kita boleh memegang kuat nilai diri kita, tapi tidak untuk melarikan diri ataupun berbalik merendahkan orang yang memberi kritik. Orang lain akan menghargai kita yang berkata baik dan tidak berkata buruk tentang orang lain. Balik lagi, stay cool stay classy. 

Ambil pekerjaan dengan sadar dan komitmen

Baper paling sering hadir saat kita mengambil pekerjaan tanpa kesungguh-sungguhan. Saat kita memulai pekerjaan dengan rasa malas, setengah-setengah, gak ikhlas, hanya demi menggugurkan tanggung jawab, rasa baper akan lebih sering menyapa. 


Apa lagi kalau melakukan pekerjaan dengan awalan "Gue maksain deh, demi elo. " Kalau udah begini nadanya udah negatif banget. Mending gak usah. Serius deh mending gak usah, karena yang terpaksa dan demi orang lain itu biasanya lebih rawan makan ati, hehe. 


Sebisa mungkin saat bertemu klien, niatkanlah untuk membantu permasalahan mereka, mulai dengan Bismillah, dan hanya mengharap ridha sang Pencipta. Bila sulit, mulai latih bareng-bareng Manda yuk! Manda juga lagi ngelatih ini, biar lebih santuy, positif, dan bahagia! 

Kegagalan adalah portofolio hidup kita

Tanamkan dalam pikiran kita. Kegagalan pun adalah portofolio, dalam hidup kita. Kita akan mengingatnya sebagai suatu pengalaman yang menambah kebijaksanaan kita. 


Dari kegagalan kita akan mempelajari hal baru. Kegagalan bisa mempertemukan kita dengan ilmu terkini. Ketidaksesuaian membuat kita tetap rendah hati. Rasa sakit di hati menyadarkan kita, bahwa kita manusia, yang juga bisa merasa. 


Bila kegagalan menghadirkan trauma, tidak apa-apa. Mulailah untuk mengurai trauma menjadi penerimaan. Mudah? Bisa jadi tidak, tapi insya Allah bisa. 


Saat kita di suatu nanti dihadapkan dengan masalah serupa, kita akan mampu membuka kembali portofolio diri kita dan melihat pilihan apa yang kita miliki saat ini. 


Bila kita sudah menanamkan pikiran seperti ini dalam diri, kita akan mampu lebih positif menghadapi tantangan dan kritikan. 

Fokus pada solusi

Saat kita terlanjur baper, tenang sebentar, pikir kembali dan pilih untuk fokus pada solusi. 


Pikir lagi, apa yang bisa menyelesaikan kebaperan kita. Kita sukanya gimana kalau udah dilanda baper, selesaikan! 


Sukanya nonton film dulu, nyamannya tidur dulu dari pada meledak, biasanya nyanyi dulu, atau sukanya dengar murottal dan kajian dulu, lakukan! 


Baper gak usah dipelihara yuk, apalagi diternak, karena setau Manda gak akan laku dipasaran, hehehe. 


Dari Seknas Ibu Profesional Manda terbiasa dilatih untuk fokus pada solusi. Gak usah habis energi dengan hal yang berputar tanpa penyelesaian. Gak usah mikirin hal yang diluar kendali kita, pilih solusi terbaik yang bisa kita jalankan. Walau kita tidak bisa merubah orang lain, kita bisa dan mampu mengendalikan diri kita. 


Semua peran pasti punya celah untuk menjadikan diri kita baper. Tapi diri kita selalu memiliki pilihan untuk menjadi pribadi yang solutif (kaya kata Bu Tejo, haha). 


Kita ini berharga, kita ini istimewa, maka pilih dulu bahagia, pilih dulu diri kita, pilih hal yang baik dan benar, tidak perlu memaksakan.


Jadilah desainer tanpa baper, walau baper gak keblenger, karena sudah punya portofolio anti baper, hehe. 


Punya tips lain? Kasih tau Manda di komentar yah, Manda lagi senang sekali dapat ilmu baru terkait berpikir positf. Kita latihan bareng yuk! 






SHARE 2 comments

Add your comment

  1. Suka tulisannya❤️ Semoga ga ada baper ngerjain proyek sama aku yaa 🥰🥰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada dong, insya Allah.🤗🤗❤❤

      Yang ada skrg laper, tapi masa makan jam segini😂😂 #dietapakabar

      Delete

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS