Showing posts with label kelas fasilitator bunda sayang


Siapa bilang Emak-emak itu kurang kreatif? Sementara kreativitas adalah daya memecahkan masalah, dan Bunda tentu sering sekali bersinggungan dengan masalah kan?

Bukan masalah, karena yang ada hanyalah tantangan!

Kreatif itu bukan hanya soal seni atau hal berbau artistik. Kreatif adalah kemampuan seseorang menyelesaikan masalah atau tantangan.

Saat berada di awal bulan, Bunda ditantang untuk mengatur keuangan keluarga agar kebutuhan tercukupi. Daya kemampuan menyelesaikan tantangan tersebut adalah kreativitas.

Ada Bunda yang menyelesaikan tantangan tersebut dengan memilih aplikasi penyusun data keuangan. Ada juga Bunda yang memilih menggunakan amplop-amplop berbeda untuk menyimpan uang agar sesuai dengan posnya.

Saat Bunda di akhir bulan, bisa jadi kebutuhan bahan makanan menipis. Saat itu Bunda akan ditantang untuk menyajikan masakan yang bahannya terbatas.

Bisa jadi Bunda memilih untuk membuat menu yang tidak biasa. Mungkin juga Bunda memilih untuk mengurangi penggunaan bahan yang stoknya tinggal sedikit.

Saat itulah Bunda disebut kreatif. Dan, kreativitas itu bisa dilatih!

Cara Melatih Kreativitas


Rasanya karena sudah jadi Ibu, semua jadi tidak mungkin. Padahal melatihnya mudah saja.

Banyak Belajar dan Mengamati


Seorang Bunda pantang berhenti belajar.Jangan mau jadi Bunda kudet!

Bunda yang kurang update akan menjadi membosankan di mata ananda. Jadi, tetaplah belajar hal baru lalu berbagilah hal-hal baru itu pada ananda.

Bunda yang rajin belajar akan sering mengeluarkan ide kreatif. Setiap masalah diubah jadi tantangan dan terselesaikan secara seru!

Meniru Hal Seru


Bunda yang rajin belajar juga akan sering menemukan hal baru. Hal baru ini jadi sumber ilmu bagi Bunda untuk berkembang.

Tirulah dan latih hal baru tersebut. Tentunya meniru dengan adab yang baik ya Bunda. Adab yang baik akan menghasilkan keberkahan pada ilmu.

Misalnya, Bunda melihat gambar yang keren dari seorang pelukis. Bunda yang tertarik dunia seni bisa mulai dengan menirunya hingga mahir.

Memodifikasi dan Lahirkan Kreativitas


Saat Bunda mahir di satu bidang, Bunda mulai terbiasa untuk memodifikasi. Gunakan rasa untuk mengklarifikasi.

Semisal ada yang kurang cocok diterapkan pada diri Bunda, jangan ragu untuk tidak menggunakannya. Mulailah untuk memodifikasi sesuai kebutuhan dan kecocokan Bunda.

Setelahnya, Bunda menjadi terbiasa kreatif dan menciptakan hal baru.

Lalu sekarang apa yang perlu dilakukan? Memulai dari sekarang, jangan menunda-nunda!

Cerita Kreativitas Keluarga Trevi


Keseruan level ini tentu menular pada keluarga Trevi. Manda jadi semangat melatih kreativitas diri.

Pertama, saat anak-anak ribut minta main di Playground, sementara Manda kurang sehat, Manda mencari ide.

Papan bekas lemari, yang saat ini jadi alas setrika, Manda buat jadi perosotan di kamar. Walau hasilnya saat Manda mau menyetrika, ada interupsi dari kedua anak yang tidak terima Playground nya diambil.

Kedua, suatu hari Manda mengejar deadline pesanan gambar. Pavi yang sudah pulang mengambil alih pengasuhan dua putri.

Permintaan mereka kali ini bukan main. Nayyara Minta dibuatkan tenda di kamar. Tenda yang menjadi hadiah ulang tahun dari Yangti saja jarang dimainkan, pikir Manda.

Rupanya Pavi menggunakan selimut dan mengikat setiap ujungnya ke atas tralis jendela. Lucu juga melihat mereka bermain di bawah tenda-tendaan.

Yang ketiga ini biasa aja sih. Ada sisa makanan saat akhir tahun kemarin. Waktunya pengiritan jadi menu makanan pun dibuat mengikuti yang bahannya tersedia.

Sisa bahan sop dibuat gorengan bala-bala. Ayam dan sisa ati dicampur lalu dimasak jadi nasi goreng.

Keseruan Kelas Bunsay Pranikah


Kelas pranikah memang memiliki banyak cerita seru dan berbeda. Kelas yang selalu penuh semangat dan bertabur ilmu.

Pada tantangan kreativitas kali ini ada yang berbeda. Tantangan yang hadir pada musim liburan ini memang sangat tricky.

Periode Tantangan yang Panjang






Rasa menantang hadir saat revisi kalender tiba. Periode tantangan yang panjang bisa sangat menyenangkan ataupun melenakan.

Dilihat dari perolehan badge rupanya cukup banyak yang akhirnya tidak berhasil menyelesaikan tantangan ini. Tapi tetap, beberapa mahasiswi sangat konsisten dan total pada setorannya.

Semangat Senin


Semangat senin yang istimewa hadir dari ketua kelas Bogor. Bunda @caturputri_ mengutip salah satu tulisan di situs yang menceritakan tentang kreativitas.


Bencana Banjir Nasional




Tantangan lain adalah saat terjadinya bencana banjir nasional. Beberapa mahasiswi ada yang terdampak. Alhamdulillah semua lalu mulai membaik.

Jum'at Hangat Penuh Cerita


Jum'at hangat kali ini sangat berbeda. Selain diadakan di hari sabtu, narasumbernya pun dua orang.

Setelah sempat batal berlangsung, kami memutuskan untuk merapel jum'at hangat level ini. Narasumbernya istimewa, keduanya lulusan perguruan tinggi ternama di Bandung.

Cerita-ceritanya pun seru dan penuh makna. Narasumbernya adalah Kak Husna dan Kak Aisyah. Berikut profil mereka.




Peraihan Badge Kelas


Peraihan badge level ini memang secara kuantitas menurun. Akan tetapi semua masih berhasil bertahan di kelas ini, alhamdulillah.







Para pengisi kolom partisipasi kali ini sangat unik. Karena ada dua nama yang ditulis ulang, hehe.

Kak Aisyah selaku koordinator level 9 sangat kooperatif dan cekatan. Pengisi host jumat hangat yaitu Kak Alief juga komunikatif.



Pada lembar teladan kita memiliki Kak Endy sebagai mahasiswi teladan.

Kak Endy menyelesaikan tantangan ke 9 yaitu kreativitas dengan sangat baik. Kak Endy berturut-turut 17 hari menyetorkan tantangan dengan berbagai kondisi.

Dalam tulisannya dapat terlihat bagaimana Kak Endy menyelesaikan tantangannya walau dalam keadaan berlibur juga saat memulai bekerja. Konsistensinya patut dijadikan teladan, juga dilihat dari tulisan dalam bentuk blog dan visual yang baik.

Konten cerita yang dibagikan pun sangat menarik dan penuh kreativitas. Aliran rasa yang dikirimkan pun sangat baik juga sarat makna.

Selain itu Kak Endy merupakan sosok yang sangat aktif di setiap diskusi kelas, dan juga suportif kepada teman sekelas.

Copy of blue snowSempat tidak percaya saat Manda kembali diterima menjadi salah satu fasilitator, kali ini level Bunda Sayang. Level ini memiliki waktu tempuh 12 level tantangan, setara kurang lebih satu tahun komitmen. Ujian konsistensi yang tentu membutuhkan manajemen waktu yang sangat baik. Karena tanpa manajemen waktu yang konsisten, tantangan yang menghadang akan jauh lebih berat.

Di awal perkenalan Pra Bunsay, kesehatan Manda sempat menurun kala mengejar ritmenya yang cukup padat. Alhamdulillah Manda lalu mampu beradaptasi di awal materi komunikasi produktif.

Level komunikasi produktif adalah level paling favorit bagi Manda di perkuliahan Bunda Sayang. Karena level ini juga mengingatkan bagaimana Manda mulai merubah kualitas komunikasi Manda dengan Pavi. Juga menerapkan ilmu komunikasi ini untuk lebih memahami Nayyara si sulung. Komunikasi adalah aspek yang paling penting dalam rumah tangga. Jadi pantaslah posisi materi ini pun adanya di level awal.

Ah iya, sebelum masuk ke cerita komunikasi produktif, Manda mau bercerita bagaimana fasilitator dan mahasiswi telah dipersiapkan terlebih dahulu melalui materi pra bunsay. Materi-materi ini sangatlah penting, karena membantu kita reframing diri kita agar menjadi siap lahir batin untuk menjadi Ibu pembelajar. Materi-materi ini sangat mendukung keberhasilan materi utama yang di level awal kita akan mempelajari masalah komunikasi. Untuk jurnal fasilitator versi video bisa dilihat di Yutup Manda.

Komunikasi Produktif

[caption id="attachment_150" align="alignnone" width="1164"]Untitled-1 Gambar : Alienda Sophia[/caption]

Komunikasi produktif merupakan materi utama, karena setiap aspek materi yang dipelajari akan selalu membutuhkan komunikasi yang produktif. Jika kita pernah mendengar berita tentang pertengkaran dalam rumah tangga atau naudzubillah kekerasan fisik, rata-rata dilatar belakangi komunikasi yang salah. Bagaimana satu sama lain memendam rasa kecewa, membiarkan kesalah pahaman berlarut-larut, atau sekedar intonasi suara yang kurang tepat.

Pada materi komunikasi produktif ini, beberapa yang perlu diperhatikan antara lain:

1. KISS. Keep information short and simple. Seberapa sering kita mengungkapkan keinginan kita secara panjang lebar dan detail, bahkan bicaranya cepat luar biasa. Tapi cara bicara yang seperti itu cenderung menghasilkan salah persepsi. Gantilah dengan kalimat singkat yang jelas dan tepat makna. Contoh saat anak sulit makan, hindari kalimat panjang yang memusingkan, cukup ajak : "Makan yuk, Kak!"

2. Mengganti kalimat interogasi menjadi kalimat observasi. Kalimat interogasi kerap membuat lawan bicara kia merasa tersudutkan. Menggantinya dengan kalimat observasi akan menumbuhkan rasa percaya pada lawan bicara. Contoh saat anak pulang sekolah, daripada menanyakan "Belajar apa tadi?" gantilah kalimat yang lebih berempati. "Kakak paling suka kegiatan apa tadi di sekolah?"

3. Fokus pada solusi bukan pada masalah. Sering Manda alami, masalah yang hadir menjadi lebih besar saat kita fokus hanya kepada masalahnya. Mencari sebab, mencari siapa yang salah, hasilnya membuat stres dan kembali pusing. Teringat perkataan A Deda di Diklat Pengurus IP Bandung pekan lalu, bahwa stres itu disebabkan masalah  lebih besar dari ilmu. So, hayu atuh kita semangat belajar, agar lebih berilmu.

4. Fokus pada masa depan bukan pada masa lalu. Saat kita mengungkit masa lalu dengan tujuan menekankan bahwa kesalahan orang tersebut berulang kembali, saat itu pula kita menyudutkan orang tersebut. Daripada itu, pilihlah untuk memberi motivasi untuk ke depannya.

5. Kendalikan intonasi dan gunakan nada suara yang ramah. Pesan atau tujuan baik seseorang seringnya gagal dipahami saat intonasi dan nada suara terdengar tidak bersahabat. Melatih intonasi dan nada suara ini bisa dilakukan walau memang tidak instant.

6. Ganti kata Tidak bisa menjadi Bisa. "Tidak bisa, tidak boleh, jangan," dan berbagai kalimat negatif lainnya bisa diganti dengan, "Boleh, besok ya." atau "Bisa, nanti kita cari tahu caranya." Karena kalimat positif membangun semangat dan kebahagian, sementara kalimat negatif berlaku sebaliknya.

7. Ganti kalimat perintah menjadi kalimat pilihan. Saat meminta anak mandi, kita seringnya menggunakan kalimat, "Adeek cepat mandi!" yang lalu dijawab dengan penolakan berulang, hehe. Bisa dicoba dengan mengganti kalimat menjadi,"Adek mau mandi sekarang atau sepuluh menit lagi?"

8. Ganti kalimat nasihat menjadi kalimat refleksi pengalaman. Saat anak melakukan kesalahan, seringnya kita menjadi orang tua dan mulai memberi nasihat. Untuk menjadikan komunikasi lebih produktif, cobalah menjadi sahabatnya dan gunakan kalimat yang merefleksikan pengalaman kita. "Manda juga dulu pernah dapat nilai kecil, tapi tidak apa-apa, kita masih tetap bisa semangat belajar."

9. Katakan apa yang diinginkan, bukan yang tidak diinginkan. "Ibu tuh ga mau kamu berantakin mainan terus!" bisa diganti dengan, "Setelah selesai bermain dikembalikan ke kotaknya ya."

10. Ganti kalimat penolakan menjadi kalimat empati. "Gak bisa, Ibu sibuk!" jadilah ramah dan berempati dengan kalimat, "Kakak bosan ya? boleh tunggu lima menit, Kakak menggambar di samping Ibu dulu ya."

11. Memberikan pujian dengan jelas. "Keren, ini baru anak Mama!" bisa diganti dengan "Terima kasih sayang, Mama jadi terbantu karena Kakak meletakkan cucian pada tempatnya."

Jurnal Syukur Fasilitator

Menjadi fasilitator adalah sebuah kerja tim, di mana keberhasilan penyampaian materi ditunjang juga dengan baiknya kerja sama di dalamnya.

  • Bersyukur mendapatkan Tim Bunsay yang solid dan kooperatif. Bangga bisa tergabung di jajaran Bunsay#5, karena timnya sangat cekatan juga kooperatif. Alhamdulillah Manajer Bunsay kita, Teh Chika adalah sosok profesional yang menakjubkan. Di saat hamil besar dan perlu melahirkan lebih awal dari perkiraan, beliau masih sempat terlibat dengan berbagai macam kegiatan kelas. Kemudian Mba Tyas sang sekretaris Bunsay, yang juga dalam kondisi hamil dan melahirkan, masih sigap membantu kebutuhan Manda si fasilitator newbie. Di awal ini, administrasi adalah tantangan tergenting bagi Manda. Keramahan dan kesediaan Teh Fifi dan Teh Niken sangatlah berarti. Lagi, si fasilitator newbie ini berkali-kali terbantu oleh para tim coret coret (tim coco), yang menjelaskan apapun yang Manda tanyakan.

  • Mentor dan rekan fasilitator yang keren menambah syukur. Dapat belajar dari begitu banyak Ibu hebat yang menginspirasi adalah harta berharga bagi saya. Sebuah kemewahan, dapat berbagi hikmah dengan para pembelajar yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Setiap pemberian materi coaching class ataupun diskusi bebas di wag fasil, selalu bertabur ilmu-ilmu baru yang daging banget. Belum lagi keramahan dan keringan tanganan mereka sangat luar biasa.

  • Syukur yang Manda rasakan saat bergabung dengan tim produser. Saat awal mulai dibagi ke dalam beberapa tim, Manda sangat bahagia bisa bergabung dengan tim produser. Karena walau sedikit, di dalamnya kami bisa membantu teman-teman untuk mendesain acara agar lebih meriah. Dan bahagianya lagi, desain adalah passion Manda.

  • Mendapat kelas Bunsay#5 Bandung adalah kebahagiaan tersendiri bagi Manda. Membersamai teman-teman di regional yang sesuai domisili menjadikan rasa kepemilikan yang besar. Bonding dan kerja sama menjadi begitu terasa erat. Hal ini juga didukung dari ketatnya seleksi penerimaan Bunsay batch ini. Dari sekitar 200 member yang mendaftar, terpilih 64 member yang masuk kelas Bunsay#5 Bandung. Karenanya, di awal perkenalan kelas, kami pun berjanji untuk bisa lulus bersama-sama, Aamiin. Janji ini juga didukung oleh para perangkat kelas yang luar biasa cekatan juga perhatian.


Kesan Kesan di Level 1

A. Koordinator bulan 1 yaitu Teh Neni Gustiarini, merupakan pembelajar sejati. Dengan cekatan, Teh Neni selalu merapikan tugasnya tepat waktu. Di luar itu, walau putra Teh Neni yang sempat jatuh sakit, Teh Neni dengan tegar tetap melanjutkan tugasnya dengan baik. Bahkan Teh Neni yang ringan tangan, tak segan membantu teman yang lain, termasuk Manda, dalam tugas-tugas. Di akhir masa tugasnya, Teh Neni juga membantu dalam menyelesaikan tugas kerja sekretaris, yaitu Teh Maya, yang sedang diopname. Teh Neni selalu perhatian dan suportif kepada anggota kelas.

B. Kegiatan diskusi dan berbagi hikmah di kelas selalu menarik. Kehadiran Teh Febrianti Almeera (Teh Pepew), Teh Herly Novita Sari, Teh Lu'luk Risalatu, Teh Chendra Puji, juga Teteh-Teteh lain, selalu menghasilkan diskusi sarat ilmu dengan berbagai sudut pandang yang beragam. Contohnya saat Teh Pepew atau Teh Herly berbagi tips, kelas mulai bertabur bintang, diskusi pun menjadi semakin hidup.

Tapi kelas akan kurang lengkap tanpa kehadiran Teh Esa Eksakti dengan segala koleksi stickernya yang sering mengundang tawa. Bahkan belakangan, Teh Nunie Chatidah mulai turut menyemarakan bermunculannya sticker unik di kelas. Semoga seterusnya menjadi kelas yang hangat dan menginspirasi.

C. Pencapaian kelas di level komunikasi produktif ini sangat membanggakan. Dari 64 mahasiswi, 17 meraih outstanding performance, 11 meraih you're excellent, 30 meraih badge dasar. 6 orang yang belum menyelesaikan tantangan, semua sempat mencoba menyetorkan tantangan, walau lalu terkendala satu dan lain hal. Ada yang juga sudah menyetorkan 10 hari namun sudah melewati batas masa tantangan.

D. Hampir di setiap sesi diskusi satu atau dua mahasiswi memberi kabar bahwa dirinya atau keluarganya tengah sakit. Manda sendiri dan keluarga sempat turut serta dalam sakit berjamaah, hehe. Semoga selanjutnya sehat selalu dan Allah mudahkan dalam setiap proses belajar di Bunsay ini.

E. Keseruan sesi Jum'at Hangat. Pada sesi jum'at hangat pertama yang diisii oleh Teh Novya Ekawati sangat seru. Para pejuang LDM pun bermunculan di sesi ini. Teh Novya yang seorang working mom dan tinggal di benua yang berbeda dengan suami, sangat menginspirasi dan membuat kita berintrospeksi diri. Semangat yang dibagikan Teh Novya, begitu menghangatkan.

Jum'at Hangat sesi kedua diisi oleh Teh Nurul Inayah yang sedang berdomisili di Madinah. Teh Nurul Inayah dengan pengalamannya berkuliah di Malaysia, mempelajari ilmu syariat islam, begitu menginspirasi. Hari tersebut pun menjadi bertabur ilmu dan istilah baru. Teh Nurul Inayah di akhir sesi mengajak kita untuk terus belajar dan mencari kebenaran, membuat semangat baru di dalam kelas.

F. Tulisan-tulisan teman di kelas sangat menarik. Begitu banyak progres tantangan dikemas dengan sangat apik. Contohnya tulisan-tulisan dari Teh Novya yang begitu detail dan inspiratif. Tulisan Teh Pepew yang begitu sarat ilmu. Tulisan Teh Detin yang jujur dan sering mengulaskan senyum para pembacanya. Tulisan aliran rasa terharu, yaitu Teh Feni Agiyanti. Selain itu, Teh Neni Gustiarini yang sering membuat quotes yang menginspirasi. Keren!

G. Ketua kelas yang suportif dan perhatian. Teh Sheila Kantena Putri yang selalu perhatian dan cekatan membantu teman-teman sekelas. Setiap koordinator PG dan koordinator bulanan, selalu diberikan arahan dan masukan dengan detail. Teh Sheila juga selalu ringan tangan dan membantu teman-teman pengurus, juga saya, dalam setiap kesempatan. Bila mahasiswi ada yang terkendala, Teh Sheila siap sedia menjadi pendengar yang baik dan selalu menawarkan solusi.

Semoga selanjutnya kelas Bandung semakin solid dan Allah berikan kelancaran dalam proses belajarnya, Aamiin.
Setelah membaca materi komunikasi produktif di program Upgrading Calon Fasilitator kali ini, Manda jadi teringat berbagai kasus mispersepsi. Pernah ada juga studi kasus pertengkaran antar member yang disebabkan kesalahan pemilihan diksi. Pentingnya memikirkan apa yang diketik dan mengkonfirmasi apakah pesan tersampaikan dengan baik, sangat perlu diperhatikan.



Untuk menjadi bekal belajar, Nice Homework #4 kali ini menyajikan dua studi kasus yang sangat menarik.

  • Studi kasus 1 - Kelas dengan dominasi silent reader. Kelas dengan silent reader tentu sangat mungkin terjadi di perkuliahan online. Terutama dikarenakan kelas ini beranggotakan para Ibu yang bisa jadi terkendala kesibukan domestiknya. Respons yang bisa saya berikan adalah tetap berpikir positif. Lalu mencari cara agar kelas bisa menjadi lebih hidup. Cara pertama yang saya pilih adalah dengan memberi apresiasi. Bila kelas ini memiliki banyak mahasiswi tepat waktu dan berhak mendapat predikat Outstanding Performance, maka saya akan mulai dengan memberi apresiasi kelas. "Wah, alhamdulillah, selamat bagi Bunda A, Bunda B, Bunda C, yang telah meraih Outstanding Performance. Semoga selanjutnya bisa terus bersemangat dan menularkan semangatnya di kelas ini ya🤗." Selanjutnya saya akan kembali mengingatkan kebaikan dan manfaat diskusi di kelas. "Nah, bagaimana kalau kita tularkan semangat lulus bersama dengan lebih sering berbagi dan saling menginspirasi di setiap sesi diskusi?" Usahakan ini menjadi sebuah kesepakatan. Apabila hal ini tidak berjalan baik, bisa juga dilakukan pendekatan secara personal. Memberikan kesempatan para silent reader untuk menjadi pengisi sesi Jum'at Hangat, atau sekedar bertanya kabar via wapri.

  • Studi kasus 2 - Tidak jarang terjadi, mahasiswi kedapatan berjualan di dalam grup. Walau ini sudah jelas tertera di peraturan, entah mengapa ada saja yang kelepasan melakukannya. Bila beliau berjualan karena memberi tanggapan temannya yang bertanya karena butuh, respons saya sebagai fasilitator kelas adalah memulai dengan mengapresiasi. "Wah, terima kasih Bunda sudah bersedia membantu untuk menginformasikan barang kebutuhan Bunda X." Dan melanjutkannya dengan mengingatkan. "Tapi mohon maaf Bunda, sudah tercantum dalam peraturan kelas, tidak diperkenankan berjualan. Mari kita jadikan kelas ini kelas yang kondusif untuk belajar yuk Bunda 🤗"

Sekian dari saya. Semoga selanjutnya bisa belajar berkomunikasi produktif lebih baik lagi, Aamiin.
Perkuliahan Bunda Sayang merupakan perjalanan belajar yang cukup panjang. Waktu tempuhnya sekitar 12 bulan tantangan, dan membutuhkan banyak amunisi untuk tetap menjaga komitmen dalam menjalankannya. Sering yang dirasakan adalah semangat tidak terjaga dan membuat tidak tercapainya tujuan yang disepakati. Kali ini saya mencoba menguraikan masalah yang telah dihadapi selama perkuliahan Bunda Sayang yang lalu dan mengubahnya menjadi solusi dan motivasi.

Tips dan Trik Menjaga Komitmen dan Konsistensi Fasilitator Bunda Sayang



  1. Meluruskan Niat. Senantiasa meluruskan niat menciptakan sebuah semangat baru dikala merasa kehilangan tujuan dalam menjalankan apapun. Hal ini pula yang kerap menciptakan rasa malas.

  2. Tetapkan tujuan akhir. Buatlah perkiraan apa yang ingin diraih, bagaimana strategi meraihnya, kapan batas waktunya, dan segala indikatornya.

  3. Breakdown indikator yang ingin dicapai menjadi sebuah checklist bulanan, pekanan, ataupun harian untuk menjaga keadaan ontrack.

  4. Berusaha sekuat mungkin untuk menjalani checklist tepat waktu dan mengevaluasinya.

  5. Bila terjadi rintangan, jabarkan rintangan tersebut dan temukan solusinya.

  6. Lakukan yang terbaik tapi jangan ragu meminta bantuan kepada siapapun apabila memang membutuhkan. No gengsi gengsi club.

  7. Menjaga komunikasi tetap produktif di dalam support systems terutama dengan suami dan anak. Banyak-banyak bercerita apa yang sedang dilakukan. Ingat selalu merekalah amanah utama kita.

  8. Membuat bonding yang baik dengan perangkat kelas (ketua kelas, koordinator bulanan, dsb). Menciptakan suasana belajar yang kondusif bersama sesuai kesepakatan.

  9. Kerja bersama para tim Bunda Sayang dan fasilitator lain. Karena akan terasa lebih ringan bila dilakukan bersama. Perkuat ikatan dan hubungan baik dalam kelas fasilitator.

  10. Enjoy the ride. Nikmatilah perjalanan ini dan setiap prosesnya. Karena waktu ini adalah kesempatan yang Allah berikan untuk mendapatkan pelajaran dan berbagi. Lakukan yang terbaik, turunkan ekspektasi dan lakukan dengan bahagia.



Berikut adalah checklist indikator yang ingin dicapai selama menjalankan amanah sebagai fasilitator Kelas Bunda Sayang. Semoga bisa tercapai dengan baik, Allahuma Aamiin.

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS