Showing posts with label jurnal tantangan 30 hari
Menghemat air adalah salah satu upaya kita menjaga lingkungan. Terjaganya air bersih mengalir membuat pasokan terjaga dan proses daur ulang air yang membutuhkan proses dapat dikurangi.

Selain itu menghemat air adalah cara kita mensyukuri nikmat dan berempati kepada mereka yang kekurangan. Banyak di lokasi lain yang krisis air bersih, kita yang berkecukupan hargai, manfaatkan dan gunakan seperlunya.

Berikut cerita Manda menghemat air dalam mencuci piring :

  1. Selesai makan langsung buang makanan anda ke tempat sampah. Usahakan tempat sampah khusus sampah organik ya!

  2. Siapkan wadah besar dengan air dan beberapa tetes pembersih piring. Bisa pakai pembersih alami seperti eco enzym.

  3. Bersihkan satu persatu piring dengan pembersih. Lalu tumpuk.

  4. Bersihkan wadah dan isi dengan air bersih. Bilas semua piring hingga bersih.

  5. Lap piring dengan serbet bersih lalu simpan di lemari penyimpanan.


Selamat mencoba!


Semenjak kembali maraknya gaya hidup alami, Eco Enzyme menjadi primadona dalam usaha pengentasan limbah plastik pada produk pembersih.Produk pembersih kemasan dikenal berbahaya bagi lingkungan karena berbahan kimia dan pemasok sampah plastik kemasan yang signifikan.Pembuatan Eco Enzyme yang alami dipercaya juga mampu memperbaiki air dan udara yang tercemar.

Apa itu Eco Enzyme?


Eco enzyme atau garbage enzyme adalah cairan hasil fermentasi sampah organik yang memiliki berbagai fungsi, termasuk sebagai pembersih lantai, pembersih sayur dan buah, penangkal serangga dan penyubur tanaman.Eco enzyme dapat digunakan sebagai pengganti produk pembersih. Sebagaimana sudah kita ketahui, dengan menggunakan produk pembersih yang dibuat dari bahan kimia, berarti kita juga sedang mencemari air, sungai, dan ekosistem sekitarnya.Sedangkan eco enzyme adalah produk yang dihasilkan dari bahan organik, tanpa bahan kimia, tentu saja ramah lingkungan karena dapat terurai secara alami.

Tutorial Membuat Eco Enzyme Tanpa Timbangan


Bahan-bahan yang diperlukan:Botol plastik

  • Air

  • Gula Merah/Molase/Gula putih

  • Sampah organik (Kulit Buah/sayur)

  • Gunting

  • Kertas

  • Spidol




Langkah Pembuatan Eco Enzyme:Tiga elemen penting dalam pencampuran Eco enzyme adalah Air, Gula, dan Sampah organik, dengan perbandingan 10:1:3.Untuk membuat Eco enzyme yang akurat membutuhkan timbangan agar perbandingannya tepat.Namun ada juga cara alternatif bagi yang tidak memiliki timbangan, yaitu dengan membuat batas ukuran pada botol air.Sebelum memulai, ukur lebih dulu botol menggunakan kertas yang tersedia. Beri sisa sedikit pada kertas sebagai pertimbangan untuk udara dalam botol selama proses fermentasi.



Kertas ini berfungsi sebagai pengukur perbandingan takaran. Caranya, lipat kertas yang telah diukur sebanyak 4 kali. Hasilnya akan membagi kertas ke dalam 16 bagian.Kemudian tempelkan kertas pada botol. Hitung bagian lipatan, 10 tingkat untuk garis air, 11 tingkat untuk garis gula, dan 14 tingkat untuk garis sampah organik.



Setelah ditempel, buatlah garis batas sesuai ukuran tersebut. Tulis keterangan sesuai ukuran tertera.Bila sudah, mulailah masukan bahannya.1. Pertama-tama kita masukan air sampai batas ukuran 10.
2. Bila sudah, secara perlahan masukanlah gula hingga air naik ke batas ukuran 11.
3. Terakhir, masukan satu persatu sampah organik hingga air mencapai batas 14.



Jika sudah, tutup rapat botol. Jangan lupa bulak balikan botol agar tercampur rata semua bahan.Kemudian kita diamkan selama kurang lebih 3 bulan.



Catat tanggal pembuatannya agar tidak lupa kapan bisa dipanen.Hal penting yang perlu diingat, selama bulan pertama, bukalah tutup botol setiap hari selama beberapa saat untuk mengeluarkan gas di dalamnya.Karena bila tidak, ia akan meledak dan suaranya cukup membuat jantungan. Kaya suara tembakan, horor banget pokoknya deh!Konon Eco Enzyme ini bisa dicampur menggunakan ragi atau aktivator supaya lebih cepat panen. Tapi bukan hal wajib. Selamat mencoba!---
Referensi:

Artikel Waste 4 Change.com : Eco enzyme

https://waste4change.com/eco-enzyme-multipurpose-liquid-from-organic-waste/2/

Artikel Lupidemi.com : Mengenal Eco Enzyme

http://www.ludipemi.com/mengenal-eco-enzyme-larutan-sakti-ramah-lingkungan/

Video Vince Nando Sim : Eco Enzyme Dengan Cara ini Bisa Membantu Bumi

https://youtu.be/SdaSnLKBLck





Rumah lama tentu punya cukup banyak persoalan yang signifikan. Mulai dari debu, bocor, hingga binatang yang kerap singgah. Rumah tinggi ini setiap hari ditinggali kelelawar.

Awalnya karena takut, Manda tidak berani membuka pintu teras tempat kelelawar menggantung. Tapi rupanya semakin lama, kotoran ini semakin menebal, dan susah dibersihkan.

Selalu ada awal, akhirnya Manda membulatkan tekad membersihkan teras semenjak dibelikan wajan baru oleh Pavi. Hahaha, motivasi ini datangnya boleh dari mana saja kan ya.

[caption width="3000"]Pemberi Motivasi Berbenahku Hari Ini[/caption]

Awalnya Manda sapu saja kotoran itu, Ya Allah tebal sekali, sudah jadi sarang semut dan serangga lain. Untuk yang tebal sekali, Manda korek-korek menggunakan obeng.

Hari pertama cukup sedikit dulu. Esok rencananya mau memilah barang di situ, agar bisa didecluttering. Semangat!
Copy of Copy of GEMAR RAPI TASK 1 (5)Baju anak cenderung lebih banyak dan banyak perintilannya. Seiring bertambahnya umur ananda, baju-baju yang lebih cepat berganti karena anak terus bertumbuh ini mulai bertambah banyak.

Saat kita berniat memilahnya ada saja hal yang membuat berpikir. Nilai sentimental dan berbagai kenangan di dalamnya kadang membuat kita membutuhkan lebih banyak waktu untuk memilah yang masih terpakai atau tidak.

Tips Manda saat merapikan baju anak adalah sebagai berikut:


Libatkan Ananda. Tanyakanlah pakaian mana yang kira-kira sudah tidak terpakai. Hal ini memungkinkan untuk anak yang sudah bisa diajak berkomunikasi.

Pilih Waktu yang Tempat. Bila tidak selesai sehari, lakukanlah sedikit demi sedikit. Tidak perlu ngoyo harus selesai cepat bila hanya membuat terbebani. Take your time.

Jangan Menyimpan Barang yang Sudah Jelas Tidak Terpakai. Kadang banyak alasan untuk menyimpan pakaian anak. Terutama bila berpikiran nanti akan terpakai untuk anak selanjutnya. Tapi pastikanlah waktu yang tepat untuk menggunakannya. Bila dalam waktu lama tidak akan terpakai, silahkan donasikan atau dibuat ke dalam bentuk lain.

 


Rupanya handuk dan lap merupakan hal yang cukup penting namun rumit. Bagi handuk bahannya yang besar rasanya sangat memakan tempat. Berbeda dengan lap yang kecil namun jumlahnya banyak, sama-sama makan tempat, hehe.

Hari ini rencananya Manda mau menata tas, tapi galau banget rasanya karena belum nemu tempat yang pas. Tas ini awalnya mau Manda pindah ke tempat buku, namun alhasil bukunya jadi ga punya rumah. Buku berantakan, tas galau mau diletakan dimana. Eh malah jadinya ngeberesin lap dan handuk

Gampang banget natanya, hanya tempatnya yang terbatas banget kayanya. Kita coba lagi next, hari ini kita cukupkan di sini.



Paska melahirkan anak, para Bunda biasa menjadi owner kain terbanyak sepanjang masa. Bedong, kain panjang, selimut bayi, stagen, bengkung, sprei dan sarung bantal bayi, juga masih banyak lagi. Saat anak mulai beranjak balita, Bunda yang mulai berbenah kain tersebut menjadi merasakan sensasi luar biasa.

Sudah tidak terpakai, awalnya berpikir, "Simpan dulu, mungkin bisa buat anak kedua," Dan seterusnya.

Tapi untuk Bunda yang sudah tidak merencanakan kehamilan atau tidak mungkin hamil lagi, upaya menyimpan kain-kain tersebut hanyalah hal sia-sia. Belum lagi debu yang dihasilkan luar biasa. Jadi memang baiknya diubah fungsi atau didonasikan saja.

Manda sampai saat ini telah berhasil mengumpulkan 4 kardus besar clutter. Ini baru dari klaster pakaian saja ya. Tidak terbayang rasanya bila diteruskan akan bagaimana.

Oleh karena itu, mari hari ini kita cicil dulu berbenah kain yang rasanya luar biasa itu.



Btw yah, Manda memang kesulitan sekali melanggengkan kerapihan ini. Oleh karena itu segala daya dan upaya dilakukan. Terharu deh, Pavi tadi sampe browsing mesin cuci yang bisa langsung kering dan terlipat, wkwk.


Jadi selama Covid19 ini sedang menjadi wabah, hand sanitizer dan cairan desinfektan ini langka luar biasa. Manda dan Pavi sempat ikut sibuk juga sih nyari dua benda ini. Bukan untuk dipakai sendiri, awalnya untuk restoran tempat kerja Pavi.

Tapi lalu karena tempat kerja Pavi diliburkan terkait covid 19, cairan ini mampir juga di rumah. Setelah sempat browsing sana sini, desinfektan itu banyak macamnya, yang paling terkenal adalah campuran Bayclin.

Bayclin dan cairan desinfektan lain diketahui ampuh pada virus dan bakteri.

Alhasil Bayclin ini langka berat dimana-mana. Manda pribadi ga harus banget sih ada desinfektan ini, karena kan masih ada sabun dan deterjen. Lalu diketahui juga kalau desinfektan ini tidak semua baik untuk kulit manusia.

[caption width="986"]Sumber Gambar : Instagram Najwa Shihab[/caption]

Tapi lalu Manda menemukan yang lain, yaitu karbol Wypol. Ini juga baiknya tidak untuk semprot badan. Untuk badan udah paling bener mandi dengan sabun.

Ini dia penampakan spray campuran Wypol dan air. Manda campurkan 2 sendok takar Wypol dengan air satu botol.

Semprot ke gagang pintu, handrail tangga, tombol-tombol yang sering dipegang. Kalau Manda suka semprot tralis jendela juga, karena anak-anak sering manjat di situ, hehe.

Oh iya setelah disemprot diamkan dulu lima menitan, lalu digosok, selamat mencoba!



Yang paling menguji keimanan saat tantangan konsistensi adalah weekend. Padahal saat ini setiap hari adalah weekend alias hari libur, tapi karena setelan tubuhnya masih mengingat waktu, jadi hari-hari ini Manda akan mager berat.

Tapi balik lagi ke niat awal, mengingat strong why dan berjanji untuk memberi progres setiap harinya walau hanya sedikit. Oh iya untuk penilaian badge tantangan Manda, berikut adalah indikatornya.

Excellent : Pakaian semua pada tempatnya, piring bersih tertata di tempatnya, tidak ada sampah berserakan, mainan dan buku pada tempatnya

You're Good : Minimal 3 poin di atas terlaksana.

Satisfactory : Minimal 2 poin di atas terlaksana.

Need Improvement: 1 poin atau tidak terlaksana sama sekali.

Well, hari ini need improvement, karena masih dalam tahap sortir dan hanya sempat mencuci piring. Semoga besok lebih semangat lagi, Bismillah!

Copy of Copy of Copy of Copy of GEMAR RAPI TASK 1 (2)

Hai Bunda, berbenah secara kontinu ternyata cukup menantang. Terutama di saat pandemic dan dibutuhkannya banyak istirahat juga menjaga kondisi. Tapi dengan semangat menantang diri untuk menjadi lebih baik, 30 hari ke depan Manda akan tetap membiasakan berbenah.

Walau dengan sedikit progres, alhamdulillah hari ini Manda berhasil menyortir pakaian Manda yang digantung. Proses menyortir ini memang banyak terkendala, salah satunya karena masih banyak pakaian yang ada di jemuran tak kunjung kering.

Bagian baju gantung Manda menjadi tinggal sedikit dan digantung dari bagian yang lebih panjang ke lebih pendek. Dari bagian bercorak ke warna tanpa corak. Satu bagian saja dulu untuk hari ini, insya Allah besok mulai lanjut ke bagian baju lipat.

Copy of Copy of Copy of Copy of GEMAR RAPI TASK 1 (4)

Insya Allah besok Manda akan menyortir pakaian yang dilipat untuk dimasukan ke dalam laci. Oleh karena itu hari ini Manda akan mulai menyortir tumpukan pakaian yang sudah kering, semoga mulai teratur. Setelah pakaian Manda, kami akan mulai menyortir pakaian Pavi dan anak-anak. Sebetulnya sekarang sudah mulai dicicil, tapi masih banyak juga yang belum mulai di decluttering.

Target untuk berbenah pakaian pribadi ini adalah hari minggu sudah selesai untuk Manda dan linen yang akan dimasukan ke laci. Sementara untuk pakaian di lemari lain akan menyusul untuk pekan depan. Doakan untuk klaster pakaian ini Manda tercapai targetnya, aamiin.
© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS