Showing posts with label jurnal bunda cekatan
Saat pertama kali menjejakkan kaki di kelas Bunda Cekatan, opsi mentorship ini sudah menarik hati Manda. Sebagai Kepo-ers, Manda coba untuk menjajalnya saat itu juga.

Mentor yang tersedia saat itu adalah yang terkasih, Buperi, sang wakil rektor. Rupanya opsi mentorship belum dibuka. Tapi Buperi dan saya tetap melanjutkan prosesnya sebagai kesenangan kami berbagi kepada satu sama lain.

Lalu setelah melewati dua tahapan perkuliahan, kami sampai di kelas Kupu-kupu. Rupanya fase mentorship ada di kelas ini.

Dalam tahap awal kami diminta untuk membuat profile diri. Profile diri ini dibagi ke dalam dua peran.

Peran sebagai Mentor. Pada peran ini kita diminta untuk membagi hal yang sudah kita jalani dan sebisa mungkin cekatan di dalamnya.

Mentor bertugas sebagai pendamping Mentee.Tugas ini cukup unik, mirip tugas sebagai fasilitator kelas. Yaitu memancing semangat belajar Mentee dengan berbagai cara. Salah satunya dengan banyak mengemukakan pendapat. The power of question.

Peran Sebagai Mentee. Mentee adalah peran sebagai pembelajar yang mencari ilmu dari pengalaman mentor yang dipilihnya. Sehingga sebagai Mentee perlu menetapkan Goals secara pasti.

Cara melamar posisi ini perlu menggunakan adab. Perkenalan yang baik, juga perpisahan yang husnul khotimah, begitu pesan Bunda Septi.

Cara ini tentu penuh tantangan. Terutama dengan komposisi aturan Mentorship yang menarik. Kita diminta untuk mencukupkan hanya mengambil satu Mentor saja, dan memilih Mentee sesuai kemampuan.

Yuk simak keseruan Manda mencari Mentor dan Mentee.

Memilih Mentor


Pada hari-hari awal materi diberikan, Manda langsung bergerak mencari Mentor. Pilihan tema Manda masih seputar berbenah, karena itulah tema besar Manda, yaitu Manda Apik 2020.

Namun rupanya sesuai perkiraan Manda, menemukan mentor ini penuh cerita.Manda perlu ditolak oleh dua orang Mentor, untuk akhirnya diterima. Jodoh terbaik pilihan Allah, begitu Manda meyakininya.Ialah Mba Iqiq Febrilian, Bunda pembelajar yang Allah kenalkan sebagai Mentor Manda tahap ini.

Mba Iqiq tinggal di Kota Tangerang. Di tahap satu ini kami saling mengenal satu sama lain. Mulai dari alasan dan tujuan mentoring yang kita lakukan ini.Kami juga menyepakati jam mentoring agar baik manajemen waktunya.

Memilih Mentee


Pertama-tama Manda mencoba untuk melamar beberapa orang sebagai Mentee. Rupanya rata-rata sudah dapat Mentor. Ada pula yang tidak kunjung membalas pesan Manda.Lalu Manda memberi jeda satu malam, karena memang tema Mentoring Manda cukup mainstream, yaitu Desain. Sebagai satu keahlian yang Manda tekuni, baik secara akademis maupun profesional, desain adalah pilihan yang Manda rasa sesuai.

Satu malam berlalu, Allah gerakan hati Teteh kesayangan, Teh Fiena Rifanty untuk menghubungi Manda. Kebutuhannya akan desain iklan, berjodoh dengan Manda. Goals mentoring ini adalah mendampingi Teh Fiena untuk belajar desain iklan produk.

Saat ini kami sudah melakukan perkenalan (walau kenal akrab). Juga melakukan pencocokan jadwal mentoring.Satu hal yang sangat Manda syukuri, waktu yang Teh Fiena pilih adalah pukul 5.00 dini hari. Paska waktu sahur, kami bertukar pikiran. Di waktu ini Manda menjadi lebih segar, bersemangat melewati hari di Ramadan haru ini.
Saat kita memutuskan untuk memfasilitasi belajar orang lain, sesungguhnya Allah tengah menuntun kita untuk belajar dengan cara mengajar. Segala hikmahnya, adalah hadiah tak ternilai. Mari semangat belajar, sebagai Mentor atau Mentee


Suatu pagi Nayyara menyatakan sesuatu yang membuat Manda terkesima. "Aku ga bisa tidur nyenyak kalau kasurnya berantakan. "

Si sulung yang anaknya visual banget, sangat sangat mementingkan kerapihan.

Nambah lagi deh alasan dan Strong Why "Manda Harus Apik 2020". Perlahan tapi pasti dengan izin Allah Manda mulai kembali berbenah.

Rasa enggan dan malas berbenah kini tidak akan lebih dari tiga hari lamanya. Prestasi bagi Manda yang terbiasa menunda-nunda super lama untuk berbenah.

Akhirnya siang tadi Manda mulai membereskan kasur untuk Nayyara. Lapisan kasur dari plastik mulai ditambal. Sprei dan sarung bantal diganti dengan yang bersih. Lantai disapu dan dipel memberi aroma segar.

Selesai, sensasinya memang berbeda. Nayyara berkomentar, "Nah, aku bisa tidur nyenyak sekarang. "


Akhir-akhir ini Manda terlalu banyak minum minuman berasa. Lalu efeknya seperti mudah lelah dan dehidrasi.

Oleh karena itu pada kesempatan kali ini puasa Manda adalah untuk memperbaiki kebiasaan minum air mineral.

Indikator keberhasilan sesuai badgenya adalah :

  • 0-3 Gelas air mineral : Need Improvement

  • 4-6 Gelas : Satisfactory

  • 7-8 : You Are Good

  • 9- lebih : Excellent


Dan berikut adalah peraihan selama puasa. Semoga selanjutnya lebih baik lagi

Copy of Copy of GEMAR RAPI TASK 1 (5)Baju anak cenderung lebih banyak dan banyak perintilannya. Seiring bertambahnya umur ananda, baju-baju yang lebih cepat berganti karena anak terus bertumbuh ini mulai bertambah banyak.

Saat kita berniat memilahnya ada saja hal yang membuat berpikir. Nilai sentimental dan berbagai kenangan di dalamnya kadang membuat kita membutuhkan lebih banyak waktu untuk memilah yang masih terpakai atau tidak.

Tips Manda saat merapikan baju anak adalah sebagai berikut:


Libatkan Ananda. Tanyakanlah pakaian mana yang kira-kira sudah tidak terpakai. Hal ini memungkinkan untuk anak yang sudah bisa diajak berkomunikasi.

Pilih Waktu yang Tempat. Bila tidak selesai sehari, lakukanlah sedikit demi sedikit. Tidak perlu ngoyo harus selesai cepat bila hanya membuat terbebani. Take your time.

Jangan Menyimpan Barang yang Sudah Jelas Tidak Terpakai. Kadang banyak alasan untuk menyimpan pakaian anak. Terutama bila berpikiran nanti akan terpakai untuk anak selanjutnya. Tapi pastikanlah waktu yang tepat untuk menggunakannya. Bila dalam waktu lama tidak akan terpakai, silahkan donasikan atau dibuat ke dalam bentuk lain.

 


Rupanya handuk dan lap merupakan hal yang cukup penting namun rumit. Bagi handuk bahannya yang besar rasanya sangat memakan tempat. Berbeda dengan lap yang kecil namun jumlahnya banyak, sama-sama makan tempat, hehe.

Hari ini rencananya Manda mau menata tas, tapi galau banget rasanya karena belum nemu tempat yang pas. Tas ini awalnya mau Manda pindah ke tempat buku, namun alhasil bukunya jadi ga punya rumah. Buku berantakan, tas galau mau diletakan dimana. Eh malah jadinya ngeberesin lap dan handuk

Gampang banget natanya, hanya tempatnya yang terbatas banget kayanya. Kita coba lagi next, hari ini kita cukupkan di sini.



Jadi selama Covid19 ini sedang menjadi wabah, hand sanitizer dan cairan desinfektan ini langka luar biasa. Manda dan Pavi sempat ikut sibuk juga sih nyari dua benda ini. Bukan untuk dipakai sendiri, awalnya untuk restoran tempat kerja Pavi.

Tapi lalu karena tempat kerja Pavi diliburkan terkait covid 19, cairan ini mampir juga di rumah. Setelah sempat browsing sana sini, desinfektan itu banyak macamnya, yang paling terkenal adalah campuran Bayclin.

Bayclin dan cairan desinfektan lain diketahui ampuh pada virus dan bakteri.

Alhasil Bayclin ini langka berat dimana-mana. Manda pribadi ga harus banget sih ada desinfektan ini, karena kan masih ada sabun dan deterjen. Lalu diketahui juga kalau desinfektan ini tidak semua baik untuk kulit manusia.

[caption width="986"]Sumber Gambar : Instagram Najwa Shihab[/caption]

Tapi lalu Manda menemukan yang lain, yaitu karbol Wypol. Ini juga baiknya tidak untuk semprot badan. Untuk badan udah paling bener mandi dengan sabun.

Ini dia penampakan spray campuran Wypol dan air. Manda campurkan 2 sendok takar Wypol dengan air satu botol.

Semprot ke gagang pintu, handrail tangga, tombol-tombol yang sering dipegang. Kalau Manda suka semprot tralis jendela juga, karena anak-anak sering manjat di situ, hehe.

Oh iya setelah disemprot diamkan dulu lima menitan, lalu digosok, selamat mencoba!

Copy of Copy of Copy of Copy of GEMAR RAPI TASK 1 (2)

Hai Bunda, berbenah secara kontinu ternyata cukup menantang. Terutama di saat pandemic dan dibutuhkannya banyak istirahat juga menjaga kondisi. Tapi dengan semangat menantang diri untuk menjadi lebih baik, 30 hari ke depan Manda akan tetap membiasakan berbenah.

Walau dengan sedikit progres, alhamdulillah hari ini Manda berhasil menyortir pakaian Manda yang digantung. Proses menyortir ini memang banyak terkendala, salah satunya karena masih banyak pakaian yang ada di jemuran tak kunjung kering.

Bagian baju gantung Manda menjadi tinggal sedikit dan digantung dari bagian yang lebih panjang ke lebih pendek. Dari bagian bercorak ke warna tanpa corak. Satu bagian saja dulu untuk hari ini, insya Allah besok mulai lanjut ke bagian baju lipat.

Copy of Copy of Copy of Copy of GEMAR RAPI TASK 1 (4)

Insya Allah besok Manda akan menyortir pakaian yang dilipat untuk dimasukan ke dalam laci. Oleh karena itu hari ini Manda akan mulai menyortir tumpukan pakaian yang sudah kering, semoga mulai teratur. Setelah pakaian Manda, kami akan mulai menyortir pakaian Pavi dan anak-anak. Sebetulnya sekarang sudah mulai dicicil, tapi masih banyak juga yang belum mulai di decluttering.

Target untuk berbenah pakaian pribadi ini adalah hari minggu sudah selesai untuk Manda dan linen yang akan dimasukan ke laci. Sementara untuk pakaian di lemari lain akan menyusul untuk pekan depan. Doakan untuk klaster pakaian ini Manda tercapai targetnya, aamiin.


Hai Bunda, pernah mengalami kewalahan dengan tumpukan pakaian? Atau bagaimana cara merapikan lemari pakaian? Yap, salah satunya bisa dengan mengurangi pakaian kita.

Jurnal berbenah Manda hari ini disponsori oleh kenikmatan saat menyortir pakaian. Decluttering pakaian, atau mengeluarkan clutter pakaian kita, dimulai dengan kegiatan memilah antara pakaian yang masih digunakan atau yang menurut kita clutter (kekacauan).



Nah, simak tips berikut saat kita mau menyortir pakaian.

Pilih Hanya Baju yang Bisa Dipakai


Jangan menyimpan pakaian yang sudah tidak cukup. Apa lagi dengan dalih "Besok mulai diet".

Pertimbangkan lagi sudah berapa lama pakaian itu tidak digunakan dengan alasan tersebut. Lebih baik dipindah tangankan dan menabung untuk beli lagi bila kelak diet Bunda berhasil, hehe.

Untuk pakaian tidak cukup bisa dipisahkan untuk didonasikan atau dijual kembali. Bisa juga pakaian diubah fungsi menjadi bentuk lain. Misalnya dijadikan sprei perca, taplak, isian bean bag ataupun lap.

Hitung dan Bertanggung Jawablah

Biasakan untuk mengetahui jumlah pakaian yang kita miliki. Kita bisa memasukannya ke dalam daftar inventori kita.

Kemudian mulailah untuk bertanggung jawab atas semua pakaian kita. Bila jarang dipakai, simpan di tempat dan tutup dengan cover atau plastik. Jangan lupa semua pakaian kita akan dihisab.

Sesuka apapun dengan pakaian tersebut bila tidak digunakan ataupun dirawat, sama saja dengan tidak bertanggung jawab.

Pastikan Tempat Pakaian Cukup


Saat kita melihat foto-foto desain interior yang bagus, pasti kita melihat kerapihan di dalamnya. Yang membuatnya rapi tentu karena teraturnya barang yang ada.

Keteraturan lemari bisa dilihat dari cukupnya jumlah pakaian di dalamnya. Tidak terlalu padat ataupun bertumpuk.

Selamat menyortir! Bismillah semoga isi lemari kita serapi gambar ini.

1

Cerita pencarian Buddy untuk belajar di Bunda Cekatan ini seru sekali. Alhamdulillah pekan ini Manda berkesempatan langsung mengikuti Live Bunda Septi di hari kamis. Saat itu juga Manda langsung memikirkan siapa yang Manda inginkan menjadi Buddy.

By the way, di Padepokan Margosari  penggunaan Buddy System ini memang sudah lama digunakan. Buddy System adalah sistem belajar dengan cara memasangkan kita dengan pembelajar lain. Buddy memiliki tugas untuk menjadi pendukung belajar pasangannya dan menjadi tempat berbagi. Pemahaman tentang Buddy System ala Ibu Profesional bisa merujuk dari sini.

Lalu bagaimana Cerita Manda bertemu Buddy?


Saat sesi materi berakhir, seketika Manda teringat sesi curhat bersama Teh Echy pekan lalu. Teh Echy udah tau bagaimana kendala dan perjalanan belajar Manda. Saat itu juga Manda memutuskan untuk mencoba melamar Teh Echy sebagai Buddy Manda.

Teh Echy saat itu masih domestikan jadi belum bisa menjawab lamaran Manda. Alhamdulillah, subuh hari keesokan harinya Teh Echy menjawab lamaran Manda sebagai Buddy. Kita curhat-curhatan, berbagi aliran rasa dan merenungkan solusinya.

Manda bukan pemikir cepat, jadi butuh beberapa hari untuk memikirkan bekal untuk Teh Echy memecahkan solusi belajarnya. Hingga akhirnya tidak terasa sudah tiba di hari Cinderlella, hari terakhir pengumpulan jurnal Bunda Cekatan ini. Alhamdulillah akhirnya hari ini bisa menuangkan ide ke dalam eksekusi, Bismillah

My Buddy : Desi Irma Suryani


Desi Irma Suryani, biasa dipanggil Teh Echy, dan Ibu Uqi. Sohib dari semasa matrikulasi dan sesama pejuang di Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Bandung. Beliau bendahara daku sekretaris.

Jadi udah kenal banget deh ya, apalagi ternyata beliau perawat di tempat daku melahirkan Nayyara dan Mysha. Jadi banyak bahan obrolan yang nyambung deh pokonya. Setiap daku sakit, kepadanyalah daku berkonsultasi sebelum cari diagnosis dokter. Iyaaa, kami sedekat itu, ini buktinya, hehe.

Copy of Copy of Copy of Orange White Rays Illustration Book Donation Poster (3)

Aliran Rasa Buddy


WhatsApp Image 2020-03-05 at 19.09.48

Sesuai instruksi, Manda dan Teh Echy berbagi rasa, saling bertukar cerita. Dan berikut adalah aliran rasa My Buddy:
Aliran Rasa echy
Oyaa, mind map aku tuh topiknya fun learning activity, menjadi fasilitator uqi belajar dan bermain dengan menyenangkan, karena itu yang membuat aku bahagia dan berbinar 🥺😍
Setelah beberapa tahap di kelas ulat-ulat, qadarullah aku udah dikasih tantangan lebih besar untuk menyelesaikan segala macam yang terjadi dlm diri yang lebih ke emosi, sampai berfikir aku menderita mental illness yang aku pun gatau apa, intinya, si emosi ini malah mempengaruhi ke semua aspek kehidupan termasuk mind map. Jad mind map kayanya harus di ubah 🤭
Manajemen emosi yang harusnya terletak di pusat.
Pada akhirnya aku mengambil keluarga manajemen emosi, biidznillah Allah memang memberikan yang aku butuhkan manda🥺, disana aku malah banyak menemukan makanan bergizi dan berdaging yang masyaAllah aku harus pelan-pelan mengunyahnya karena takut tersedak 🤭
Banyak hal yang didapat terutama inner child yang menjadi pusat permasalahan dari manajemen emosi yang harus diselesaikan.
Begitulah.. 😁
Dan btw, sampai skrg aku masih blm benerin mind map😅
Oyaa harapan aku, selain aku bisa benerin mind map, meski aku udah tau tujuan utamanya kemana, mudah2an aku bisa benar-benar selesai dengan diri aku, sehingga topik mind map yang lain bisa berjalan dengan baij dan sesuai tujuan.

Manda sempat merasa ada kesamaan antara permasalahan diri sendiri dan permasalahan yang dialami Teh Echy. Hanya mungkin prioritas yang dipilih berbeda, tapi solusinya bisa jadi sama. Karena antara Manda dan Teh Echy memiliki tujuan dan fokus yang mirip sekali.

Manda juga bertanya kembali barangkali ada sesuatu hal khusus yang dibutuhkan dari Teh Echy. Dan berikut adalah jawaban beliau.
aku mah paling butuhnya menguatkan tekad, atau sesuatu hal yang membuat aku ajeg. Kadang udah semangat2, ehh melempem lagi

Lho? Ya sama banget ini masalahnya. Akhirnya Manda mencoba merumuskan apa yang akan terpakai untuk diri Manda sendiri dan juga akan bisa diterapkan oleh Teh Echy. Yuk kita bahas di Bekal untuk Buddy.

Bekal untuk Buddy


Setelah berhari-hari berpikir, Manda memutuskan untuk membuat template. Template kosong untuk mengarahkan niat, semangat, dan memantau apa yang Manda dan Teh Echy mungkin butuhkan.

Template ini terdiri dari enam buah dengan desain sederhana ala Manda. Template ini merupakan penggabungan inspirasi dari pelajaran yang Manda temukan, terutama dari terakhir ketemu Teh Chika juga saat sharing sessionnya Bubu Wiwik.

Template _ What is it_

Template : What Is It?


Di sini kita bisa tulis nama tajuk mindmapnya, dilakukan dan diresapi saat menulisnya. Kita menuliskan kembali Mindmap kita untuk memanggil kembali semangat saat menyusunnya.

Copy of Copy of Copy of Orange White Rays Illustration Book Donation Poster (4)

Template : Strong Why?


Tuliskan di sini, alasan paling mendesak apa, kenapa harus berubah dan menjalankan mindmap ini. Dituliskan dengan membayangkan setiap alasannya.

3

Template : What If?


Di sini, kita bisa tulis kira-kira bila tidak berubah, keadaan apa yang akan terjadi? Tuliskan ketakutan kita di sini dengan menyadari semua resikonya. Saat kita belajar menyadari situasi, kita akan menambah bahan bakar kita untuk semakin yakin ingin berubah.

4

Template : Dream it!


Bayangkan apa yang terjadi saat Goals dari mindmap ini tercapai, apa yang akan kita rasakan saat itu? Rasakan dan tuliskan rasa yang kita bayangkan itu.

5

Template : Say it!


Perkirakan, Goals ini bisa dicapai kapan? Tuliskan tanggal bulan dan tahun, jadikan deadline tercapainya Goals tersebut, sambil menjadikannya niat, bayangkan pada tanggal tersebut semua tercapai dan resapi perasaan dan semangatnya. Ucapkan niat baik ini dengan jelas, dan berharap Allah meridhainya, Aamiin.

6

Template : Habit Tracker


Terakhir, kita bisa coba pantau kebiasaan-kebiasaan yang membuat emosi lebih terjaga. Kita bisa tulis ceklis di setiap hari tercapainya indikator. Dengan ini kita akan bisa melihat keseharian kita dan berusaha mengendalikannya. Semoga Allah beri kemudahan dan jalan yang baik bagi kita yang berniat untuk semua yang ingin merubah dirinya, Aamiin.

7
Copy of Copy of Copy of Orange White Rays Illustration Book Donation Poster (2)

Hai! Hola halo semua sahabat Manda semua, eciyeee. Setelah menempuh perjalanan penuh tantangan di Camping Ground, akhirnya kita sampai di tepi danau untuk membuka keranjang gagasan dan melakukan refleksi belajar.

Oh iya, kenapa Camping Ground kemarin Manda kategorikan sebagai perjalanan penuh tantangan, karena Manda nyaris tersesat, wkwk. Terbawa arus kebingungan dan Tsunami informasi yang diakibatkan si perfeksionis muncul tiba-tiba. Perfeksionis itu tidak cocok dengan sifat deadliner karena yang ada bikin depresi dan jadinya ga maksimal dimanapun.

Nah! Ini termasuk salah satu refleksi belajar Manda yang sangat butuh perenungan mendalam. Yaitu bagaimana sangat butuh belajar Unlearn dan menghentikan pikiran "Itu juga butuh da, itu juga perlu dipelajari."

Kebiasaan berpikir seperti itu membuat Manda sangat lama untuk belajar dan menarik kesimpulan pada ilmu. Kalau diibaratkan makanan, semua dimakan sekaligus tanpa dikunyah, tersedak deh kan jadinya, hehe.

Well hello, sangat baik untuk memahami dirimu dan memperbaiki kekeliruanmu, jadi mari setelah tersedak mari kita ambil air untuk melegakan tenggorokan.

Kenapa Bisa Tersedak Ilmu?


Tersedak itu bisa jadi karena terlalu banyak makan sekaligus atau terburu-buru. Untuk kasus Manda kali ini adalah keduanya. Ingin cepat bisa tanpa mau berproses, jadi tydac mindful.

Semua ilmu itu untuk dipahami bukan untuk sekedar dibaca sampai tuntas. Perasaan tidak sabar dan kurang kosongnya gelas menyebabkan kurang lancarnya pemahaman ini. Jadi Manda sekarang perlu apa? Kembalilah mengosongkan gelas, tazkiyatun nafs!

Saat rasa syukur terasa begitu berat, mungkin ada dosa yang membelenggu dan mengotori hatimu. Tidak apa-apa, selalu ada waktu kembali selama nafas di kandung badan, Nak!

Fokus di Tempat Tak Seharusnya


Saat diminta untuk berkenalan dengan teman baru, Manda merasakan gejolak customer service dalam diri ini menyeruak ingin bermain. Alhasil sampai tengah malam, bukannya belajar, malah ngobrol ini itu ngalor ngidul dengan teman baru.

Ini tentu baik, karena  menambah silaturahmi dan menebar manfaat. Tapi saat mengingat lagi, yang jadi fokus Manda adalah manajemen waktu. Sementara berlama-lama tanpa batas untuk melakukan sesuatu adalah kegagalan belajar manajemen waktu.

Tapi! Selalu ada tapinya, kan Manda orang Indonesia, wkwk. Tapi kegagalan adalah keberhasilan yang kurang tepat strateginya, Sis! Jadi mari ganti strategi dan coba lagi.

Baperan di Hutan Ilmu


Bunda, sifat baperan itu tidak layak dipelihara, percaya deh! Saat lihat tenda lain keranjang hadiahnya lebih banyak dari milik kita lalu kita merasa sedih dan merasa rendah diri. Ini kemarin terjadi sama Manda, tergelitik rasa untuk berpikiri "Kok, aku mah ga ada yang ngasih bingkisan ilmu. Duh, sedih gini."

Padahal tau ga, rasa rendah diri itu asalnya dari kurang syukur. Untuk apa membandingkan diri dengan orang lain, sementara ilmu yang dipunya belum dicerna dengan baik. Dan ternyata yang ngasih bingkisan ke Manda datang di hari-hari terakhir (Para Bunda kece pejuang deadline).

Keranjang Belajar si Ulat Manja


Cream and Black Pitch Deck Presentation

Bayangin ada di tepi danau, duh langsung kebayang kaya di film ya!

Berikut adalah list ilmu Manda yang akan diklasifikasikan sesuai tema juga mindmap. Oh iya, tapi Manda merasa bangga dengan kemampuan Manda kekeuh untuk hanya belajar di tema yang sudah Manda tentukan. Walaupun segala kendala di atas, tapi tetap konsisten dan masih mau semangat belajar. *Tepuk-tepuk pundak sendiri.

-Buku Time is Up! Manajemen Waktu Islami (Pinjam dari Ipusnas) -Manajemen Waktu dan Kualitas Diri Website www.dakwatuna.com -Manajemen Waktu ala Rasulullah (Potluck dari Mba Selna Sari) -Buku Find Out Rasulullah Habi

Refleksi Belajar si Ulat Manja


Cream and Black Pitch Deck Presentation (1)

Saatnya refleksi hasil belajar yang telah dilalui selama ini. Sambil menyesap teh tarik hangat, mari kita renungkan jawaban dari lima pertanyaan di atas.

Sudah Sesuai Kebutuhan Peta


Yap! Alhamdulillah semua ilmu yang dilahap selama ini on track dengan yang dibutuhkan dalam peta pikiran. Walaupun proses pencernaan materi berjalan tidak cepat, tapi saat ini Manda memutuskan untuk tidak terburu-buru dan menikmati prosesnya.

Lebih Banyak Makanan Utama


Sangat banyak dan sangat padat ilmu yang Manda dapat di keluarga Uluwatu, dan malah terasa begitu kenyang. Bisa jadi ini juga yang kadang membuat Manda mencerna lebih lama.

Tapi hey! Di sini kita merdeka belajar, jadi selama kita masih bersemangat, lama atau cepat hanya soal waktu.

Berbahagia di Hutan Pengetahuan karena Mendapat Banyak Aset


Coba dibuka saja Facebook Group Bunda Cekatan, apa itu namanya kalau bukan aset. Ilmu bertebaran dengan begitu melimpah ruah. Di saat kelak Manda membutuhkan hal lain, bisa tinggal membuka dan mempelajari dari grup tersebut.

Selain itu, Manda bahagia belajar bersama teman yang satu visi dan berbagi. Berkenalan dengan banyak teman baru, mendapat bingkisan, semua sangat priceless.

Strategi Belajar : Learn to Unlearn


Otak kita memiliki kapasitas yang tidak dapat dipaksakan. Bila terjadi Tsunami informasi, saat itulah putuskan untuk mengatakan tidak bagi yang belum begitu penting untuk kita.

Tamak akan ilmu tanpa memahami kapasitas diri hanya akan membuat kita terlalu kenyang. Jadi mari belajar untuk fokus hanya dengan yang kita butuhkan.

Konsistensi untuk Menjadikan Ilmu sebagai Value Diri


Saat Manda menonton rekaman Live Bunda Septi terkait materi ini, Manda merasa tercubit. Hehe, jadi ada bagian Bunda Septi memberikan analogi baju kupu-kupu. Yap, tujuan program ini adalah menjadikan para Bunda sebagai Kupu-kupu, dimana ilmunya menjadi value yang melekat di diri kita.

Bila hanya dipelajari tanpa konsisten dan tidak menjadi value diri, saat kita ada di luar komunitas, ilmu jadi tidak berlaku. Berarti kita hanya sedang mengenakan baju kupu-kupu. Jadi ayo bersama jadikan ilmu yang sudah dipelajari ini sebagai nilai hidup kita.

Saat ada dimanapun, saat berkata, saat berperilaku, saat ada yang lihat, ataupun saat sendiri, tetap sama, tetap gunakan ilmu tersebut. Bismillah, semoga Allah ridha dan menuliskan ini sebagai niat yang dapat terealisasi, aamiin.
Copy of Copy of Copy of Orange White Rays Illustration Book Donation Poster (1)

Bismillah, wow selalu seru tantangan jurnal Bunda Cekatan ya!

Kali ini Manda akan menceritakan 5 kisah bingkisan ilmu yang Manda kirimkan kepada sahabat baru pejuang Cinderella time, hehe.

Awalnya Manda kira akan tidak dapat bingkisan ilmu. Tapi tidak disangka, di hari terakhir beberapa orang mengirimkan bingkisan ilmu yang Manda butuhkan. Lebih lagi, Kak Iffa Ashshidqa menghubungi untuk mengirimkan Manda bingkisan paket ke rumah. Wah dapat real bingkisan, senang sekali rasanya.

Sebelumnya Manda mendapatkan link manajemen waktu islam dari Kak Ayu. Kak Ayu atau dengan nama lengkap Farida Nursofa Asriyani dari IP Banten, adalah salah satu teman kemping yang sangat berkesan.

Selanjutnya Manda juga mendapat materi mengenai Self healing for Mom dari Bunda Renny (Renny Oceanita). Manda juga mendapatkan artikel keren tentang manajemen waktu dari Kak Kamiliyah Basith yang berdomisili di IP Asia.

Manda juga mendapatkan link seru tentang manajemen waktu saat piknik. Link tersebut Manda dapat dari Mba Wawak (Hernawati) yang berdomisili di Semarang.

 

 

 


Pernah merasa sangat lelah sampai kewalahan? Pernah merasa jengah sampai merasa ingin berhenti saja?

Sering godaan untuk berpikir negatif menjadikan kita lelah. Sadar atau tidak, memiliki pikiran negatif membutuhkan energi yang banyak dan menyita waktu.

Kegiatan yang kita pilih sebaiknya dilakukan dengan sadar dan bahagia. Karena tanpanya kita akan merasa semua terasa sia-sia.

Lalu bagaimana agar kita jauh dari pikiran negatif? Cobalah untuk mengapresiasi diri sendiri atas usaha kita.

Berikut adalah usaha Manda mengapresiasi diri setiap harinya.

Makan yang Nikmat


Memakan makanan dengan nikmat dan penuh syukur Manda jadikan cara mengapresiasi diri. Atas usaha dan kesediaan Manda, makan makanan kesukaan secara bahagia adalah reward.

Tidak perlu makanan mahal atau mewah. Baso atau semangkuk salad bisa jadi hadiah yang membahagiaakan untuk Manda.

Apalagi bila dinikmati bersama keluarga atau orang tercinta. Kalau Bunda, lebih suka makan apa sebagai reward?

Menonton Film


Saat usai menjalani hari dengan baik, Manda layak mendapatkan keuntungan menonton film. Film kesukaan ini adalah hadiah terbaik bagi Manda, karena salah satu kegiatan yang membuat Manda bahagia.

Stok film seru harus selalu tersedia ya!

Sinar Matahari dan Udara Segar


Saat jenuh melanda, atau suasana hati tidak menentu, tarik nafas, tepuk pundak Bunda, lalu pergilah keluar rumah. Biarkan sinar matahari dan udara segar ternikmati tubuh kita.

Tidak perlu jauh-jauh ke gunung atau ke pantai untuk refreshing. Cobain deh, cari lokasi yang banyak pohon, hirup udaranya yang segar di sekitar itu.

Coba juga mendongak ke langit. Bunda bisa coba lihat indahnya awan yang berarakan. Syukuri setiap detik nafas kita.

Berikan Kalimat Positif untuk Diri Kita


Pernah merasa banyak bisikan kata-kata negatif berdengung di telinga kita?

Pernah merasa seperti ada yang lagi ngomongin kita yang bukan-bukan?

Coba deh cek, kapan terakhir kita berbahagia dan menghibur diri kita sendiri.

Katakan pada diri kita "Good Job! Kamu sudah melakukan yang terbaik, terima kasih!"

Pilihlah kata-kata apresiasi yang sesuai dengan keadaan saat itu. Ingatkanlah diri ini, bahwa walau terasa berat, Bunda sangat menghargai usaha kita untuk bertahan.

Saat Bunda kecewa pada diri sendiri atau orang lain, coba tepuk-tepuk pundak kiri Bunda dengan tangan kanan.

Lalu coba katakan, "Tidak apa-apa, it's okay! Kita coba cara lain ya lain kali!"

"Cukup untuk hari ini, kamu sudah hebat. Kita istirahat dulu yuk!"

Posisikan diri Bunda sebagai orang lain yang sedang menghibur. Bunda bisa meminta pelukan suami atau anak bila itu juga membuat Bunda merasa terapresiasi.

Apresiasi ala Bunda Cekatan


Bunda lihat ada badge di awal tulisan ini?

Nah, kalau itu adalah apresiasi ala Bunda Cekatan. Pecah telur, itu istilah yang dibagikan bagi Bunda yang berhasil melalui kelas telur-telur di Bunda Cekatan.

Syarat menjadi pecah telur adalah menyelesaikan empat jurnal yang diinstruksikan. Mudah? Tidak juga, sangat menantang!

Manda termasuk deadliners di program Buncek ini. Manda jarang bisa ikut serta dalam live materi maupun diskusi.

Selain karena bersamaan dengan jadwal lain, pada pukul segitu sinyal sering tidak bersahabat. Manda lebih memilih siang hari untuk menyusul menikmati rekaman materi.

Itu pun Manda tidak langsung mengerjakan dan mengumpulkan. Di hari sabtu dan minggu, Manda akan memikirkan secara matang.

Ada kalanya Manda termenung saat mencuci piring sambil berpikiri ini kegiatan yang termasuk telur warna apa. Pernah juga Manda menyetrika dan mulai mencoba menikmatinya, lalu menimbang ini akan masuk yang mana.

Saat menyusun peta belajar pun Manda tidak butuh waktu lama untuk memutuskan. Langsung saja Manda memutuskan dua ilmu untuk masuk ke dalam peta belajar.

Tapi entah kenapa keputusan itu jarang langsung terselesaikan. Lagi-lagi, selasa adalah hari Manda mengumpulkan tulisan.

Saat akhirnya menyelesaikan peta belajar, yang Manda rasakan adalah ketakutan. Takut keputusan ini tidak jadi apa-apa.

Tepat saat rasa takut hadir, Manda membaca tulisan yang membuat tertegun di grup WhatsApp HIMA Bandung. Tulisan itu dari Teh Michele Ronida.
Ikut curhat juga 🤭
Karena hamil yg sekarang ini badan gampang banget cape, jadi urusan domestik ini di nomer sekian kan.

Ada satu kalimat yang saya inget selalu dan pegang, inti nya kalau kita ngerasa cape dengan aktivitas, mungkin kita terlalu mengandalkan diri sendiri, maka libatkan Allah dalam setiap aktivitas

Kalau mau masak, minta Allah temenin, mau ngepel mau nyuci, ya Allah temenin ya bantuin dll.

Kalaupun ada hal yg ga terlaksana, sebisa mungkin maafkan diri sendiri, tetep apresiasi diri, menghibur diri, gpp ya masih berantakan , kita coba nanti malem ya diriku 🤭

Jadi kalau ada yg protes pun, kita respon nya ga berlebihan karena udah beres sama emosi sendiri 🤗



Setelah membaca tulisan ini Manda berinterospeksi diri. Takut yang Manda rasakan apa karena tidak melibatkan Allah?

Karena bila dengan Allah, ilmu yang akan dipelajari tidak akan sanggup menyakiti. Manda beristighfar, dan memulai lagi dengan Bismillah.

Bismillah, selamat datang di kelas ulat-ulat. Selamat memasuki The Jungle of Knowledge.


Pernah merasa bingung ga, kira-kira apa yang mau kita tekuni dalam hidup ini? Berada di persimpangan dan merasa gamang, pilih A atau B. Bagi Manda, keinginan diri selalu sangat jelas. Saya ingin A, ingin bisa A, atau ingin punya keterampilan A. Tapi justru memantik semangat untuk memulainya yang membutuhkan energi lebih. Jadi bagaimana cara menemukan cara belajar yang gue banget?

  • Pahami diri sendiri. Seringnya kita berfokus pada apa yang kita inginkan tanpa mencoba untuk menelaah lagi apa yang kita butuhkan. Jadi pertama, kenali, analisis, dan renungkan lagi, diri kita ini seperti apa dan mau apa.

  • Fokus pada kekuatan diri. Stop melihat kekurangan diri dan mulai fokus pada kekuatan kita. Saat kita mau mulai mencari ilmu, pilihlah ilmu yang menguatkan kelebihan diri kita, atau ilmu yang menunjang keterampilan kita. Ingat lagi untuk meninggikan gunung bukan meratakan lembah.

  • Strong why? Temukan apa yang menjadi alasan penting untuk kita menguasai satu bidang keilmuan. Saat kita menjalaninya, ingat selalu alasan kita mempelajarinya, senantiasa meluruskan niat.

  • Analisis Cara Belajar. Konfirmasikan pada diri sendiri, cara belajar bagaimana dan kapan yang membuat kita mudah paham dan mudah menguasai. Apa dengan bertemu guru langsung? Menonton tayangan atau membaca buku. Kombinasikan semua untuk menemukan cara belajar ala aku, yang gue banget!



Saat menonton Bunda Septi Wulandani di kelas Bunda Cekatan, Manda langsung tahu apa yang Manda inginkan dan butuhkan. Kelas Bunda Cekatan kali ini mengarahkan kita untuk menganalisis diri dan kebutuhan. Apa yang mau kita pelajari dalam 5 bulan ke depan?

Manda merasa sangat mendesak membutuhkan keterampilan memanajemen waktu dan berbenah rumah. Kedua hal ini dibutuhkan untuk mendukung kegiatan yang membuat Manda bahagia. Bahagia Manda ada saat mendesain, menerima curhat WhatsApp, dan juga menonton drama. Tapi seringnya hal ini membuat tanggung jawab lain terlunta-lunta.

Sebutlah saat Manda punya deadline, rumah bisa berubah jadi semrawut. Semrawut ini memantik stres, dan anak-anak akan cenderung mudah cranky. Bila ini terjadi akan melipat gandakan tingkat stres. Hal ini sangat perlu diatur dan dikuasai ilmunya. Manda harap dengan terampil mengatur semua, energi yang diperoleh dapat dialirkan ke dalam hal bermanfaat yang lebih banyak. Juga menghindari dari perbuatan yang sia-sia.

Oleh karena itu Manda memilih dua ilmu untuk dipelajari sesuai kebutuhan, penting dan mendesak.

  1. Manajemen Waktu. Untuk mengendalikan energi dan rasa bahagia agar tidak mendzalimi hak keluarga, Manda memilih ilmu manajemen waktu untuk dikuasai. Selain itu Manda membutuhkan latihan hingga lihai dan menemukan susunan kandang waktu yang pas untuk diri sendiri. Ilmu yang akan Manda pelajari adalah : Manajemen waktu dalam Islam, Cara menyusun kandang waktu yang cocok untuk diri sendiri, Berkonsisten menjalani kandang waktu yang disusun. Cara belajar yang dipilih adalah membaca buku, blog walking, menonton YouTube, dan praktek!

  2. Berbenah. Manda merasa sangat belum maksimal dalam menghargai apa yang Manda miliki, salah satunya dengan merawat properti milik sendiri. Hal inilah yang lalu membuat Manda memutuhkan untuk belajar berbenah. Karena di saat Manda menghargai yang Manda miliki, insya Allah akan diridhai Allah. Yang akan Manda pelajari dalan berbenah adalah, esensi berbenah, cara berbenah yang cepat dan mudah, dan zero waste. Cara belajarnya sama, yaitu membaca buku, blog walking, dan menonton YouTube.






Pada pekan kedua Bunda Cekatan kali ini sangatlah seru. Materinya dimulai dengan tayangan live dari Mas Pandu Kartika, direktur Jabar Digital Service, yang juga menantu dari Bunda Septi Wulandani. Mas Pandu menjabarkan penelitiannya tentang metakognitif dengan sangat baik. Penjelasan mengenai pembuatan peta belajar oleh Mas Pandu, membuat Manda mulai menerawang bagaimana kira-kira peta belajar yang pas untuk Manda.

Selanjutnya, kita memasuki tahap jurnal pekan kedua. Setelah pekan lalu diminta mencari telur hijau, kali ini kita diminta mencari telur merah. Telur merah adalah telur keterampilan, dan pekan ini kita diminta memilih 5 keterampilan yang perlu ditingkatkan agar kebahagiaan kita dapat berjalan aman nyaman tanpa gangguan.

Sebelumnya kita diminta membagi keterampilan ini menjadi 4 kuadran.

1. Tidak Penting dan Tidak Mendesak

Pada kuadran ini adalah yang dikategorikan bagi Manda tidak perlu dipelajari dan tidak ada urgensi untuk segera bisa. Keterampilan yang masuk ke dalam ini antara lain adalah belajar pasang gas, walaupun sudah pernah dan bisa. Tapi entah kenapa seringnya lalu regulatornya rusak sama Manda, hihi. Lalu untuk gotong galon air ke lantai 2, Manda sudah diperingatkan untuk mengurangi angkat berat dan naik turun tangga, ini sejenis kombo, jadi setelahnya ada jeritan dari tubuh jompo post caesar ini, hoho. Manda sering sekali membuat kerusakan pada alat yang Manda pakai, tapi tidak bisa memperbaikinya.

Sepertinya seru gitu kalau lihat Pavi main dengan obeng dan tang atau alat pertukangan lain. Tapi lagi-lagi, Manda tidak lihai memperbaiki, atau malah memperparah kerusakan. Tapi kali ini Manda memilih takdir indah bahwa setiap makhluk diciptakan sepasang. Seperti Manda yang merusak, lalu Pavi yang memperbaiki. Manda ga kuat bawa, Pavi yang gotongin, haha.

2. Tidak Penting dan Mendesak

Rasanya kegalauan seperti ini sering terjadi, dimana sang anak punya kesenangan yang tidak sejalan dengan Ibunya. Seperti Nayyara si kinestetik yang senang sekali prakarya. Sementara Manda penganut simbutan and kruntelan are the best thing on the world, eh. Manda seringnya direngeki Nayyara untuk membuat rumah-rumahan dari kardus, membuat slime, atau sekedar wayang buatan tangan.

Manda yang paling tidak senang merapikan remehan dari hasil guntingan atau membersihkan sisa cat menempel di lantai, paling anti melakukan prakarya ini. Tapi karena ini kesukaan Nayyara, dan membuatnya berbinar, prakarya merupakan kegiatan yang mendesak untuk Manda.

Selain melatih ilmu prakarya, untuk mendukung itu juga Manda sangat perlu mempelajari ilmu berbenah. Saat di matrikulasi Manda sempat terkena demam berbenah ala Jepang kekinian. Saat itu, semua dirasa lebih baik, karena clutter sudah bepergian.

Seiring berjalannya waktu, konsistensi bagai mendapat ujian yang tidak terselesaikan. Lipatan cantik seketika rata terserak. Kategori seringnya reuni kembali dalam satu wadah. Bila ada yang tidak berjalan saatnya ganti strategi.

3. Penting Tidak Mendesak

Masak sesungguhnya adalah aktivitas yang membawa kepuasan. Selain itu tetap harus dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan negara bagian.

Aktivitas kedua di kuadran ini adalah ilmu berkenaan dengan media sosial. Di Ibu Profesional, Manda dalam amanah sebagai manajer media komunikasi, dan enrichment yang berkenaan dengan ini Manda rasa sangat penting.

Dua kegiatan yang paling membuat Manda berbinar akan meraih posisi penting dan tidak mendesak, yaitu desain dan edit video. Dua hal ini sangat penting untuk menjaga Manda untuk stay happy, tapi hanya saat porsinya cukup.

Oleh karena itu yang sangat dibutuhkan saat ini adalah menyesuaikan porsinya agar tidak melenakan. Sambil tetap mengevaluasi dan terus memperbaiki.

4. Penting dan Mendesak

Kuadran terakhir adalah jawaban dari semua. Segala ilmu yang sangat perlu ditingkatkan saat ini. Manajemen waktu berada di tingkat awal. Karena meski selalu mendapatkan teorinya, praktiknya tetap perlu penyesuaian yang terus menerus.

Selanjutnya adalah manajemen gawai, karena mau tidak mau Manda perlu akrab dengan gawai. Tapi bukan untuk terlenakan, tapi untuk paham dan menggunakannya secara optimal.

Terakhir adalah manajemen finansial. Semua ini perlu kita tingkatkan untuk tetap memungkinkan menjalankan pembelajaran. Tapi untuk finansial, Manda akan berpasrah pada optimalisasi aplikasi gawai, tanpa berfokus mempelajarinya secara khusus.



Selanjutnya kita diarahkan untuk memilih lima dari aktivitas tersebut di atas sebagai yang akan kita pelajari secepatnya. Manda memilih:

1. Manajemen Sosial Media

Optimalisasi penggunaan sosial media dalam komunitas dan UMKM sempat Manda pelajari di Facebook Summit 2019 lalu. Tapi rasanya masih banyak yang belum optimal. Optimalisasi ini sangat dibutuhkan dalam komunitas Ibu Profesional sebagai komunitas yang anggotanya sudah banyak.

2. Manajemen Gawai

Sedih kalau lihat anak main gawai terlalu lama? Begitu pula yang mereka rasakan saat Mandanya terlalu lama fokus dengan layar. Oleh karena itu ilmu manajemen ini menjadi sangat penting. Ada kebahagiaan lain yang perlu kita perhatikan, maka mari pelajari cara mengaturnya agar You Win I Win.

3. Memasak dan Baking

Kedua putri Manda sangat suka kue enak, cokelat, dan makanan sweet tooth lainnya. Manda rasa sedikit-sedikit Manda perlu meningkatkan kemampuan Manda di bidang ini. Hal ini adalah karena beberapa kali Manda membuat pancake, mendapat sambutan baik dari mereka. Hal ini menjadi salah satu pemicu semangat belajar Manda.

4. Berbenah

Ada banyak teori tentang merapikan rumah yang telah Manda pelajari. Bahkan salah satunya di terima sebagai fokus ilmu sarjana yang Manda pilih. Tapi kembali, mengatasinya butuh latihan, terus menerus dan evaluasi. Semoga kali ini langgeng sampai lama, aamiin.

5. Manajemen Waktu

Disebutkan terakhir bukan berarti paling tidak diutamakan. Manajemen waktu justru yang dirasa urgensi nya paling tinggi untuk dipelajari. Menyusun kembali kandang waktu sangat diperlukan, karena saat ini rupanya Manda mulai mudah lelah. Strateginya perlu kembali dipikirkan agar semua terkendali dengan baik.



Setelah menanti sekian lama, akhirnya Bunda Cekatan dimulai pada penghujung tahun 2019. Manda sangat bersemangat akan program ini, karena menjadi cekatan adalah cita-cita Manda sejak menikah.

Sebelum Manda menikah, sebisa mungkin Manda menyiapkan bekal untuk berumah tangga. Aktualisasi diri maupun skill rumah tangga Manda coba pelajari. Tapi ternyata semua itu tidak pernah terasa cukup dalam kehidupan nyata.

Setelah menikah, Manda tinggal bersama keluarga Pavi. Semua menjadi awal yang baru dan perlu banyak sekali penyesuaian. Adaptasi yang Manda lakukan rasanya bergerak lebih lambat karena ada rasa canggung yang tidak dapat teratasi. Ada masa dimana Manda kehilangan kepercayaan diri dan bingung apa yang harus dilakukan.

Sampai akhirnya rasa semangat menghantarkan Manda pada Ibu Profesional. Bunda Septi dengan pengalamannya bagai memberikan Oase di tengah ketidak yakinan ini. Beberapa saat lalu Bunda membagikan di highlight Instagramnya, "Tinggal dengan mertua bagaikan tinggal di negara bagian, tentukan wilayah kita, dan hormati Ibu negara."



Entah mengapa saat membaca tulisan Bunda yang ini menjadi suntikan semangat tersendiri. Ya, rasanya ini jawaban untuk pertanyaan Manda selama ini. Kuncinya adalah hormati keluarga besar dan perbaiki komunikasi. Setelahnya Manda lebih tidak ngoyo bila ada hal yang tidak sesuai dengan harapan.

Kenapa Manda bahas latar belakang cerita kali ini terkait tantangan rumah tinggal Manda? Karena aktivitas yang awalnya berbinar kadang tertutup kendala ini. Oleh karena itu, mulailah menyikapi kendala dengan solusi. Pertama-tama, mari kita tuliskan dulu aktivitas yang dijalani.



Memasak

Saat memasak, Manda merasa bahagia. Rasanya seperti Manda berhasil menciptakan penemuan baru, padahal hanya masak nasi goreng, hehe.

Manda suka saat berhasil memasak satu menu dan terasa nyaman di lidah. Apalagi kalau tampilannya bisa dibuat cantik untuk dipandang.

Tapi, rupanya kesenangan Manda hanya berlaku untuk diri sendiri. Manda senang masak pedas, Pavi dan anak-anak ga bisa makan pedas. Manda handal masak nasi goreng, tapi lama-lama bosan atuh. Ada juga menu-menu baru yang dicoba seringnya gagal. Dan, rupanya Manda cukup malas cuci alat masak dan membersihkan bekas memasak.

Akhirnya Manda sampai pada kesimpulan, memasak adalah aktivitas yang Manda suka, tapi tidak bisa.

Mandi dan Pijat

Suka sekali Mandi dan memanjakan diri. Saat sekolah dulu paling suka ke salon, hehe. Atau sengaja homespa sendiri di rumah. Setiap mencium aroma wangi dari scrub atau lotion, Manda merasa kembali fit dan bahagia. Saat Manda masih lajang, GrandMa sering mengingatkan untuk tidak terlalu lama di kamar mandi. Karena selain dilarang agama, yang lain jadi susah kalau mau buang air, hehe. Sampai saat Manda mengikuti kelas self healing cara menanamkan jangkar emosi, mengingat saat spa di Bali menjadi pilihan Manda. Jadi kebayang kan selama apa dulu Manda kalau mandi, karena Manda sukaaa banget mandi.

Tapi, haha, mungkin hampir semua Ibu akan mengalami ini. Untuk Ibu, jangankan homespa atau mandi yang proper, buang air saja kadang terburu-buru karena anak menunggu. Malah sering Mysha ikut masuk ke kamar mandi saat Manda mandi atau buang air.

Selain dipijat, Manda juga senang memijat. Sejak dulu Manda senang memijat GrandMa atau Yanda. Kesenangan Manda memijat ternyata menjadi poin tersendiri di mata Pavi. Ga ada hari tanpa minta pijat, hihi. Tapi hal ini membuat Manda jadi lebih andal memijat. Sempat Manda terpikir untuk mengambil sertifikasi untuk memijat, tapi tidak dapat izin dari Pavi. Hehe, seakan menegaskan, "Cukup pijat saya saja." Baiklah Pak!

Akhirnya, mandi akan menjadi aktivitas yang Manda suka tapi tidak sempat, hehe. Untuk pijat Manda bisa masukan ke kategori suka dan bisa.

Menonton Serial atau Film

Manda dan Pavi adalah jurig bioskop sebelum ada Nayyara dan Mysha. Setiap ada film seru yang tayang pasti kita langsung ngedate ke bioskop. Bahkan pernah juga menonton film yang ga seru-seru amat, tapi karena suka menonton di bioskop kita bela-belain.

Nayyara kecil pernah sekali diajak ke bioskop, saat kami pulang ke BSD. Saat itu GrandMa mengajak menonton film Ainun Habibie dengan pemilihan waktu midnight. Nayyara yang saat itu masih berumur satu setengah tahun, memilih bermain di tangga bioskop. Tidak lama, si kecil kinestetik ini mulai kelelahan dan mengantuk, terlelap hingga tayangan selesai. Itulah kali terakhir Manda dan Pavi menjejakan kaki di Bioskop.

Setelahnya, karena sudah ada Mysha juga, kami lebih sering menunggu tayangannya ada di internet. Kami mengandalkan aplikasi-aplikasi penyedia tayangan seru yang bisa dinikmati dari rumah. Dari sinilah Manda mulai kenal serial, yang sangat melenakan, huhu. Ini aktivitas yang masuk kategori suka dan bisa, tapi perlu dipelajari cara ngeremnya agar tidak berlebihan.

Sayang-sayangan sama Pavi

Kalau baterai perlu diisi ulang tenaganya, begitu juga kebahagiaan kita. Salah satu yang membuat Manda merasa terisi kebahagiaannya adalah dengan memeluk. Manda sangat suka saat Manda memeluk Pavi, bermanja, skin to skin, atau apapun itu.

Aktivitas ini masuk ke dalam kategori suka dan bisa, pakai sangat depannya boleh? Ga usah ya, secukupnya aja, haha.

Desain Grafis dan Mengedit Video

Jangan ditanya kalau aktivitas ini sih, sukanya pake banget. Salah satu kegiatan yang memang sungguh melenakan. Gawatnya Manda bisa mengesampingkan tugas domestik demi kedua aktivitas ini. Saat ada deadline, rumah sudah ga karuan. Ini yang justru bikin Manda sering bete, lihat rumah berantakan. Mood akan serta merta bercampur aduk. Jadi Manda rasa yang dibutuhkan adalah ilmu manajemen waktu yang diterapkan secara baik.

Menulis dan Membaca

Semenjak berkecimpung di Rumah Belajar Literasi IP Bandung, membaca dan menulis menjadi keseruan tersendiri. Walau tetap untuk hal ini manajemen waktunya sangat perlu diatur.

Lalu akhirnya Manda memilih kelima kegiatan ini sebagai kegiatan yang paling disukai. Kegiatan inilah yang paling membuat Manda berbinar

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS